Tags

, , ,


Kemaren saya melanjutkan proses pengurusan administrasi akte kelahiran Anggun. Langkah selanjutnya adalah pergi ke Dinas Catatan Sipil Batam di Sekupang. Banyak teman2 saya lebih suka pake jasa calo yang super cepat dan hemat waktu. Jadi, mereka juga ga ngerti dimana itu kantor catatan sipil. Pergi ke situs pemko Batam pun tidak banyak menolong karena cuma dikasih alamat. Perlu riset lebih banyak lagi, supaya bisa langsung ke TKP ga pake kesasar.

Setelah nanya sana-sini, ternyata kantor Catatan Sipil Batam itu ada di Sekupang, dekat Gedung Beringin. Bagi fans berat Google Earth, disini koordinatnya 1° 6’46″N – 103°56’59″E

Formulir pendaftaran harus dibayar dengan ongkos Rp. 5000. Ketika saya mengamati suasana kantor, saya tidak menemukan pengumuman persyaratan pengurusan dokumen ataupun proseduralnya.Setelah saya buka formulirnya, ternyata persyaratan itu ada ditulis di bawah. Sebaiknya ada papan pengumuman yang berisi informasi2 itu. Persyaratannya adalah:

  • Surat Keterangan Lahir dari Rumah Sakit, Klinik ato Bidan
  • Surat Kelahiran dari Desa ato Kelurahan
  • Fotokopi KTP suami-istri serta KK
  • Fotokopi akte nikah
  • Fotokopi KTP dari 2 orang saksi.

Ternyata,kita harus melengkapi dengan identitas 2 orang saksi dilengkapi dengan fotokopi KTP sebanyak 1 lembar masing2. Saksi tersebut harus selain dari orang tua. Saya disarankan oleh petugas untuk bertukar saksi saja dengan orang lain yang kebetulan sedang mengurus akte juga. Saya dan Mami Iqi menjadi saksi untuk beliau, begitu sebaliknya. Next question, sapa yang tanda tangan atas nama istri saya dan dia? Dipalsukan? Mungkin kalo pas lagi rame, kita jadi banyak pilihan.Akhirnya saya memilih pulang saja. Saran yang ‘aneh’ walaupun memang menguntungkan dari segi waktu.

Saya (C) bertanya, “Jika saya sudah memenuhi semua persyaratan, kapan saya bisa mendapatkan akte kelahiran itu”.
Petugas (P): “Anaknya umurnya berapa, pak?”
C: “Satu bulan, pak”.
P: “Oh, bisa itu pak. Nanti bisa cepat.”
C: “Seberapa cepat? Kapan?”
P: “Nanti kan ada di tanda terimanya.” *Oh, God. Saya kan ga nanya dapat tanda terima ato tidak*
C: “Menurut prosedurnya, prosesnya diselesaikan dalam berapa hari, pak? 1 minggu hari kalender? 2 minggu hari kerja?
P: “2 minggu, Pak”

Note: saya jadi ngerti kenapa papan pengumuman itu ga ada. Takut ditagih kalo ga tepat waktu.🙂

Update 7 february 2009
Jangan lupa yang satu ini juga loh. Ini info yang saya dapat kemaren:

  1. Jika umur anak sudah satu tahun, maka prosedur pembuatan akte kelahiran harus disertai surat dari pengadilan negeri. Jadi prosedurnya dari pengadilan negeri dulu baru ke dinas kependudukan.
  2. Surat nikah harus dikopi dengan fotonya. Susah cari fotokopi disana.🙂

Saya dijanjikan akte kelahiran akan selesai pada tanggal 20 february 2009 (tepat 2 minggu). Mari kita tunggu kebenarannya.

Tahap sebelumnya di mengurus-akte-kelahiran-di-batam

Update 21 Maret 2009

Setelah kelupaan 2x, terkendala hujan dan males :p , akhirnya kesampean juga ngambil aktenya Anggun. Tinggal nyerahin kopi form akte kelahiran di loket pengambilan akte. Tunggu 5 menit dan akte diserahkan. Wait the minute…ternyata Anggun ditulis anak ke-satu, padahal dia anak ke-dua. Saya pun complain. Setelah dicek ternyata saya salah tulis di form pendaftaran. Jadi si petugas ya ga salah karena uda ngikutin yang tertulis di form. Hehehe…

Si petugas ngambil aktenya lagi. “Silakan ditunggu aja, pak”, katanya. Setelah 10-15 menit, akhirnya dipanggil. “Silakan, pak”, kata petugasnya sambil nyerahin akte. Akte saya teliti ulang dan ga ada kesalahan. “Kekeliruan” itu dibenerin dengan cara menempel kata “dua”. Hasilnya pun bagus. Perfecto. Karena kalo kita cermati bener2, baru keliatan. Saya uda dag-dig-dug mengira bakalan kena charge tambahan. Ternyata tidak ada.

Akte itu ditanda-tangani tanggal 9 Feb. Mungkin bisa diambil sebelum tanggal 20 Februari sebelum yang mereka janjikan.