Tags

, , ,


Terbangun jam 3.30 pagi. Kok ya langsung nengok berita Metro – Batam Pos. Di bagian Metropolis, halaman 21, “Beri kami kesempatan berjualan”, wah… ada apa ya?

Ternyata beritanya tentang penjual simpang Rujak Batam yang mau direlokasi ke tempat baru. Sedangkan lokasi sekarang akan dijadikan taman kota. Duh…masalah klasik terulang kembali. Kadang pemerintah suka lupa ama rencana tata kotanya sendiri. Giliran uda ditempati lama oleh pedagang yang sudah menjadi ‘mendarah daging’, mau digusur.

Simpang Rujak

Simpang rujak terletak di bukit Pelita Atas. Di jalan Jenderal Sudirman menuju ke arah Batu Ampar, dekat flyover Pelita. Ga diketahui kapan simpang rujak itu ada. Konon ceritanya, adalah Mas Kuncung, asal Boyolali, yang memulai di bulan Mei 1993 bersama adiknya menjual rujak dan es dawet di lokasi ini. Mas Kuncung sendiri sampe hari ini masih berdagang. Bahkan menjadi ketua Persatuan Simpang Rujak (PSR). Simpang ini beroperasi dari jam 11.00 sampe 18.00, karena di tempat itu tidak ada peralatan penerang dari listrik atau petromaks. Hehehe…lagian kepantasan juga sih, karena makan rujak cocoknya di siang hari. Macam2 rujak ada disini dari mulai rujak buah, rujak serut hingga rujak cingur. Harganya sama, Rp 6.000/ porsi, yang bisa disantap di atas meja ala kadarnya di sekitar gerobak. Jika pembeli ingin membawa pulang, maka dimasukkan dalam wadah stryrofoam. Soal pedas, tinggal bilang pada penjualnya. Mau pedas banget ato malah engga sama sekali. Untuk menambah kenikmatan rujak, pilihan minuman juga tersedia, mulai soft drink, es kelapa muda dan es dawet, bisa melegakan tenggorokan ketika rasa pedas rujak mulai terasa.

Saya sih engga setuju kalo simpang rujak ini dipindah. Sudah 16 tahun lebih, simpang ini menjadi sentra pariwisata kuliner Batam. Menjadi salah satu tujuan wisata di Batam. Melihat simpang rujak-Batam ini, saya seperti melihat jalan sate di Ponorogo. Khas, unik dan tak tergantikan.

Simpang Rujak - Batam

Jika jadi dipindahkan, maka social cost yang harus dibayar cukup ‘banyak’. Para pedagang blum tentu krasan di tempat baru (yang konon katanya, juga harus bayar sewa tempat dibandingkan sekarang yang gratis). Para pelanggan juga blum tentu tahu, suka dan akan berkunjung ke tempat baru. Karena biasanya publikasi nya minim. Lagian dimana lagi, ada tempat yang pemandangannya bagus, rindang dan berada di arteri Batam selain di simpang rujak? Ya…saran saya sih di-optimal-kan saja dan saling bersinergi dengan rencana taman kota Batam. Kan sehat lahir dan batin, makan rujak di tamanđŸ™‚ .