Tags

, , , , ,


Ini cuma sekedar sharing pengetahuan ajayang suka keluyuran ke berbagai milis dan forum. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Gw berusaha open-minded. Berikut ini adalah pelajaran2 penting yang gw dapat (dan sebisa mungkin gw tidak mengulangi kesalahan yang sama).

Rule#1 – Kita cuma bertegur sapa dalam tulisan, bukan fisikal.
Ini pelajaran paling pertama yang gw dapat sewaktu ikutan milis teman satu angkatan. Kita uda bergaul dan berteman akrab selama 5-6 tahun. Hampir (dan memang ga semua) guyonan2 lawas mereka, gw uda paham. Kadang guyonannya sarkastis, kasar dan menjatuhkan satu sama lain. Toh, kita masih bisa ketawa di atas “penderitaan” orang lain. Dan,yang paling penting “No Heart Feeling”. Itu ketika kita masih2 sama sekolah dan bertatap muka. Masing2 uda ngerti gesture dan mimik teman ketika berkeberatan ato tidak suka. Ah, cuek aja…diterusin sampe si korban yang kalah…hahaha.
Ketika itu kita uda sama2 lulus sekolah. Kita cuma bertegur sapa lewat milis. Cuma beberapa orang saja yang bisa bertemu langsung karena ada kedekatan geografis. Seorang teman bertanya apa manfaat ikutan seminar Tung Desem Waringin lewat milis. Banyak feedback yang menjawab. Serius, separoh serius, dan bahkan ga nyambung. Gw waktu itu jawab, “Biar tau belangnya BC*. Nanti kalo uda tau, bisa jadi bos.” Seorang teman dengan nada tinggi menjawab, “LU LIAT TULISAN LU. LU GA MALU MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI”. Dalam email itu gw tebar emoticon. Respon itu kalo dalam dunia nyata gw sampaikan dalam nada guyon. Ternyata itu pesan implisit itu tidak sampe ke sasaran. Gw malu berat.
Lesson Learned #1:
Emoticon tidak selalu mewakili. Sebaiknya, selalu berbicara dalam konteks yang tepat itu akan lebih baik.

Rule#2 – Bertindak sopan itu selalu lebih baik
Pernah dalam suatu waktu mailing list beasiswa heboh. Ada salah satu member senior yang merasa terganggu dengan tindakan user2 lain yang tidak tau sopan santun. Ceritanya si member senior ini sering memberi tip dan trik mendapatkan beasiswa. Karena merasa cocok dengan pendekatan yang dilakukan si senior ini, beberapa member lain meminta tolong secara japri lewat YM. Sok akrab (dengan memanggil ‘lu’ dan ‘gw’), Sok tau (salah satu member melabel si senior, “Sombong ga pernah jawab message gw) dan terakhir, menganggap si senior adalah ensiklopedia tempat jawaban semua hal. Si senior merasa tindakan sok akrab itu menyinggungnya, karena beliau merasa TIDAK KENAL dengan si penyapa. Apalagi dilabelin “sombong”, waduh…tersinggung berat dia. Kesibukan dan mungkin cara bertanya yang kurang sopan itu yang membuat si senior ini mengabaikan pesan singkat itu.

Lesson Learned #2:
Tiap orang berada dalam domain yang berbeda. Perhatikan Rule #1, kita ga pernah tau dengan siapa kita berbicara. Bukan salah anda jika menganggap lawan bicara adalah sebaya dengan kita, punya banyak waktu luang dan serba tau. Anda ga pernah tau bentuk fisikalnya bukan? Bisa jadi yang kita anggap begitu adalah seorang kandidat doktor yang sangat sibuk untuk menyiapkan kuliahnya, hanya punya waktu hal2 serius dan sudah berkeluarga. Makanya selalu lebih baik bertindak sopan kepada siapapun.

Rule#3 – Ikutan aja adat istadat setempat.
Ada satu forum di Kaskus yang isinya cuma caci maki, SARA dan debat kusir, ga ilmiah dan kesannya mengada-ada. Yak…jika anda seorang kaskuser pasti familiar dengan thread FIGHT CLUB ato FC. Gw ga menikmati diskusi itu. Tapi ada orang2 tertentu yang merasa mendapat kepuasan batin dengan bertarung di FC. Ini mungkin mirip kepuasan gw ketika dapat kenaikan gaji. Hanya di thread ini, caci maki bertebaran. SARA dihalalkan. Di thread lain, bisa kena timpuk bata merah. Ibaratnya, anda sudah disediakan WC untuk tempat kencing. Jangan coba2 kencing di ruang tamu ato kamar tidur (kecuali ngompol). Gw sendiri ga setuju dengan forum itu. Tapi, gw memilih untuk menjauhi forum itu dan tidak coba2 “kencing” di thread lain. Begitu juga ada dengan mailing list ato milis. Tiap milis punya aturan. Ikutan aja. Ga ada ruginya kok dengan bertindak sopan.

Lesson learned #3.
Jika kita masuk dalam komunitas, maka kita harus MAU at TIDAK MAU, mengikuti adat istiadatnya. jika dirasa tidak cocok, ya jangan ikutan komunitas itu. Cari aja yang cocok. Aturan yang sama juga berlaku di dunia maya. Mengutip ucapan orang bijak, “You give respect. You get respect.

Yang terakhir ini, bukan suatu rules. Tapi sekedar himbauan dalam berkirim email.
Please deh jangan biasakan Jorok posting, yaitu:
Subjek dan isi tidak berkaitan sehingga Out of Topic
One-line posting.
Me-reply semua message tanpa berusaha mengedit bagian2 yang diperlukan.

Ga semua orang punya bandwith besar. Bisa anda bayangkan seseorang yang haus informasi mengakses internet di warnet. Berusaha menggali informasi pelan2…dengan membuka email satu persatu. Dan dia menjumpai banyak email yang berkategori diatas, bisa anda bayangkan perasaannya?