Tags

,


Salah seorang teman dekat saya harus nginep di hotel. Dan baru bisa check in setelah 4 jam menunggu. Bukan karena hotelnya brengsek, justru hotelnya baiikkk banget. Dia minta kamarnya tidak menghadap bangunan tua yang ada di depan hotel itu. Saya kurang tau, apa alasan yang dia ceritakan pada CS hotel itu. Yang jelas dia bilang (sambil berbisik), “Masak lu ga tau kalo bangunan itu ‘berpenghuni’. Gw ga mau liat lah”.

Seorang India mendengar alasan ini. Dan dia pun mengutarakan pendapatnya, “Hantu? Ghost? Ah…(sambil melambaikan tangannya)… I don’t believe that ghost is exist”. Saya sendiri sudah banyak mendengar alasan orang Indonesia (tepatnya: Jawa), yang memang kental dengan aroma magis, kenapa dia percaya dan kenapa dia tidak percaya pada paranormal activity ini. Saya pun tertarik mendengar pendapat beliau (orang asing dan dia ini bos saya) tentang ghost.

Dia tidak percaya adanya hantu karena:

  1. Why ghost appeared in specific time and place? If he is so powerful, he can come anytime.
  2. Ghost is exist in our mind not in reality. Usually when the wind blows, dark, you feel lonely and starting scared. Then your mind start creating ‘something’ and you think you see ‘something’. That’s how you see (or you think see) the ghost.

Hmmm…pendapat yang masuk akal. Keliatan kalo dia adalah skeptis terhadap kehidupan ‘lain’. Saya sendiri tidak membantah karena pernyataan pertama memang benar. Menurut hikayat yang diceritakan orang2 yang pernah melihat, hantu muncul di waktu tertentu (biasanya tengah malam sampe subuh). Tempat munculnya pun spesifik, hantu muncul di kuburan, bangunan tua dan belum pernah muncul di pasar. Trus gimana dengan yang tertangkap kamera di acara ‘Dunia Lain’? Kan syutingnya di daerah angker. Itu adalah bukti bahwa hantu cuma berkuasa di daerah “tertentu”.

Pendapat nomer dua pun bisa jadi ada benarnya secara logika. Angin juga bisa jadi tertuduhnya. Angin yang bertiup juga dingin. Tubuh kita menjadi siaga (fight-or-fight response) terhadap sesuatu yang akan terjadi kemudian. Tubuh kita bereaksi dengan detak jantung yang cepat, hembusan napas yang cepat, berkeringat dingin, membuat bulu roma (cutis anserina) di sekujur tubuh menjadi berdiri dan naiknya tekanan darah. Ini yang membuat kita tertekan tanpa sadar. Angin juga menggerakkan sesuatu. Benda apapun akan bergerak2 jika tertiup angin (apalagi yang tidak dikunci dengan benar). Apalagi, angin jika masuk lubang2 tertentu (lubang angin, misalnya) juga akan menimbulkan suara melengking. Suara dan gerakan menimbulkan persepsi dalam benak kita bahwa ada ‘sesuatu’ bersama kita. Hanya saja kita ga liat apa itu. Apalagi dalam suasana gelap, dan sendirian, kita hanya bisa menduga2. “People always afraid of what they don’t know”, begitu kutipan yang cuplik entah dari film yang sudah lupa judulnya. Mengira2 sesosok yang tak berwujud, bisa bersuara dan punya kuasa untuk menggerakkan benda. Intinya, kita ini ditakuti bayangan kita sendiri.

Saya tidak menafikan adanya kehidupan ‘lain’. “Tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Ku”, begitu kutipan ayat suci (saya lupa surat dan ayatnya). Mungkin mereka yang usil itu adalah jin2 itu. Wong manusia ada yang usil, jin tentu juga ada yang usil. Masalah hantu? Sampe hari ini, saya sendiri belum pernah ketemu. Tapi saya percaya bahwa memang ada kehidupan berdimensi lain.