Tags

, , , , , , , , ,


Seorang teman bertanya:

Gw menjawab ngawur:

Pagi tadi gw pikir2 eh apa bener kayak gitu?

Secara logika sih, suatu tim harusnya terbukti kompetitif/menang di kompetisi level rendah dulu sebelum menggapai level yg setingkat lebih tinggi. Rada janggal misalnya suatu tim langsung bertarung di level berikutnya tp belum terbukti mampu di level yg lebih rendah. Walaupun begitu ada (sedikit) anomali ketika tim Dinamit Denmark tidak lolos kualifikasi piala Eropa, kemudian menggantikan Yugoslavia, dan malah Juara. Gw bilang ‘ sedikit’ karena sesungguhnya Denmark runner up Grup, bukan tim juru kunci. Ok…mari kita buktikan apakah jawaban ngawur gw itu terbukti secara fakta. Jadi kita ga usah bertanya2 lagi kapan Indonesia masuk putaran Piala Dunia, kapan jadi tuan rumah piala Dunia. Cukup bertanya sudahkah kita memenuhi kriteria yang gw sebutkan di atas. Sebagai perbandingan, gw sajikan data 3 tim tersukses Asia saat ini dengan mengecualikan Australia yang baru masuk AFC. Tim tersebut adalah Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan. Kalo kita sudah mencapai milestone2 yang dicapai oleh 3 tim ini, baru deh kita ngomong probabilitas Indonesia jadi peserta putaran final Piala Dunia. Apalagi jadi tuan rumah Piala Dunia.

Arab Saudi (Peringkat 5 AFC & 78 FIFA per Feb 2011)

  1. Juara AFC Cup tahun 1984, 1988, 1996 dan runner up di tahun 1992, 2000, dan 2007. Tersukses kedua setelah Jepang.
  2. Runner up Asian Games di tahun 1982 & 1986.
  3. Runner up Confederations Cup 1992 dan Semifinalis 1999.
  4. Belum pernah lolos Pra Olimpiade.
  5. Empat kali lolos piala dunia di tahun 1994, 1998, 2002 dan 2006.
  6. Liga Profesional Arab Saudi dimulai tahun 1976 dengan 8 klub dan sekarang diikuti 14 klub. Klub tersukses adalah Al-Hilal dengan 13 kali juara liga. Tidak diketahui apakah ada sistem promosi degradasi.
  7. Klub dari Arab Saudi juga berprestasi di AFC Champions League (dulunya Asian Club Championship) dengan 4 kali juara dan 6 kali runner up. Al-Hillal juara 2x (1991-1992 & 1999-2000) serta Al-ittihad (2004, 2005).
  8. Timnas Arab Saudi juga berprestasi di kompetisi regional seperti 3x Juara Gulf Cup of nations (turnamen untuk negara2 di teluk Persia) dan 2x juara Arab Nations Cup (turnamen antara negara2 Arab).

Korea Selatan (Peringkat 3 AFC & 38 FIFA per Feb 2011)

  1. Juara AFC Cup tahun 1956, 1960 dan runner up di tahun 1972, 1980, 1988 dengan prestasi terakhir juara tiga, 2011.
  2. Asian Games : Gold (1970, 1978, 1986), Silver (1954, 1958, 1962) & Bronze 1990.
  3. Confederations Cup 2001 sebagai tuan rumah, tidak lolos penyisihan grup karena kalah selisih gol dengan prestasi 2x menang , 1x kalah.
  4. Lolos Pra Olimpiade 8x dan selalu lolos sejak tahun 1988 – 2008 berturut2.
  5. Lolos Piala Dunia di tahun 1954 dan selalu lolos putaran final sejak Mexico 1986, total 8x. Prestasi terbaiknya adalah rangking 4 di tahun 2002 pas menjadi tuan rumah bersama Jepang.
  6. Klub Korea Selatan tercatat 9x juara AFC Champions League dan 4x runner up, yang terbanyak. Pohang Steelers adalah klub tersukses Asia dengan rekor 3 kali juara (1996-1997, 1997-1998, 2009). Seongnam Ilhwa di urutan kedua dengan 2x juara & 2x runner up.
  7. Liga Profesional Korea (K-league) dimulai di tahun 1983 dengan 16 klub. K-league sendiri tidak mengenal sistem promosi degradasi. Satu level di bawah K-League adalah liga amatir/semi profesional.
  8. Pemain terukses Korea Selatan adalah Park Ji Sung yang tercatat sebagai pemain Asia pertama yang memenangi European Champions League (2008, Park tidak main ketika MU mengalahkan Chelsea). juga pemain Asia pertama yang bermain di Final Liga Champion Eropa di tahun 2009 ketika MU kalah dari Barcelona.

Jepang (Peringkat 2 AFC & 29 FIFA per Feb 2011)

  1. 4 x Juara AFC Cup tahun 1992, 2000, 2004 dan 2011.
  2. Asian Games : Gold (2010), Silver (2002) & Bronze (1951, 1966).
  3. Runner up Confederations Cup 2001. Jepang sebagai tuan rumah dan juara Asia 2000.
  4. Lolos Pra Olimpiade 1996, 2000, 2004 dan 2008.
  5. Lolos Piala Dunia di tahun 1998, 2002, 2006 dan 2010.
  6. Timnas Jepang juga menjuarai turnamen tidak resmi regional seperti Kirin Cup, Dynasty Cup juga Juara AFC/OFC Chalenge Cup 2001 dengan mengalahkan Juara OFC 2000, Australia.
  7. Klub Jepang tercatat 5x Juara dan 3x runner up AFC Champions League. Furukawa Electric (1986-1987), Yomiuri FC (1987-1988), Jubilo Iwata (1998-1999), Urawa Red Diamond (2007) dan Gamba Osaka (2008).
  8. Jepang juga satu2nya tim nasional di luar benua Amerika yang diundang Conmebol untuk bertarung di Copa America.
  9. Liga Profesional Jepang (J-league) dimulai di tahun 1992 dengan 16 klub. Tahun 1999, J-League memperkenalkan divisi 2 yang diambil dari klub2 semiprofesional berikut sistem promosi dan degradasi. FYI, Bisbol dan Sumo masih olahraga terpopuler di Jepang, tapi prestasi sepakbolanya telah mendunia. Tim Wanitanya adalah Juara Piala Dunia 2011.
  10. Pemain terukses Jepang, menurut saya, adalah Hidetoshi Nakata. Nakata adalah pemain Jepang kedua yang bermain di Liga Seri A Italia. Pemain pertama adalah King Kazu ato Kazuyoshi Miura di klub Genoa.

Uda jelas kan bagaimana raja2 Asia ini langganan putaran final Piala Dunia. Jawaban ngawur gw ternyata bisa dibuktikan bahwa untuk negara Asia yang ingin lolos putaran final piala dunia, harus minimal:

  1. Langganan Juara Regional dan turnamen tidak resmi. Simak rekor Arab Saudi di poin 8 dan Jepang di poin 6.
  2. Pernah juara Asia, baik Asian Games ato Asian Cup.
  3. Teratur lolos kualifikasi Olimpiade (kecuali Arab Saudi).
  4. Klubnya minimal pernah Juara Asia.
  5. Dengan sendirinya, skill pemain lokal menjadi lebih baik karena terbiasa main di level Internasional/Asia baik klub atau tim nasionalnya.

Jika 5 syarat itu dipenuhi, mari kita ngomong kapan Indonesia masuk putara final Piala Dunia. Kalo belum juara AFF ato ASEAN Games berturut2, ndak usah capek2 mimpi.