Kartu ATM hilang dan sempat dikira penipu

Tags

, , , , , , ,

 

Minggu lalu gw tertimpa musibah. Uda sedih, memalukan pula.

Gw lupa dimana menyimpan kartu ATM. Apalagi ini satu2nya kartu ATM gw yang berkewarganegaraan Singapura. Jadi kalo uda ilang… ya… langsung KO tak berdaya di negara kepala singa. Sampe sekarang pun ga tak inget dimana menyimpannya. Terjatuhkah? Mungkin saja.

Gw baru inget pas hari jumat pagi. Langsung telpon hotline yang ketemu di internet, dan ternyata mereka punya hotline khusus untuk ATM ilang ato rusak!. Beda banget dengan bank2 Indonesia (setidaknya yang pernah gw alami) yang semua layanannya dijadikan satu, dan kita mesti milih menu untuk layanannya. Kadang jadi bikin kesel dan panik kalo salah pencet. 🙂

Diminta nomer paspor, eh ternyata ga cocok. Iya sih… baru ganti paspor beberapa bulan yang lalu. Diminta nama lengkap, nomer rekening, punya berapa akun di bank tersebut, dan gaji ditransfer dari perusahaan apa. Ga ditanya nama ibu kandung. 🙂

Setelah itu diberikan info kapan dan dimana transaksi ATM terakhir dan posisi saldonya. Alhamdulillah, masih utuh. Kemudian ditawarkan apakah ingin kartu baru dikirim ke alamat rumah atau mau datang sendiri ke bank di jam kerja. Sempat nanya, apakah harus ke bank di lokasi tertentu untuk mengurus hal ini. Ternyata ga perlu seperti itu, tinggal datang di mana saja. Kalo di Indonesia, urusan seperti ini kadang harus menunggu dari kantor pusat Jakarta atau paling mudah ya harus ke kantor cabang kota. Tidak bisa di kantor cabang pembantu.

Karena pas ilangnya adalah permulaan long-weekend paskah, dan keluarga sedang berlibur di Singapura pula, makanya sedih. Ga punya uang kok berani liburan….hehehe…

Akhirnya gw minta tolong teman untuk ngambil duit via ATMnya dan gw ganti via internet banking. Kirim pake message via WhatsApp (nebeng WIFI karena pulsa telpon pun uda abis pula… duh). Karena bahasanya uda mirip2 dengan modus “mama minta pulsa” dan “tolong transfer ke rekening xxxx”, maka temen gw mengira itu penipuan. Plus dia telpon ke nomer gw pun, ga gw angkat. Hahahaha…

Bener2 insiden menyedihkan dan memalukan.

Singkat kata, senin lalu gw dapat kartu ATM baru. Bikin dalam tempo 10 menit dan tidak pakai antri. Tidak perlu surat keterangan hilang dari polisi (padahal di websitenya katanya perlu). Walaupun di situsnya dicantumkan harus bayar S$5, ternyata gratis.*

*oiya… kasus ini untuk POSB bank dimana gw terdaftar.

Advertisements

Dasar Katrok !!

Tags

, , , , , ,

Ini cerita waktu saya hari pertama bekerja di Singapura. Singkat cerita, sebelum masuk office saya mampir hotel dulu. “Mo naruh tas dulu”, gitu alasan saya pada bos. Ceritanya uda check in di resepsionis nih, dapat kamar lantai 13 (kalo ga salah. Sori lupa…uda satu tahun yang lalu…hehehe). Masuk lift nih…sendirian.

Pencet nomer 13….wuss…. display berubah 4 … 5….

“Wih…hebat nih lift ga berasa hentakannya. Zero G nih… kayaknya”

….6…. (wuuusss….)

Tunggu satu – dua menit, displaynya masih angka 6.

“Weleh…hebat nih hotel, lantai 6 nya tinggi banget …. ga nyampe2 tuh lantai 7.”

Lama-kelamaan saya jadi curiga juga nih. Kayaknya lift ga gerak nih. Saya uda mulai panik….waduh, hari pertama kerja uda kekunci di lift. Pertanda buruk nih…

Saya uda bingung gimana nih cara menghubungi dunia luar.

Ok…ok…ga boleh panik….(tapi keringet dingin uda mulai keluar nih). Saya baca cara menggunakan emergency call.

“18 person …. 1350 Kg…” (oh…ini kapasitas lift)

“When there is a fire ….”

“Press this button…bla…bla….”

“If you want to go to above six floor six, please insert your card then press the floor level button….”

“bla..bla…bla…”

“…..”

WHAT !?!!!

Saya baca ulang yang barusan kubaca. Dasar ndeso…Katrok !! :))

(Rupanya sampai lantai 6 itu adalah lobby, resto dan club yang bisa diakses orang luar dan tidak perlu access card. Sementara kamar hotel itu dari lantai 7 ke atas dan hanya dapat diakses oleh tamu hotel yang telah diberikan access card sebelumnya).