Tags

, , , , , , ,


Semua orang telah menuliskan kesan, pesan, opini dan kritikan di #indonesia65. Salah satu posting terbaik tentu saja, “Pahlawan bersenjatakan kamera” oleh Bang Kristupa di Kompasiana. Gw sendiri mencoba cari apa sih yang bisa gw tuliskan di blog ini untuk menyambut Milad ke 65 Republik tercinta.

Seharian muter2 di internet cuma cari resep capcay goreng, kritikan tentang pembagian buku di Istana, dan banyak lagi. Blank deh… 😉

Hari bergerak semakin malam. Salah satu tv lokal menyiarkan film Independence Day. Film lawas tentang Amerika melawan Alien. Mampu menggerakkan dunia untuk menyerang musuh bersama. Action movie dengan berbagai efek samping khususnya. Hollywood Banget. Setelah itu masih disusul Red Thin Line. Besoknya juga masih ada. Kemaren, Merah putih bikinan anak negeri tertayang di TV. Channel lain masih acara konser musik berkedok kemerdekaan + ramadhan (entah gimana nyampurnya).

Hari kemerdekaan diidentikkan dengan film perang. Mengenang masa revolusi.

Dulu musuh bersamanya selalu terlihat. Manusia yang ingin menindas dan mengekang kebebasan kita. Sekarang? Musuhnya dalam selimut. Tak terlihat siapa dan dimana, tapi jelas efeknya. Kemiskinan, korupsi dan kebodohan.

Mungkin ada baiknya setiap satu tahun itu malah menonjolkan film negeri sendiri yang bisa menggugah semangat memberantas kebodohan, mengurangi kemiskinan dan memerangi korupsi. Film semacam “Laskar Pelangi”, juga “Garuda di Dadaku” serta “King” yang sarat dengan pesan tentang keuletan, pantang menyerah serta kerja keras bisa diputar ulang. Apalagi yang pantas ditayangkan di hari kemerdekaan negeri sendiri selain karya anak negeri.

Dirgahayu Negeriku…