Tags

, , , ,


Mas Rizqi ini tergolong anak yang tidak bisa diam. Susah disuruh duduk walaupun untuk makan, kecuali sedang main game di PC dan nonton iklan. Kalo denger teman-teman yang menceritakan kegeraman dirinya karena anak2nya doyan coret2 rumah, pengen juga menceritakan hal yang sama. Yang ada malah mas Rizqi ini ngoprek PC, ini contohnya. Masalahnya, mas Rizqi ini susah kalo disuruh pegang pensil. Ada aja alasannya. Yang capek lah… (emang capek ngapain, nak?). Yang malas … (tapi abis itu muter2 rumah sambil lari2). Banyak deh alasannya.Mamanya uda abis kesabaran, karena si anak tersayang motorik kasarnya yang terasah. Untuk motorik halus, jangan coba2. Satu belaian halus dari dirinya bisa berupa tamparan yang dirasakan oleh dik Anggun. Makanya mamanya ini pengen anaknya pegang pensil dan mulai menulis/menggambar. “Untuk melatih motorik halus”, katanya.

Bis Sekolah warna Merah

Sejak Mas Rizqi masuk sekolah, ada perubahan yang signifikan. Uda mau pegang pensil untuk menggambar garis. Menulis angka. Walaupun masih susah menggambar lingkaran dan huruf O yang bulat. Masih mencong2 sana-sini. Tapi minimal ada kemajuan lah…

Kemaren, Mas Rizqi bikin kejutan besar. “Mama, Rizqi mau gambar bis”, katanya. Istriku langsung lari mengambil krayon dan kertas. Mulailah dia menggambar. Dalam waktu semalam, 3 gambar diselesaikan.

Memang jauh dari sempurna. Tapi, saya dan istri ga berharap secepat ini. Si anak yang baru mengenal pensil kurang dari 6 bulan yang lalu, sekarang uda mulai berani menggambar. Mengekspresikan idenya. Ini sudah loncatan besar dalam kemajuan pertumbuhannya.

Mungkin bentar lagi nulis. Ngeblog? Ya… mungkin saja nantinya kalo uda bisa baca.