Tags

, , , , ,


Padam Maning Padam Maning…Batam kembali ke Jaman Batu

Duh, saya ini suka kesel kalo listrik padam. Kalo sejam dua jam dalam setahun, ah anggap saja itu toleransi pada PLN. Tapi kalo dalam sehari bisa nyampe lebih dari 6 jam dan dalam sebulan bisa terjadi lebih dari 4 kali. Wah, keterlaluan tuh. Apalagi pernah terjadi dalam 2 tahun berturutan. Dengan alasan yang sama. Trus PLN-nya seperti tidak berdaya. Tidak belajar dari masa lalu? Ato abai dengan kepentingan konsumen? Ato memang ga punya preventive action? Ato memang tidak berdaya?

Batam Blackout.

Listrik di Puri Legenda jarang mati, pak. Kan kita satu jalur dengan kawasan industri yang ada di depan itu“, begitu rayuan marketing sales yang membuat saya memutuskan tinggal disini. Karena hidup matinya suatu industri juga tergantung suplai listrik disitu. Jadi, masuk akal juga rayuannya. So, saya bersyukur bahwa saya ndak salah pilih, karena saya sendiri pernah membaca di suatu media bahwa memang di beberapa wilayah di Batam memang masih ‘susah’ listrik. Tapi apa daya jika PLN sudah kehabisan gas, semua konsumennya dipadamkan juga ndak peduli kawasan industri ato perumahan.

Batam Blackout. Begitu sebutan yang saya dengar tahun lalu. Saya lupa kapan tepatnya. Yang jelas, tau2 listrik padam aja hingga 6 jam dan digilir tiap hari antar wilayah se-kota Batam. Dan sekarang ada lagi. Bahkan dalam sebulan kita mengalami hingga 2x periode. Yang pertama di tanggal 6-7  Mei kemaren, sekarang tanggal 23-25 Mei. Alasannya pengurangan suplai gas dari PGN.

Saya sendiri heran dengan kekonyolan ini. Kenapa ‘konyol’? Batam adalah kota industri. Konon laju pertumbuhan penduduk Kepri pernah hingga mencapai 4 % melebihi angka rata2 nasional 1.3% [batam cyber zone]. Faktor utama pemicunya adalah migrasi karena pekerjaan. Industri adalah urat nadinya Batam dan banyak orang bisa bergantung pada industri itu secara langsung dan tidak langsung. Jika listrik tidak lancar, bisa jadi industri juga tak bisa berkembang. Jika industri susah berkembang, tentu yang repot tenaga kerjanya. Bisa2 di-PHK dan semakin menjulanglah angka pengangguran. Hehehe…basi banget ya. Kalo yang ini kan ga perlu diajarin lagi toh?

PGN sebagai penyuplai gas ke PLN Batam beralasan bahwa ada asupan gas yang mereka beli dari ConocoPhilips berhenti sementara karena ConocoPhilips sedang melakukan perawatan rutin (maintenance) unit produksi gas di blok Grissik, Sumatera Selatan. [Kompas, 11 Mei 2009]. Perhatikan kata “perawatan rutin”, dan kalo anda mau susah payah googling dengan keyword “pln batam padam”, maka akan ada beberapa tautan ke arsip berita lampau. Ini sudah terjadi berkali-kali. Jalur yang sama juga dipake untuk menyalurkan gas ke Singapura. Tapi, saya ga pernah dengar Singapura padam. Kita, Indonesia, yang mempunyai gas itu, dan kenapa pula kita pula yang dikorbankan. Apa sebabnya?

Jika ini bakalan jadi agenda tahunan, apa preventive action-nya? Apa PLN ga malu kalo konsumennya berdikari ber-swasembada energi? “Mungkin enggak, malah bersyukur karena jika begitu maka ga ada yang komplen tentang listrik padam“, gitu kata teman saya sambil nyengir asem. Ini perusahaan mo dibikin untung ato engga. Award dan punishmentnya timpang. Kita sebagai konsumen harus bayar tepat waktu. Jika telat, didenda. Jika PLN ga bisa suplai, apa punishment-nya?

Saat ini, saya merasa kebijakan PLN adalah kebijakan pasrah. “Kalo gas ga ngalir, ya pemadaman bergilir”. Atau, “menggunakan bahan bakar minyak jenis MFO-HSD ( Marine Fuel Oil -High Speed Diesel ), tapi hanya mampu menyuplai listrik 77 mega watt dari yang dibutuhkan 223 Mega watt [http://www.tempointeraktif.com]”. Perlu ada tindakan2 pencegahan yang lebih baik dan dievaluasi supaya ga mengecewakan pelanggan. Apakah PLN ga ingin memenangkan ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award)? Apa perlu di-class action saja biar ada perbaikan signifikan?

ATB (Air Tirta Batam adalah penyedia air bersih di Batam) juga menggunakan listrik untuk menyalurkan air ke konsumen. Pemadaman listrik juga berarti air jadi ‘susah’ mengalir, karena pompa2 ATB menggunakan tenaga listrik yang mana disuplai PLN juga . Sehingga, lengkap sudah ‘penderitaan’ masyarakat Batam. Kembali ke jaman batu.

update (24 May 2009, 21:55) :
saya diberi tau istri saya bahwa menurut berita disini, pemadaman listrik diminimalisir. Sampe update ini ditulis, belum ada pemadaman lagi. Terima kasih pada siapa pun itu yang sudah mengusahakannya. ^_^