Tags

, , , , ,


Alhamdulillah akhirnya selesai juga membaca buku ini. Dari mulai lebaran tahun lalu, sempat terganggu dengan pekerjaan (HAH?), punya mainan baru (HEH?), dan ngeblog (Hmmm…?), akhirnya selesai juga membaca buku ini. Jalur Gaza – Tanah terjanji, intifada dan pembersihan etnis karya Pak Trias Kuncahyono.

Sudah sejak lama saya tertarik dengan sejarah tanah suci Yerusalem dan sekitarnya. Invasi Israel ke Palestina. Saya pernah baca sejarah politiknya, lupa2 inget judul bukunya dan gimana persisnya. Dan, buku ini kembali mengingatkan saya kembali tentang konflik ini. Ini konflik ribet dan ga pernah selesai2. Banyak syuhada yang telah meninggal dan banyak perundingan yang sudah dilakukan, ternyata ndak ada hasil yang nyata. Hasilnya, rakyat Palestina masih menderita dan Israel semakin merajalela.

Buku ini dituturkan dari sudut pandang Pak Trias dan Musthafa (rekan kerjanya yang tinggal di Mesir)  sewaktu meliput serangan Israel yang terjadi di awal tahun 2009. Sedikit mirip novel yang diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Di beberapa bagian diberikan latar belakang sejarah mengenai tempat dan peristiwa. Misalnya saja, sejarah dari Gaza dari mulai jaman Samson dan Delilah. Kemudian, mengapa Jabaliya sering jadi sansak rudal2 Israel, dan tempat Hamas membalasnya. Semua dijelaskan disini. Di beberapa bagian, ada beberapa foto. Saya sih mengharapkan foto human-interest yang maknyus. Hehehe… maap pak Trias. Foto2nya kurang mengindahkan kaidah fotografi, walaupun begitu itu tidak mengurangi pesan yang ingin disampaikan buku ini.

Saya sendiri merasa didongengin oleh buku ini. Beberapa cerita kuno. Kisah masa paska perang dunia kedua. Juga, alasan2 yang ada dibalik beberapa peristiwa dan tempat. Layak dibaca untuk orang yang pengen mengerti konflik Palestina – Israel. Bisa menjadi start poin yang bagus untuk kemudian mendalami pada subyek2 tertentu.