Tags

, , , , , ,


17 Juli 2009, Jakarta diguncang bom lagi. JW marriot Hotel (untuk kedua kalinya) dan Ritz Carlton Hotel yang menjadi sasarannya kali ini. Hingga hari ini, sembilan orang dengan berbagai kewarganegaraan dinyatakan tewas. Yang nangis bukan saja para keluarga korban, tapi juga para maniak bola fans berat Manchester United dan Timnas Indonesia. Beruntung (yang jelas buntung buat pantia), bom tersebut meledak selang sehari sebelum para pemain The Red Devil datang dan menginap di JW Marriot. Jika tidak, bisa jadi bencana besar kedua untuk MU setelah Munich air Disaster yang menimpa Busby babe di tahun 1960.

Sir Alex dalam sebuah konferensi persnya di Kuala Lumpur mengatakan, “We just got the news as we landed here and we are terribly disappointed because we’ve never been to Indonesia before.”The organisers have worked very hard to get us over there and it is disappointing for them too. But we have to safeguard the players. I think we made the right decision”. Dan resmilah kasak-kusuk itu. MU batal bertanding di Indonesia.

Negara besar penghobi bola yang jarang dikunjungi tim besar dunia.
Ngenes, itu perasaan saya waktu mendengar MU batal main di Indonesia. Baca di fesbuk pun, banyak rekan wanita yang kasihan pada para pacar dan suami yang gagal menonton idolanya melawan timnas kebanggaan bangsa. Saya sendiri bukan fans MU, malah tergolong MU-hater karena saya suka tim Arsenal. Saya seneng2 aja waktu MU punya rencana mampir dan bertanding di Indonesia. Sesuatu yang langka. Kesempatan untuk memperkenalkan diri pada dunia lewat publikasi Tur asia MU.

Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Penggila bolanya juga lebih banyak dari negara Thailand, Vietnam dan Singapura (negara2 pesaing Indonesia bidang Sepakbola di Asia Tenggara). Potensi pasarnya juga besar. Sehingga klub2 ternama yang datang kesini menemui fansnya, dijamin mendapat sambutan meriah. Tapi, kok ya…rejekinya beda ama negara tetangga. Baru saja kemaren timnas Malaysia mendapat giliran menjajal klub MU. Sebelum2nya, juga sempat menjajal tim ternama lainnya. Timnas Singapura tahun lalu sempat menjajal Timnas Brazil. Selalu mendapat jatah bertanding dengan klub eropa tiap tahun. Tahun ini, mendapat jatah menjajal Liverpool. Setelah itu, baru Thailand (yang juga barusan babak belur digoyang demonstran) mendapat giliran bertanding melawan The Kop. Percaya ato tidak, Singapore vs Liverpool tidak dipublikasikan segencar dengan Indonesia vs MU. Sepertinya, panitia ya tidak terlalu ‘euphoria’ dengan pertandingan The lions vs The Kop. Kalo urusan ‘heboh’ dan meriah, kayaknya kita lebih juara daripada negara tetangga deh. Entah kenapa tim Eropa jarang yang bisa kesini. Mungkin ada travel warning dari govermentnya masing2 belakangan ini, sehingga tim2 tersebut tidak bisa datang kemari.

Di posting sebelumnya, Pak Beye berspekulasi bahwa mungkin saja si bomber punya agenda menurunkan wibawa pemerintah. Kalo saya boleh berasumsi, jika sasarannya adalah pemain MU mungkinkah si bomber adalah seorang MU-hater?

*Ah, sudahlah… cukup berasumsi. Mari basmi teroris*