Tags

, , ,


Sebenarnya saya tergelitik dengar omongan beberapa orang dewasa, “Kayak anak kecil aja”. Sebenarnya sikap mana yang dimaksud? Beberapa sikap anak kecil itu, saya nilai positif buat kita untuk ditiru. Perilaku lainnya juga BUKAN negatif. Yang menilai negatif itu kan kita, orang dewasa. Buat mereka, anak kecil, ya… semau-mau gw lah.Alhamdulillah, saya dititipin Iqichan, 4 tahun dan Meutia, 5 bulan. Dan saya diberikan kesempatan untuk mengamati perkembangan mereka. Ini hasil pengamatan saya terhadap sikap mereka berdua. Kelakuan umum yang bisa kita temukan pada anak-anak lainnya juga.

Yang dimaksud anak kecil itu, saya batasin kira2 sampe umurnya 5 tahun saja. Kayaknya sampe umur segitu, mereka blum ‘tricky’. Ada juga sih akal2annya. Tapi, masih mudah ketebak lah.

Easy Come Easy Go
Pernah merhatikan anak kecil berantem? Dari mulai yang saling teriak, cakar2an, bahkan mungkin juga sampe pukul2an dan tendang2an. Cuma rebutan mainan. Kadang konyolnya, malah mainannya uda rusak. Aneh. Wajah Iqichan bisa memerah menahan marah, tangan mengepal, mulut ga berhenti ngomel, dan uring2an ketika di-usilin temannya. Ketika umur 2 tahun, dia bengong aja dipukulin temannya yang lebih besar. Ketika menginjak 3 tahun, uda mulai ngebalas, dan usilnya juga mulai. Teman2nya pun sama saja. Yah, nakalnya anak-anak lah.

Abis berantem kayak gitu, eh, ga sampe 1 jam lagi mereka uda lupa masalahnya apa. Baikan lagi, maen kembali. Bahkan bisa ber-koalisi lagi untuk ngusilin yang lain. Mereka ga punya “grand design”, ato dendam, ato sakit ati. Ya, pokoknya maen aja lagi. Malah, kita ini sebagai ortu-nya yang sibuk menimbun angkara bukan kepalang. Sampe2 dibelain ribut sama2 orang dewasa. Malah bisa bunuh2an. Eh, beneran loh…saya pernah baca di media beberapa waktu yang lalu. Bapaknya bunuh2an karena membela anak2nya. Konyolnya, di hari persidangan, si anak tersangka ditemukan sudah main2 lagi sama si anak korban. Uda lupa, kalo bapaknya mati konyol karena mereka.

Tuh, sikap anak kecil. Easy Come Easy Go. Truly Gentlemen (ladies bisa gitu ga ya?). Anda bisa bilang itu sportif juga. Toh, apa yang mereka pertengkarkan, perebutkan adalah hak pribadi mereka, kepentingan mereka di saat itu. Setengah jam lagi, interestnya bisa jadi sama. Ya, mari berkoalisi… (ah, kok jadi gitu bahasanya, maksud saya, mari bekerja sama)🙂