Tags

, , , , , ,


Gw pikir jenuh juga motretin lalat, bunga ato kue. Beberapa kali motret landscape juga ga terlalu puas. Alasannya ga dapat komposisi yang bagus, cuaca ga bersahabat dan juga pemandangannya sendiri uda ga bagus. Perlu effort lebih buat bikin foto bagus. Dioprekin di PS. *sigh*. Gw sendiri ga terlalu suka banyak editing. Foto kalo uda 80% okeh dari tonal dan komponya, 20% tinggal moles saja di Picasa. Ini minimum standar aja sih untuk editing foto. Untuk 20% pun, gw matok ga lebih dari 10 menit sajah. Kelamaan berarti editor foto, bukan fotografer. hehehe…

29 Nopember 2009, gw bawa Tofani Family and Kids Company ini muter2 Batam. Jam 6 pagi, kita berangkat dari Puri Legenda tercinta. Tujuan pertama ke jembatan Barelang. Dalam otak kok ya langsung muter lagu WS&TCC, “Pelan tapi Pasti”.

Laju melaju, menerpa angin di jalan raya
Riung-meriung kebut janganlah terpengaruh
Tahan emosi meluncur pelan tapi pasti
Jangan lupa sim dan STNK
Hati-hati ada razia

Gw sih lupa-lupa syairnya eh..jalannya ke jembatan Barelang. Ini salah satu landmark Batam. Orang bilang sih, “Belum ke Batam kalo belum ke Barelang. Dua puluh menit kemudian nyampe di lokasi. Langsung action. Foto pertama sudah sampean lihat, rangkaian pertama dari jembatan Barelang.

Jembatan Barelang sebenarnya 6 rangkaian jembatan2 bentang panjang yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang dan Galang. Jembatan pertama dinamakan Jembatan Tengku Fisabilillah yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Jembatan ini berdimensi 642 x 350 x 38 meter (kira2 begitu yang bisa dikutip dari sumber tidak resmi🙂 ). Orang Batam sering bilang jembatan I.

Gw kurang tau gimana jembatan VI. Tapi dari jembatan I sampe jembatan V, hanya jembatan I yang unik. Menggunakan tipe Cable Stayed. Ada 2 pylon disana. Pylon ini berfungsi seperti kolom. Inilah tulang punggung keseluruhan jembatan. Hampir semua beban mati dan hidup jembatan disalurkan ke arah sana dan kemudian diteruskan ke pondasi. Kalo boleh berasumsi (karena gw ga ikutan projek ini dan cuma baca2 reviewnya saja waktu sekolah) sepertinya metode pelaksanaannya adalah Balanced Cantilever Bridge. Semua berawal dari pylon dengan menggunakan Moving Formwork. Setelah selesai, dimulailah konstruksi box girder dari bawah pylon. Kemudian disusun dengan box girder selanjutnya. Sambungkan dengan girder pertama dengan menggunakan strand wire, tension sampe designed force kemudian lanjutkan dengan box girder selanjutnya. Ketika sampai panjang tertentu, strand wire dari pylon disambung ke girder.Begitu seterusnya sampe jembatan itu selesai.

Mungkin kalo gw ketemu papernya, gw upload deh. Itu bisa lebih menjelaskan.

Okeh, untuk sementara dinikmati dulu foto2 pylon gw. Kalo gw sempat (dan PCnya ga dipake mas Rizqi) dilanjutkan dengan foto2 yang lain dan posting lain.

All photos :  http://www.flickr.com/photos/cak_learn_to_shoot/ / CC BY-NC-ND 2.0