Tags

, , , ,


Duh, bejatnya Israel. Tak bosan2nya menyerang Palestina. Negeri kere yang cuma punya milisi Hamas. Cuma dapat simpati negari Barat. Banyak dukungan dari sodara sesama Muslim. Bahkan tak sedikit yang menyanggupi berdiri di garis depan menantang tentara Zionis. Tak kurang dari 434 people telah mati dan 2,240 luka-luka sejak bombardir Israel di mulai. Termasuk diantarnya pemimpin senior Hamas, Nizar Rayyan, yang terbunuh di rumahnya. Demikian kata Al-Jazeera di sini. Tanah

Berita semakin seru dan makin membingungkan. Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni, mengatakan di NY Times bahwa Hamas yang harusnya disalahkan karena Hamas, menyelundupkan senjata dan membentuk pasukannya. Hamas telah meluncurkan roket2nya ke pemukiman Israel. Saya belum ketemu ada laporan yang menyebutkan jumlah korban di pihak Israel. Untuk itulah Israel menyerang balik. Saya mengetahui dari Channel 5 Singapore, bahwa Israel ingin membuktikan, melalui jaringan intelejennya, bahwa mereka mengincar obyek militer dengan me-launching video pengeboman di Youtube. Mereka ingin memenangkan opini publik setelah dikecam habis2an oleh negara Arab dan PBB. Ini era media dan image itu penting, Kawan. Bukan Marcella Cs, pengacara2, dan Roy Suryo saja yang memanfaatkan media. Israel juga. Sapa yang menguasai publik, maka dia sudah menguasai “kebenaran”.

Demi mengurai benang kusut sapa menyerang sapa dan tergerak oleh rasa ingin tahu, serta tidak ingin termakan media Barat yang kadang berat sebelah, maka kulanggan RSS dari 2 media ternama Timur Tengah. Al-Jazeera yang sudah terkenal anti mainstream dan Gulf News yang konon kata Hanif, adik kelas saya, adalah media terpercaya di Mid-East. Menarik mengamati perang yang berat sebelah dan ga jelas motifnya. Perang di tanah suci 3 agama besar di dunia ini selalu menyita perhatian umat.

Salah seorang teman penyuka conspiracy theory telah menunjukkan Grand Scenario gilanya. “Harga minyak naik karena suhu politik memanas di Middle East, Cak. Baca di sini. Amerika dan sekutunya ga mau rugi lama-lama. Segala cara dilakukan untuk menaikkan harga minyak mentah demi mendongkrak perekonomian. Kurang aja betul. Tak elok kelakuannya karena bersenang2 diatas derita orang.”, katanya berapi-api. Saya cuma diam. Beritanya benar begitu, tapi apa memang begitu?

Saya juga mengajak teman saya itu berdoa untuk Palestina. Saya cuma mampu berdoa saat ini.