Tags

, , ,


Beberapa hari terakhir ini, Si Anggun suka banget menangis. Menangis tiba2 dan keras sekali. Padahal, uda kenyang minum susu, engga pup (BAB), ato kedinginan/kepanasan. Suhu badan pun normal, sehingga kita berani men-judge si Meutia ini engga sakit. Apa anak ini kesambet? (kerasukan roh jahat, gitu…). Mami Iqi bilang, “Anggun kena kolik.”

Apa itu kolik?
Yang jelas tidak terbuat dari pisang dan santan. Yang itu namanya kolak pisang.🙂 Kolik adalah keadaan dimana bayi menangis terus-menerus secara berlebihan ( lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Gangguan ini bisa terjadi sejak si kecil lahir sampai usia 3-4 bulan. Itu sebabnya, dikenal juga istilah “kolik tiga bulan”. Bayi yang meminum ASI ataupun susu formula dapat mengalami kolik. Sekitar 30% bayi sehat pernah mengalami kolik.

Apakah sebabnya?
Tak seorang pun yang tahu persis apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan.
Ada yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktosa, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik yang disebabkan kepekaan terhadap salah satu makanan dalam ragam makanan ibunya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa bayi menangis dan rewel karena menelan udara terlalu banyak pada waktu makan. Menurut pendapat lain, kolik terjadi karena bayi memiliki kepekaan aneh terhadap stimulasi.
Dr. Barbara Prudhomme (dokter anak University of New Hampshire) menduga kolik diakibatkan adanya semacam korslet atau gangguan arus listrik ringan di jaringan otak bayi yang tidak membahayakan kesehatannya.

Apakah gejala dan tanda2nya?

  • Bisa muncul kapan saja, tapi menjelang malam hari ato tengah malam.
  • Berlangsung rutin setiap hari, pada waktu yang hampir sama selama beberapa minggu
  • Tangisan lama dan panjang. Baru berhenti setelah berjam2 (biasanya 3 jam) karena bayi kecapekan dan mengantuk.
  • Selama menangis, wajah bayi memerah, kaki dan tangannya ditarik kea rah perut sehingga tubuhnya melengkung.
  • Suaranya kencang dan melengking seperti jerit kesakitan
  • Telapak tangan mengepal dan dingin. Kaki pun dingin
  • Sering kentut.

Bagaimana cara mengatasinya?

Harvey Karp. MD memperkenalkan cara baru mengatasi kolik lewat bukunya “The Happiest Baby on the Block”

  • Swaddling: Membedong bayi dengan kedua tangan ikut terbungkus selimut. Awalnya bayi akan menangis lebih keras, tapi lama kelamaan akan mereda.
  • Stomach Holding: Menggendong bayi dengan posisi telungkup menghadap bawah. Tangan anda menyangga perutnya.
  • Swinging: Memangku bayi sambil menggoyang-goyangkan kedua kaki secara perlahan dan terus menerus berirama.
  • Shushing: Mengucapkan “ssh…ssh…ssh” sekeras mungkin di telinganya, untuk mengimbangi suara tangisnya. “Sssh” merupakan suara yang mirip dengan suara yang dia dengar selama di rahim.
  • Sucking: Terus memberi ASI. Jika dia menolak mengisap puting payudara Anda, berikanlah ujung jari kelingking Anda atau empeng untuk dia hisap.