Tags

, , , , , , , ,


Mumpung lagi rame2nya Piala Dunia 2010. Mumpung lagi rame2nya membela tim kesayangan mancanegara. Walaupun timnas Indonesia masih memble, kita numpang kegembiraan dan kesedihan negara lain. Ndak dilarang, selama tidak merusak. Ada sebab mengapa suatu tim nasional mendapat julukan tersebut. Julukan2 ini kadang yang dieksploitasi oleh surat kabar untuk meraih sisi emosional pembaca. Soal logika… ah, ga penting.🙂

Danish Dynamite.

Julukan tim dinamit sejatinya sudah dikenal pada tahun Euro 1984 di Prancis. Hanya saja mereka kurang beruntung tidak menjadi juara pada tahun tersebut. Tahun 1992 menjadi titik awal penguatan citra dinamit Denmark. Tampil sebagai pengganti Yugoslavia yang dilarang tampil di putaran final, dengan persiapan pas2an, Denmark malah bablas jadi juara di tahun itu. Pada saat itu, tim Denmark diperkuat Peter Schmeichel yang bersinar bersama Manchester United, juga Laudrup bersaudara yang bermain di Barcelona. Yup, Dinamit Denmark benar2 menghancurkan prediksi orang bahwa mereka hanya sekedar numpang lewat, mengingat mereka juga tidak lolos kualifikasi.

Gli Azzuri – Italia

Italia mempunyai 3 warna dalam benderanya, Hijau-Putih-Merah. Tapi mengapa, Italia dijuluki si Biru (Gli Azzuri)? Federasi Sepakbola Italia mencatat bahwa tim nasionalnya terbiasa tampil dengan kostum putih sebelum abad ke-20. Tapi, Italia langsung merasa cocok (dan mungkin juga merasa itu membawa hoki) saat mengenakan  kostum biru yang dikenakan saat menghadapi Hungaria pada Januari 1911. Itu tak lepas dari momen tepat. Yakni, laga bertepatan dengan kemunculan House of Savoy, semacam dinasti kerajaan di Eropa, yang sangat bersejarah bagi eksistensi pemerintahan di Negeri Pizza. Sejak saat itu, seragam utama timnas Italia adalah biru.

All Whites –New Zealand

All blacks sendiri adalah julukan tim nasional rugby Selandia Baru yang terkenal. Sebagai kebalikannya, tim nasional sepakbolanya mengenakan seragam putih. All whites tentu saja mengacu pada seragamnya. Julukan lain adalah The Kiwis dimana Kiwi adalah binatang khas Selandia Baru.

Der Panzer – Jerman

Di masa perang dunia II, Jerman berulang kali memenangkan pertempuran kavaleri dengan satuan panser dan tank dengan Marsekal Rommel dan Guderian. Ya, julukan panser diberikan kepada mereka untuk memberikan efek menakutkan pada lawan2nya.

Taeguk Warriors – South Korea | Socceroos – Australia | Samurai Blue – Jepang | Chollima – Korea Utara.

Jurnalis Australia Tony Horstead memberikan julukan Socceroos (Soccer + Kangaroos?) pada tahun 1967 pada saat tim tersebut berkunjung ke Vietnam Selatan.  Federasi Sepakbolanya sendiri baru mempopulerkan pada 1973.

Publik Jepang mendesak federasi sepakbola lokal untuk menjuluki timnas mereka sebelum piala dunia 2006 dimulai. JFA memberikan 5 opsi dan Samurai blue terpilih sebagai julukan pada timnas Jepang.

Taeguk adalah simbol konsep Tao Yin Yang dalm budaya Korea. Kita bisa lihat lambang seperti ini di tengah  bendera Korea Selatan juga di baju para pemain sepakbola Korsel. Dan, dari sana publik korea selatan menjulukinya Taeguk Warriors (ksatria taeguk).

Timnas Korea Utara dijuluki Chollima yang dilambangkan hewan mistis kuda terbang. Chollima sendiri adalah simbolisasi keajaiban dalam masyarakat Korea Utara. Banyak patung dan lukisan mengenai Chollima di seluruh wilayah. Dari sana, Chollima dipakai sebagai julukan tim nasional mereka.

Yunani : To Piratiko (The Pirate Ship), Ethniki (The Team)

Ada cerita menggelikan di balik julukan “Pirate Ship”. Pada waktu opening ceremony Euro 2004 di Portugal, ada properti kapal laut. Komentator asal Yunani Georgious Helakis berkata bahwa, “Yunani seharusnya menjadi bajak laut dan mencuri kemenangan”. Dan akhirnya mereka melakukannya, bukan?🙂