Tags

, , , , , , ,


Buat tweeple, account @tifsembiring tentu tidak asing lagi. Pemiliknya mantan ketua partai PKS dan menkominfo saat ini, Tifatul Sembiring. Kedudukan sebagai pembantu presiden dan salah satu partai besar, menjadikan accountnya salah satu yang terpenting untuk diikuti. Misalnya untuk konfimasi gosip istana, ato penjelasan kebijakan pemerintah. Kadang2 pak tif ini juga menyumbang twit2 inspiratif. Dan, kadang2 juga memicu dialog yang rada ‘anget’. Ya, namanya juga manusia. Rambut sama hitam tapi kemauan bisa beda, tentu ada juga ketidakcocokan atas twit2 beliau.

Tapi hari itu… dia bener kepleset sodara2… Di bawah ini adalah salah satu bukti ‘garis waktu’ beliau yang menimbulkan bara. Saya kurang tau, pak mentri dalam rangka apa hari itu, kok tau2 nge-twit soal AIDS dan HIV. salah satu komentarnya yang mengutip Dr. Sujudi (mantan menteri kesehatan) adalah AIDS = akibat itunya dipakai sembarangan. Salah satu follower @fajarjasmin, menentang keras quote ini. Karena menjurus pada stigma negatif penderita AIDS. Terakhir, @tifsembiring, opini Anda adalah validasi bagi kelompok garis keras yg mencari legitimasi. Selanjutnya apa? Kami dianiaya?

AIDS sendiri adalah sindrom kehilangan kekebalan tubuh diakibatkan oleh HIV. HIV sendiri menular dalam beberapa cara. Hubungan sex sendiri adalah salah satu cara. Cara lain adalah transfusi darah, terlahir dari ibu yg positif HIV ato menyusu pada ibu yg HIV. (apa-itu-aids)

So, buat anda yang engga ngerti betapa seriusnya implikasi dari komentar #5 adalah penderita AIDS belum tentu orang yang ‘salah pergaulan’ (if you know what i mean). Banyak sebab kenapa orang menderita AIDS. Stigma tersebut tidak akan menolong para bayi yg sudah terlahir HIV, dan orang yang sudah terinfeksi. Pencegahan selayaknya dengan memberikan pencerahan menyeluruh, bukan memberikan stempel yg dipahami secara sempit tanpa mengetahui latar belakangnya.

Anda ga mengira twitter berimplikasi serius? Apalagi sekelas menteri Indonesia? Simak saja newsflash strait times hari ini, Minister makes jokes on AIDS.

Lesson Learned?

Sebagai pejabat publik, anda haru belajar mengayomi semua golongan, suka ato tidak. Ga semua paham bahwa ktk itu sedang berbicara sebagai pribadi, golongan ato pejabat publik. Yup, 140 karakter memang tidak cukup mewakili. Mesti hati-hati…