Tags

, ,


Ini pengalaman gw waktu ikutan lomba blog. Ga ada hubungannya dengan lomba blog, hanya saja ada peristiwa menarik selama periode itu. Consider this facts; gw  bukan  design engineer, hanya saja pernah bergaul dengan design engineer. Jadi sedikit kecipratan ilmu nya lah…🙂

20 April 2009
Seorang rekan datang, “Cak, tolong dong itungin ini. Yang lain lagi sibuk nih. Cuma lu yang bisa nolongin”. Melihat muka melasnya, gw ga tega. Padahal di meja gw, uda ada 2 calculation sheet dengan gelar URGENT and coming from VVIP.
Gw iyakan saja. Setelah diterangkan sebentar, gw terusin kerjaan gw yang belum selesai. Datang sebuah email dengan tanda ! di depannya dari seseorang dengan domain berbeda. Client rupanya. Sebagai customer service yang baik, maka email itu kubaca saat itu juga. Ah, rupanya minta konfirmasi dan minta segera dijawab. Kuteruskan pada yang berwenang mohon petunjuk. Tentu saja, dengan tititipan, “Tolong segera dong, Mbak”.

Hari beranjak sore. Ketika matahari mulai terbenam, kubikal itu mulai sepi juga. Badan uda mulai ga bisa diajak kerjasama. Lomba blog itu menguras ketahanan gw pelan2. Otak sudah penuh ide, badan lemas, mata panas. IE sudah menggoda di depan mata, “Come on, type google, push search and look what you get“. Dasar setan !! Alhamdulillah, selesai juga 2 kalkulasi itu.

21 April 2009
Gw mulai baca permintaan sang rekan. O..o..ini tampaknya mudah. Tapi entahlah gw punya perasaan, kayaknya ga semudah yang gw pikirkan pertama kali. Sialan training full day hari itu. Di tengah hari, si klien bertanya lagi, “I need it by today. Could you help me, please?”. Ah, sialan ngemis pulak. Gw ga enak aja, karena gw sendiri sering ngemis sama dia. Belum ada tanggapan di hari itu. Si rekan bertanya tentang requestnya. Dia menekankan bahwa itu penting. Sangat penting, sebenarnya. Hanya saja dia cukup tau diri untuk tidak crossing border dengan mem-push gw lebih keras. Dia tau bahwa itu bukan tugas gw sebenarnya. Dia dan gw cuma bantuin project mengambil keputusan lebih cepat.

22 April 2009
Hari ini juga training, tapi cuma setengah hari. Setelah training, aku membuka ebook-ku. Kubuka chapter, “Curved Beam” dari kitab Roark Stress and Strain.Ha…gembiranya gw, ternyata primbon ini memuat kasus gw. Gw coba itung manual, kok ga sip ya hasilnya. Teman gw kembali lagi dan bertanya, “Uda politis nih masalahnya, mereka ga akan gerak tanpa backup calculation itu”. Oh, God. I don’t need more pressure. Gw serba frustasi, dan mulai panik. Gw akhirnya nyerah. Gw tau diri, bahwa gw tidak punya kemampuan untuk itu, mendingan konsultasi ke ahlinya. Gw tanya2 ke design engineer yang gw anggap tau. Sialnya, dia juga uda separo lupa dan rada ga yakin dengan spreadsheetnya. Gw minta aja spreadsheetnya.

Malam hari, gw pelajari primbon keparat itu. Badan semakin tidak bisa berkompromi. Uda mulai nyeri kepalaku, akibat kurang tidur. Lomba blog uda tinggal 3 hari lagi dan gw uda semakin kekurangan bahan. Tentu saja, ga akan menolong jika gw kecapekan dan sakit. Gw masih ga yakin dengan hasil kalkulasi itu. Gw oprek spreadsheet itu, muncul suatu angka. Memang benar secara matematika. Secara logika? I don’t think so.

23 April 2009
Salah seorang trainer pernah berucap pada saya, Sometimes, a leader has to make to a decision eventhough he is not pretty sure about it. A good leader will decide eventhough he has only 70% confidence”. Alasannya, itu karena momentum. Jika menunggu hingga yakin, bisa jadi momentumnya sudah hilang. Trainer yang lain mengatakan, “Stress will relieved when you decide your action”. Karena otak sudah mendapat jawabannya. Dia sudah puas dengan jawaban itu.

Itulah yang akan gw lakukan pagi itu. Bangun pagi, sarapan, gendong Anggun sebentar, dorong2an ama Rizqi dan mencium istri tercinta, gw uda ngambil keputusan. Gw ga akan menyelesaikan kalkulasi absurd itu. Waktunya terlalu pendek, tugas banyak yang terbengkalai gara2 baca primbon favorit para design engineer. Gw meyakini satu hal, bahwa gw sudah punya cukup data dan ga akan menunggu hingga gw yakin 100% tentang keakuratan kalkulasi itu. Gw yakin, jika pagi itu ga ada feedback dari gw, maka salah satu bos akan murka. Halah, berlebihan🙂 . Gw kirim email ke teman gw mengatakan dengan jujur bahwa gw tidak punya cukup waktu. Dengan berdasar data dari spreadsheet yang ragu2, manual calculation yang tidak sebarapa gw pahami dengan bener, plus kalkulasi tambahan, gw bilang, “Gw ga rekomendasi model ginian. Ga akan kuat, dan ga seberapa aman. Gw lebih suka model yang pernah didesain sebelumnya”.

Fuh, ada benernya omongan para trainer itu.🙂