Tags

, , ,


oh y, kl dsana, minimal brapa pendapatan untuk tetep bisa nabung mas?

Apa yang saya quote diatas itu sebenarnya tanggapan dari korespondensi saya dengan seseorang yang membaca posting ini. Setelah berbalas pantun, akhirnya beliau bertanya seperti diatas. Jawaban atas pertanyaan diatas akan saya tuangkan dalam posting ini dengan tambahan disana-sini. Maklum, waktu itu menjawab di jam kantor. Sehingga tidak terstruktur rapi. Saya sendiri jadi bingung bacanya.🙂

Seriously, sebenarnya menabung itu ditentukan niat dari masing2 orang. Berapakah yang akan disisihkan pada bulan ini? Apakah ada untungnya menabung? Jika sudah mencapai jumlah sekian, mau dibuat apa? Dan sekian banyak pertanyaan2 anda yang hanya bisa anda jawab sendiri mengenai apa dan bagaimana mewujudkan rencana anda di masa mendatang. Jawaban2 tersebut akan memberikan kita gambaran apa yang bisa kita perbuat mulai dari sekarang.
Gaji adalah pasti. Jika anda bekerja dalam sebuah ‘company’, anda bisa mengira2 berapa sih gaji yang pantas buat anda dan bos anda. Dan memang sewajarnya jika si bos mendapat gaji lebih, karena memang pengetahuannya yang lebih daripada anda. Lagipula, gaji ditentukan oleh kantor disesuaikan dengan job description masing2 posisi. Sesuai dengan responsibility-nya dalam sebuah organisasi. Bener ga? Jika anda seorang bapak beranak 2 digaji hampir sama dengan seorang bujangan dalam posisi yang sama, tentu saja karena memang responsility-nya dalam office tersebut sama. Walaupun, tugas dan kewajiban dalam keluarga juga berbeda. Saya katakan hampir karena seorang kepala keluarga mendapat keringanan pajak dibanding seorang bujangan, bukan. Sehingga, jangan keburu menyalahkan kantor karena gaji anda kurang memenuhi impian untuk banyak menabung. Bisa jadi memang pengeluarannya yang lebih banyak.

Beberapa situs management keuangan pribadi, dan rumah tangga bisa ditemukan di internet dengan mudah. Pada intinya mereka menyarankan untuk memanage dan merencanakan pengeluaran dengan baik. Sehingga, di kemudian hari sampean ndak memble karena duit abis ga ketauan juntrungnya. Pola pengeluaran juga berkaitan erat dengan pola hidup seseorang. Contoh gampangnya ya .. pola hidupnya nuntut makan di mall terus2an (biar dianggap tajir, keren dan gaul), misalnya sekali makan 20-25rb dikalikan 2x dalam satu bulan –> uda 1.2 juta minimal buat makan doang. Sedangkan jika makan di warung emperan yang bisa 10-15rb. –> cuma 720rb.Anda bisa ngitung sendiri berapa yang bisa anda simpan jika anda mau menurunkan ‘taraf hidup’ mewah.

Ini contoh lain mengapa gaji besar tidak selalu identik dengan banyak menabung. Semakin besar pendapatan kita, secara ga sadar orang menaikkan taraf hidupnya. Ujung2nya ya pengeluaran naik.
Jika ada seorang karyawan yang berpendapatan sampe 2jt/bulan, saya yakin dia ‘cuma’ berani kredit motor. Masih ngekos (blum berani kontrak) dan paling poll SMSan doang. Beli baju kalo lebaran saja. Makan fast food kalo ada yang nraktir. Sehingga jika pendapatannya dikurangi overhead (buat makan, bayar kos, pulsa dan transportasi), kira-kira 200rb yang bisa dia tabung. Sehingga rasionya 1 : 10; tabungan terhadap pendapatan.

Contoh lainnya, misalnya supervisornya berpendapatan di kisaran 5jt/bulan, dia ‘lebih berani’ dibanding anak buahnya. Ngambil kredit rumah, dan masih kredit motor juga. Telpon2an kalo ada yang penting saja. Beli baju kalo emang butuh baju. Makan di restoran seminggu sekali buat hang out bareng teman (tapi  be de de ya). Ya, kira2… 500rb lah yang bisa dia tabung. Sehingga rasionya menjadi kurang lebih 1 : 10 (maksimum).

Naik lagi, ke managernya berpendapatan di kisaran 10jt/bulan, malah tambah berani kredit mobil, minimal 3 hari sekali makan fast food dan junk food. Kadang nraktir anak buahnya. Sebulan sekali beli baju (karena lapar mata). Ya.. kira2 tabungannya maksimal 1 juta juga (walaupun saya ragu). Sehingga rasio tabungan terhadap pendapatan adalah 1: 10. Kalo anda perhatikan setiap gaji seseorang itu naik, rasio tabungan/pendapatannya sepertinya ga ngefek ya. Tetep aja segitu. Karena ya itu tadi, pendapatan anda mencerminkan strata sosial anda. Dan, anda ingin mempertahankan strata sosial itu dengan menghabiskan sebagian dari pendapatan.

Tidak ada yang salah dengan itu, kecuali anda menyakiti orang lain dan bertindak kriminal.

Kesimpulannya, jika anda memang punya niatan menabung ya… jangan SEKALI-SEKALI berpikir berapa pendapatan yang harus diraih supaya bisa menabung. Mantabkan niat dari sekarang, dan menabunglah berapapun yang anda ingin sisihkan. Jangan lupa hak orang lain ya… (infaq dan zakat maksudnya).