Tags

, , ,


Google meng-upgrade Google Earth dengan peta lautan. Sebenarnya Google Earth sendiri telah memasukkan lautan ke dalamnya. Hanya saja kurang lengkap. Dalam tambahan baru ini, layer2 baru akan ditambahkan ke dalam software ini. Termasuk di dalamnya tempat berselancar yang bagus, bathymetri, lokasi bangkai kapal bahkan kumpulan phytoplankton. Kita bisa mengeksplorasi data mengenai lautan termasuk diantaranya video dan kuis. Seperti biasa, info2 yang kita dapatkan tentu saja dikemas secara umum. Tidak terlalu teknikal yang mungkin hanya dimengerti beberapa kalangan.

Konon katanya, layanan ini timbul dari “tantangan” ahli kelautan ternama, anggota National Geography Society, Sylvia Earle kepada John Hanke, Director of Google Earth and Maps di Madrid beberapa tahun sebelumnya. “I said, I hope someday, John, you’ll finish [Google Earth]. You’ve done a great job with the dirt, but there’s all that water out there—the world is blue.” Dalam mengembangkan fitur baru ini, Google Earth bekerja sama dengan Sylvia Earle sendiri dan beberapa lembaga pemerhati kelautan.

Bumi sendiri 70% diantaranya diisi dengan lautan dan hanya 1% diantaranya adalah area dilindungi. Tapi, tingkat kepedulian masyarakat mengenai kelautan juga dirasa kurang. Padahal, lautan adalah penyumbang terbesar oxygen, ikan2 berprotein tinggi yang kita makan dan punya andil terhadap perubahan iklim. Harapan dari pengembang dan pemerhati lingkungan ini adalah semakin banyak data ato informasi yang bisa diberikan pada semua orang dan akan meningkatkan tingkat kepedulian lingkungan khususnya tentang kelautan. Tak kenal maka tak sayang bukan?

Beberapa foto yang ada disini adalah hasil capture yang dipublish oleh National Geographic.