Tags

, ,


Namanya Lim. Yah, panggil saja dia Mr. Lim. Pekerjaannya sopir taxi di Singapura. Umurnya mungkin uda 50 tahun lebih. Bahasa Inggrisnya bagus, bisa sedikit melayu dan ramah orangnya. Yah, gw jadi sedikit relax. Kami ngobrol sepanjang jalan. Ketika tau gw mau ke shen zhen dia bilang, “What are you doing there? What are you?
“I’m an engineer. I have some work to be done there”, jawabku mantab.
“O… kamu orang ship engineer, ya? Shenzhen banyak ship manufacturer”, lanjutnya dalam bahasa Melayu.

Aku iyakan saja, toh bakalan panjang ceritanya kalo aku harus menerangkan sesuatu yang (aku yakin) dia juga bakalan susah memahaminya.

“Shen zhen is very good. Hand phone very cheap. Batam is nothing. Cheaper in Shen zhen. You go to World Trade Center, You’ll see a lot of hand phone there. You have to be good in bargain. Nokia is very good. (Wah… khas orang jual handphone, pake promo segala)”. Dia melanjutkan, “My son sales HP there. Sometimes he brought back to Singapore to sell them here. He still got the margin. Eventhough he has to pay some officers… (gw nangkapnya sih ini barang selundupan..)”.

Taxi terus berjalan dan dia terus cerita tentang kerjaan anaknya di Shen Zhen. Kecepatannya lumayan kenceng untuk ukuran gw. Walaupun emang arus lalu lintasnya lagi sepi. Dia bilang karena kita menuju ke bandara dan emang karena masih pagi, jadi jalanannya sepi.

“You speak mandarin, sir?”, dia bertanya sambil melirik ke spion.
“No”
“How can you finish your job at there if you don’t know mandarin?”, katanya sambil terkekeh meremehkan. Di spion pun dia terlihat tersenyum mengejek.

Hehehehe… gw senyum simpul aja. Gw uda tau kalo para Chinese di sono banyak yang ga bisa basa inggris.

Dia melanjutkan lagi dengan Singlish-nya, “I go to Shenzhen, several times. Macau, Hongkong also lah. Just playing around. Guangdong, Shizou and … (aku ga inget lanjutannya, tapi sepertinya nama2 kota di mainland China)”. Hebat juga sopir taxi Singapore. Uda keliling dunia. Structure engineer kayak gw, baru Singapore doang. Itu pun dibayarin kantor.  :p

“Batam and tanjung pinang many times…ah. Tanjung pinang is good”. (Gw ga tau bagian mana dari Batam dan Tanjung Pinang yang pantas disebut good).

“Surabaya, I’ve been there also. Selling handphone there. In Padang”. (Gw surprised juga ternyata dia bisa nyampe Surabaya juga. Yang gw ga ngerti bagian mana dari Surabaya yang disebut Padang. Gw tanya, Bratang. Dia bilang bukan. Dia bilang itu pusat jualan HP. Mungkin ya kira2 WTC di dekat Delta Plaza ato THR mall.)

“Batu, Malang is very good also lah”
“Hah? You go to Malang also?”
“Ya… sampe ke kampung2 lah. Cari cewek”

F@*k! $%#@!!!!! Jangan2 di keliling dunia cuma jualan handphone dan cari cewek doang.