Tags

, , , , , ,


Saya ga begitu seneng lagu keroncong. Tapi cukup ngerti kalo Bengawan Solo itu adalah ciptaan beliau. Syairnya sederhana. Mungkin tidak populer di kalangan muda sekarang. Tapi, lagu ini setidaknya diterjemahkan dalam 13 bahasa. Antara lain Inggris, Mandarin dan Jepang. Itu sebabnya lagu ini sohor di manca negara terutama di Belanda dan Jepang. Lagu ini bahkan sempat menjadi lagu dalam sebuah film layar lebar di negeri matahari terbit itu.

Gesang juga terkenal di Jepang karena lagu itu. Saking terkenalnya, sampai penggemarnya di negara matahari terbit itu mendirikan semacam yayasan, Dana Gesang. Bahkan pada 1983, Dana Gesang sempat pula mendirikan sebuah taman di dekat sungai Bengawan Solo yang disebut Taman Gesang. Ketika tiba peringatan 50 tahun hubungan Persahabatan Indonesia-Jepang pada tahun 2008, Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang sempat pula memberikan penghargaan khusus kepada Gesang di antaranya adalah rekaman drama dokumenter hubungan Indonesia-Jepang yang berjudul “Benang Merah”, serta sebuah donasi untuk pengelolaan Taman Gesang.

Gesang meninggal dunia pukul 18.10, di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Kamis, 20 Mei 2010. Gesang mengalami dua kali kritis yaitu pada pukul  dua siang dan 17.30 WIB. Gesang meninggal di usia 92 tahun.

Saya baru tau kalo lagu “Jembatan Merah” yang membicarakan kota tercinta, Surabaya, juga ciptaan beliau. Menurut wiki, ada 5 lagu populer ciptaan beliau:

  • Bengawan Solo
  • Jembatan Merah
  • Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima)
  • Caping Gunung
  • Aja Lamis

Gesang dalam bahasa jawa artinya hidup. Tentu saja, karyanya akan selalu hidup, dan untuk kenang2an betapa indahnya Bengawan Solo  sebelum global warming.