Tags

, , , ,


Anda semua pasti tau kasus Prita Mulyasari. Ibu 2 orang anak ini didenda 204 juta karena kasus perdata pencemaran nama baik thd RS Omni International. Jika melihat berita di bawah ini, ternyata ada gerakan mengumpulkan koin sebagai bentuk sindiran pada kasus ini. Jika anda kebetulan tinggal di Jakarta, dan bersimpati terhadap kasus ini, ingin membantu, anda bisa menuju pos2 berikut ini (dikutip dari: http://www.sehatgroup.web.id/:

Markas Sehat – 71284653
Komplek PWR no 60 jatipadang daerah ragunan

Samsul NA : 0818-769284
Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas Sawangan Depok

Esti Gunawan : 0811 101497
Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya

Albert/Ria – 0811873004
Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22 Gading Serpong

Lia – 081318877223
Jl Balimatraman, al-ikhlas II no.21 TR14/05 manggarai selatan, tebet

Della Najla – Hp : 081513162427
Jl. Pekojan no. 45 Empang-Bogor

Heni Nuraina – 08128085617
Medang lestari D III B 103 tangerang

Mengutip status teman di FB, jika anda perduli dgn sistem kesehatan di indonesia..sampe kpn konsumen kesehatan hrs bungkam?

Prita Lelah Mencari Keadilan

JAKARTA, KOMPAS.com – Dukungan terhadap Prita Mulyasari (32) kembali mengalir deras di internet. Bentuk dukungan kali ini adalah ajakan untuk mengumpulkan uang koin recehan yang akan disumbangkan kepada Prita untuk lalu diserahkan kepada RS Omni Internasional Alam Sutra.

Gerakan pengumpulan uang recehan koin itu bermaksud untuk membantu Prita yang diputus Pengadilan Tinggi (PT) Banten harus membayar ganti rugi sebesar Rp 204 juta kepada RS Omni, yang menggugatnya melalui perkara perdata. Sementara perkara pidana pencemaran nama baik oleh Prita terhadap Omni kini pun belum selesai.

Gerakan berawal dari diskusi di mailing list (milis) Sehat Group sejak Kamis petang (3/12). Salah seorang anggota milis bernama Elona Melo Tomeala Arief (34) menggagas ide itu melalui e-mail yang terkirim pukul 18.22. Ide tersebut lalu disambut anggota milis yang beranggota 8.872 orang. Ajakan pengumpulan koin akhirnya merebak luas di jejaring Twitter dan Facebook.

”Kenapa koin recehan, karena itu simbol protes, sindiran, dan keprihatinan publik. Selain sekaligus untuk membantu Ibu Prita,” ujar Elona.

Moderator milis Sehat, Samsul Nur Abidin (37), mengatakan, pusat pengumpulan terakhir koin recehan adalah di Markas Grup Sehat sekaligus kantor Yayasan Orang Tua Peduli di Komplek PWR No 60 Jatipadang, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, telepon 021-71284653. Selain tempat itu, ada juga tempat-tempat pengumpulan koin sementara di berbagai wilayah, yang dapat dilihat di situs http://www.sehatgroup.web.id. Bahkan, anggota yang berada di luar kota berniat mengirimkan koin ke Jakarta melalui jasa kurir.

Prita Lelah

Kini, Prita Mulyasari (32) mengaku lelah mencari keadilan. ”Saya benar-benar capek. Saya enggak tahu lagi harus bagaimana mencari keadilan di negeri ini. Perkara pidana belum selesai, sekarang harus menghadapi hukuman atas perkara perdata,” ujar Prita di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (4/12).

”Ini sangat berat. Saya harus membayar ganti rugi Rp 204 juta? Mau dapat dari mana uang sebanyak itu?” ujar Prita yang wajahnya terlihat letih.

Prita yang didampingi anggota tim penasihat hukumnya, Slamet Yuwono, datang ke PN Tangerang untuk mendaftarkan kuasa kasasi atas perkara perdata. Langkah itu sebagai upaya banding atas putusan PT Banten kepada Mahkamah Agung. Berkas diserahkan kepada staf surat kuasa PN Tangerang, Kasmani.

Dalam rilis pemberitahuan isi putusan PT Banten Nomor 71/PDT/2009/PT.BTN.JO.NO. 300/PDT.G/2008/PN TGN termuat bahwa PT Banten menghukum Prita untuk membayar kerugian materiil sebesar Rp 164.286.360 kepada lembaga dan dokter rumah sakit itu. Prita juga harus membayar ganti rugi immaterial sebesar Rp 40 juta