Tags

, , ,


Sudah satu tahun saya mondar-mandir Singapura – Batam setiap minggu. Banyak cerita, pengalaman yang unik menarik yang sepertinya layak dibagikan buat rekan2. Mungkin saya ceritanya bakalan random atau acak. Lagi pula uda lama juga ga ngeblog. Kangen ketik2 di atas keyboard. Ga menurut kronologis, tapi insya Allah akurat.

Mungkin cerita pertama yang pantas dibagikan adalah soal zona waktu.

Suatu ketika teman saya bertanya kenapa singapura memilih zona GMT+8 seperti WITA, kok ga GMT+7 kayak WIB. Saya tidak tau apa jawabannya. Batam dan Singapura sendiri secara geografis beda 25-30 KM saja. Kalo ditempuh dengan ferry kira2 1 jam 15 menit antara Harbour front – Batam center atau 45-50 menit kalo ke Harbour Bay. Tapi perbedaan 1 jam antara Batam dan Singapura ini kadang menimbulkan persoalan sendiri buat saya yang harus menyesuaikan jam biologis dengan kegiatan harian.

Kalo berangkat dari Batam jam 6 pagi (WIB) itu berarti harus ditambah +/-2 jam untuk tahu jam kedatangan di Singapura, 6 + 1 jam perjalanan + 1 jam perbedaan zona waktu. Jadi tiba di Singapura jam 8. Sedangkan kalo dari singapura lebih mudah karena jam kedatangan di Batam itu sama dengan jam keberangkatan di Singapura. Contoh, jam 8 dari singapura ditambah 1 jam perjalanan = jam 9 tiba di Batam. Tapi harus dikoreksi dulu zona waktunya, jadi dikurangi 1 jam sehingga sama dengan jam 8 WIB !. J

Sewaktu awal2 pulang pergi dari Batam – Singapura ini, beberapa masalah timbul. Saya memberitahu istri untuk menjemput di pelabuhan dengan memberitahukan jam keberangkatan saya. Kirim SMS isinya minta pulsa …eh…bukan ding tapi…“Berangkat jam 7.20 naik ferry ini”. Hitung-hitung…berarti kira2 jam 8.20 nanti dijemput. Begitu saya tiba di pelabuhan,celinguk2 kok ga ada yang jemput. Eh, ternyata istri saya masih di rumah, “kan jam 8 20, say :*” Yaa… saya ngomongnya pake Sing Time, istrinya masih WIB.😀

Kadang saya ngerasa jam 9 itu uda malam karena mall dan toko2 uda mulai tutup dan malahan ada yang uda tutup(!). Anak2 uda waktunya tidur karena besok sekolah. Saya uda dibiasakan dari kecil kayak gini, dan cuma saya langgar semasa SMA dan kuliah. Jadi saya itu bawaanya mo cepet pulang kalo arloji uda mau deket2 angka 9.

Suatu ketika sedang suntuk, jalan2 deh ke Orchard. Siapa tau ketemu orang terkenal Indonesia atau buron seperti Gayus… hehehe. Jam 8 malam disempatkan shalat Maghrib di Al-Falah Mosque (Eh…bener…ketemu Andy Darusalam Tabusala, PSSI). Kelar shalat, langsung ngabur ke Takashimaya bablas ke Kinokuniya. Barusan nyampe, sudah terdengar pengumuman yang kira2 seperti ini… “Sekarang jam 8.30, toko ini uda mau tutup 30 menit lagi. Silakan dipercepat urusannya.” &*%$###@@!!! ….barusan nyampe belum sempat browsing kok uda disuruh keluar…. Kan belum jam 8 WIB… belum jam malam !!! (*)

Ini kasus terbaru. Naudzubillahmin dzalik.

Saya sedang asyik nonton History Channel. Waktu menunjukkan 18.50 WIB, dan lagi seru2nya. Istri saya mengingatkan, “Mas…waktunya shalat maghrib”.
“Bentar…belum adzan kan?”
“Maksudnya?”
“Kan maghrib kan jam 7 lewat 15 (waktu Singapura)….. Astaghfirullah ……”,langsung saya ngacir ke kamar mandi buat ambil wudhu. :))