Tags

, , , , , , ,


Di tahun 2002, Bayer Leverkusen (masih diperkuat Ballack) hampir treble winner di German Cup, Bundesliga, dan Champions League.
Di Final Champions League, kalah lawan Real Madrid.
Tiga pertandingan terakhir di Bundesliga, 2x kalah, sementara pesaingnya Dortmund menang semuanya.
Final German Cup, rontok lawan Schalke 04.
…End of Fairy Tale…
Masa itu dinamakan “Treble Horror” ato “The Almost Champions”. Media Inggris malah menjuluki klub tersebut dengan “Neverkusen” !

Mengawali pembukaan liga Inggris dengan meyakinkan dan berpenampilan stabil hingga akhir tahun, Arsenal layak dijadikan kandidat juara liga Inggris. Walaupun begitu tidak demikian yang terjadi di awal tahun 2011 hingga sekarang. Penampilan bak yoyo dan “thank God, Lady Luck is on our side”, membuat saya bertanya2 apakah memang persaingan tim2 Eropa sekarang jadi lebih ketat? Ato Gunners emang loyo? Perlu 2x replay untuk mengalahkan Leeds United di Carling Cup dan Leyton Orient di FA Cup. Tumbang 3x di kandang sendiri, salah satunya dengan Spurs (dimana ini hal tabu dalam Derby London Utara), dan West Brom yang mengulang suksesnya 30 tahun yang lalu ! Sempat di atas angin setelah mengalahkan Barca di Emirates, setelah sempat tertinggal 1 gol. Bahkan kalo sampean sempat baca media Inggris, semuanya memuja Wilshere dan Arsenal. Setelah itu, terjun bebas. Kalah dari Birmingham di Carling Cup. Sempat menang besar lawan LO (dimana uda sepantasnya), habis itu seri 0-0 dengan Sunderland. Penampilan bagaikan yoyo. Naik turun bin labil. Ditambah Cesc cedera, RvP cedera, performa tim sedang buruk… ya sudah… itulah Arsenal KW1.🙂

Saya ga liat pertandingan semalam dengan utuh. Tapi melihat jumlah pemainnya yang tinggal 10 orang, itu berarti gradenya uda turun lagi… KW2.😦

Dengan 2 tropi tersisa, FA Cup dan Liga Primer, Arsenal masih punya kans mengangkat tropi musim ini dan mengakhiri puasa gelar 5 tahun.

Pertanyaannya bisa ato tidak? Jangan sampe memori Leverkusen era 2002 terulang. From Hero to Zero.