Tags

, , , , , , ,


“Siapa Jupe?”
“Artis”.
“Nyanyi?”
“Katanya begitu”.
“Maen sinetron?”
“Hmmm… engga pernah nonton sinetron”.๐Ÿ˜€
“Kalo nyanyi, pasti ada lagunya yang bikin terkenal dong”.
“Lagu?”
“Iya, judul lagunya apa? Kayak Yogyakarta yang bikin terkenal KLA Project. Ato, Sempurna yang bikin terkenal Andra and The Backbone”.
“Lagu?”
“Iyah….!!” (uda geram nih…)
“Owh… yang aku tau dia bagiin kondom”
“Lhah !?!!”
“*nyengir*”
“Terkenal?”
“Ya, diliput infotainment pasti terkenal dong…”
“Diliput infotainment berarti banyak gosipnya dong?”
“Ho oh”
“Ngapain emangnya?”
“Tauk lah… urusan kawin cerai gitu”
“Lagu?”
“uda dibilang engga tau, kok nanya lagi?”
“Katanya mo dicalonkan jadi bupati?”
“Wah tambah terkenal lagi dong…”

Jupe nama pendeknya. Nama panjangnya adalah Julia Perez. Nama Perez didapat dari nama (calon mantan) suaminya, Damien Perez. Sekarang lagi dekat dengan pesepakbola Gaston Castano. Karirnya dimulai di Perancis sebagai model majalah dewasa FHM dan Maxim. Di Indonesia, dirinya semakin terkenal setelah berseteru dengan menteri urusan wanita, Meutia Hatta karena memberikan kondom dalam album perdananya. Tidak jelas berapa keping yang terjual, tapi gw yakin belum pernah mendengar lagu ato album-nya memenangkan penghargaan yang semakin mengukuhkan ke-“penyanyi”-an dirinya.

Belum pernah gw mendengar kontribusi mbak Jupe ini, kecuali bagi2 kondom yang katanya untuk men-support gerakan keluarga berencana. Napa kondom, mbak? Kok engga pil KB sekalian?๐Ÿ˜€

Gw paham jika Cristiano Ronaldo dibeli Real Madrid demikian mahal. Padahal sepakbola adalah olahraga tim, seorang CR7 tidak akan mengubah keadaan tanpa 10 lainnya. Karena direkturnya mengatakan bahwa sesungguhnya pemain itu “membeli” dirinya sendiri. Semahal-mahalnya pemain, apalagi idola dunia, tentu berimplikasi serius pada jumlah kedatangan penonton ke stadion, peningkatan hak tayang, penjualan asesories pada fans. Peningkatan omzet itu membuat neraca keuangan klub stabil. Ini adalah contoh Vote-getter yang bener.

Jupe? Katanya jadi vote-getter parpol tertentu untuk pemilukada Pacitan. Gw sulit melihat implikasi seriusnya bagi pengembangan kota di perbatasan Jatim dan Jateng, kecuali orang pacitan merasa tersinggung dan dilecehkan. Wong Pacitan cukup bangga dengan SBY jadi presiden produk asli Pacitan loh. Sudah terbukti trah Pacitan punya bibit unggul. Lha kok sekarang bakalan dipimpin artis yang engga jelas kemampuannya bagi daerah. Apa dari sekian 538.000 penduduk (2003 -wiki), tidak ada manusia yang cukup hebat untuk memimpin Pacitan? Orang yang sudah kenal dekat dan mengerti kelebihan dan kekurangan daerahnya.

Keahliannya juga belum teruji dalam level politik tingkat rendah, misalnya jadi ketua RT ato RW? Strong pointnya adalah kemolekan tubuhnya. Mbak Jupe pandai kok, buktinya bisa basa perancis.๐Ÿ˜€ Sori, mbak. Saya susah ngeliat kemampuan manajerial publik dalam diri mbak Jupe. Dimana-mana orang suka local chauvinism “putra daerah”.ย  Entah dimana otak parpol yang mau mencalonkan si mbak seksi ini, yang katanya lahir di Jakarta, dan (katanya di TV) belum pernah ke pacitan sebelumnya.

Mbak, wong2 parpol itu cuma mau memanfaatkan mbak supaya dapat banyak suara. Bisa menang pemilihan. Abis itu, saya ga yakin mbak bakalan jadi the real bupati yang bisa memerintah di Pacitan. Ati2 loh, mbak. Banyak kepala daerah yang sudah pengalaman masih bisa kepleset dalam anggaran daerah karena kurang paham, ato terlalu paham. Ati2 juga loh, mbak… jadi pemimpin itu berat. Sahabat rasulullah aja bisa menangis dan tidur tak nyenyak ketika dicalonkan jadi pemimpin. Padahal belum menjalankan. Belum lagi kalo ada masalah, didemo, trus bawa2 foto mbak Jupe dicoret2, dimaki2, diinjak2, dan dibakar. Padahal belum tentu mbak Jupe yang salah loh. Kan eman2 (sayang) kalo foto sampean yang cantik malah digambari drakula kayak gini. Bisa2 mbak jupe ndak doyan makan, ndak enak tidur, trus kurus, ndak seksi lagi….

Saya uda bilang loh, mbak. Kalo mo diterusin, good luck deh…๐Ÿ™‚

NB: hanya di Indonesia, parpol tidak punya malu mengusung kandidat yang terlalu hijau untuk pejabat publik demi mendulang suara.