Tags

, , , , , ,


4Saya heran juga kenapa orang Batam itu alergi ama sesuatu yang bernomer 4. Jika ada rumah yang berurutan nomer 4 (biasanya dalam perumahan nih), maka rumah itu bernomer 3A. Kemudian dilanjutkan dengan nomer 5. Selidik kiri dan kanan, ternyata ada jawaban logis bermuatan mistis disitu. Ini berkaitan dengan budaya hokkian dimana etnis ini juga tinggal di pulau yang luasnya 715 km2.

Kebanyakan (ga semuanya) developer perumahan di Batam ber-etnis Tionghoa Hokkian. Dalam bahasa Hokkian, 4 dilafalkan si. Demikian juga kata “mati”, dilafalkan si. Begitu pula dengan nomer 14 yang dianggap buruk juga karena dilafalkan 十四 “shí sì”. Terdengar mirip dengan kata yang berarti mati sepuluh kali (waks…). Bisa juga dilafalkan 么四 “yāo sì”, yang harfiahnya adalah satu empat dan juga terdengar seperti pengen mati 要死 “yào si. Sehingga, segala yang mengandung nomer 4 itu berkonotasi negatif, tidak mengundang untung (hoki). “Kebencian” terhadap terhadap segala yang berbau nomer 4 itu disebut Tetraphobia. Makanya ga ada rumah nomer 14, 24 dan seterusnya. Takhayul ini TIDAK berlaku dalam budaya mandarin karena, 4 dalam bahasa mandarin = se, sering diucapkan sebagai hi (kebahagiaan) dan angka 44 = kebahagiaan ganda (sang hi). Mungkin dengan alasan itu, para developer ini meniadakan nomer 4 dari peta perumahan. Biar tidak mendatangkan keburukan pada bisnisnya dan begitu pula harapannya pada penghuninya.

Karena masyarakat Batam juga heterogen dengan berbagai suku bangsa dari bangsa Indonesia sendiri sampe Filipino, Singaporean, India hingga bule (Aussie, American, de el el) yang mana terjadi asimilasi budaya. Triskaidekaphobia yang berasal dalam budaya western juga dipercaya disini. Takhayul ini beranggapan bahwa nomer 13 mendatangkan keburukan. Maka, tidak ada rumah bernomor 13 di Batam. Karena angka 13 dan 14 berderetan, maka biasanya ditulis 12A dan 12B.

Berkebalikan dengan 2 angka di atas, angka 8 adalah angka keberuntungan 捌 karena bunyinya yang mirip dengan kata, “kemakmuran” ato “kekayaan” 發 ;发 (“fa”). Konon katanya, plat mobil nomer 8 (dan yang berbau 8 misalnya 88 ato 888 dsb) sangat mahal di Batam. Kepercayaan ini juga berasal dari negara leluhur etnis Tionghoa, yaitu Cina. Saking percayanya dengan angka 8, Pembukaan Olimpiade Beijing di Cina dimulai pada tanggal 8 Agustus 2008 tepat jam 8 malam, lewat 8 menit, 8 detik.

Menurut saya sih sugesti seperti ini dapat memberikan pengaruh kepada kita. Apa sih kuasanya angka2 yang tidak lebih dari sebuah code untuk mengidentifikasi.