Tags

, , , ,


Ini layanan valet parking ala ponorogo. Para tukang parkir ini layak dapat penghargaan sebagai layanan parkir terbaik se-Indonesia untuk kategori roda dua.

Saya kurang tau apakah layanan ini ada di kota tempat sampean tinggal, ato pernah anda jumpai di tempat lain.

"Wis mas. Tak parkirne", jarene mas Jukir

Satu, Motor selalu dihadapkan ke arah jalan. Sehingga sampean ndak susah2 untuk mendorong mundur (apalagi motor tak punya gigi mundur) sambil repot nengok kanan kiri.

"Tak jagrak tengah ben ombo. Madep dalan ben gampang metune, ben ga macet. Rasah bingung mlaku mundur. Cukup limang atus mawon", jarene wong klambi oranye iki

Dua, motor2 ini disusun oleh tukang parkirnya sendiri. Sehingga sampean boleh saja nyelonong parkir dengan membelakangi jalan. Nanti mereka yang benerin.

"Coba deloken hasil karyaku... enak tho? mantab tho? huehehehe" (pengen'e niru mbah Surip)

Tiga, parkirnya ditertibkan dan rapi. Para tukang parkir ini bak operation manager. Mana ada ruang kosong, maka motor diatur sedemikian rupa sehingga motor2 itu rapi, rapat (dengan tetap mempertahankan akses penggunanya) di area yang sempit.

Saya sendiri belum pernah menjumpai di Surabaya, Sidoarjo, Pandaan, Batam, Jakarta, Yogya, Bandung dan Malang. Ini penilaian general loh. Layanan yang biasanya saya terima di di tempat tersebut adalah tukang parkir adalah penjaga lahan. Kita yang diminta mengatur ruang dengan memindahkan motor lain terlebih dulu. Kita yang mencari ruang. Kita yang susah karena mesti mundurin motor. Di beberapa tempat, tukang parkirnya masih berbaik hati kasih sedikit tarikan untuk membantu mengeluarkan motor dan melawan gravitasi akibat aligment vertikal jalan. Kadang masih dibentak karena parkirnya salah tempat, walaupun gw kira ini salah sasaran juga. Dan bodohnya, kita juga bayar biaya yang konon masuk kas daerah.