Tags

, , , , ,


Ketika masuk rumah sakit, sebelum mami melahirkan, pihak RS menawarkan mengurus akte kelahiran. Beliau cuma mensyaratkan fotokopi KTP suami-istri, KK dan akte nikah. Dengan membayar ongkos Rp. 135000, maka dalam waktu seminggu (katanya) akte kelahiran sudah siap. Saya mendiamkan tawaran itu. Waktu itu, saya belum nyiapin nama lengkap buat Anggun. Disamping itu, saya juga ragu2 tentang keabsahan akte kelahiran yang diurus orang lain.

Yang bikin ragu2 adalah, siapa mem-verifikasi data dari suami-istri itu. Bukankah data itu di-verifikasi dengan menggunakan surat pengantar RT dan RW? Jika prosesnya sudah tidak benar akan menghasilkan output yang cacat hukum, bukan? Dalam kasus saya, tentu saja semua surat2 itu tidaklah fiktif karena saya urus sendiri semuanya. Sayang dong, jika di kemudian hari ketauan kalo akte kelahirannya palsu karena ga diurus sesuai prosedur. Dalam kasus lain, bagaimana kalo KTP, dan KK adalah “tembakan” alias berdomisili secara fiktif, yang bisa dimanfaatkan oleh para kriminal. Bagaimana pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap keabsahan status anak?

Saya memberanikan mengurus semua proses administrasi dengan tujuan pengen mengetahui proses2nya. Sehingga, kita bisa mengkritisi kelayakan layanan publik. Selain itu, bisa buat bahan posting kan?

Syarat pengurusan akte kelahiran adalah:

  • Surat pengantar dari RT/RW
  • Surat keterangan kelahiran dari Rumah Sakit
  • Fotokopi KTP Suami dan Istri – 1 lembar
  • Fotokopi Kartu Keluarga – 1 lembar
  • Jangan lupa dokumen aslinya dibawa.🙂

Sementara proseduralnya adalah minta pengantar RT dan RW —> kelurahan —> Dinas Kependudukan. Karena Puri Legenda termasuk dalam wilayah Kelurahan Baloi Permai, maka kantor kelurahan ada di Perumahan Hang Tuah (  1° 6’21.11″N – 104° 3’27.56″E). Sementara Dinas Kependudukan Kota Batam (katanya) berada di Sekupang, depan Pengadilan. Saya ndak tau dimana itu… Nanti di-update lagi.🙂

Pas meminta surat keterangan RT/RW ini ada sedikit kerancuan.Nama siapakah yang harus saya cantumkan? Pak RT bilang nama anak saya yang dicantumkan karena dialah orang yang akan tertulis dalam akta. Sedangkan, Pak RW bilang harusnya nama saya sebagai ayah yang mengurus akte kelahiran. Alhamdulillah, ga ada masalah di kelurahan. Saya juga ga ngungkit2 masalah itu di depan petugas. Males, kalo disuruh benerin. Kira2 menurut sampean lebih bener yang mana?

Di kelurahan, kita cuma diminta mengisi formulir Surat Kelahiran untuk arsip kelurahan/desa. Tidak lebih dari 20 menit, proses itu selesai dan tidak dipungut biaya apapun.

Tahap sebelumnya di mengurus-akte-kelahiran-di-batam-2