Tags

,


Reluctant Fundamentalist bercerita tentang seorang Pakistan bernama Changez yang berhasil memperoleh “American Dream”. Lulus dari Princeton dengan predikat Summa Cum Laude, kemudian memperoleh pekerjaan di salah satu perusahaan finansial terkemuka, Underwood Samson. Dalam kondisi kompetitif internal perusahaannya pun, setelah di-evaluasi 6 bulan, Changez masih memperoleh predikat Analis terbaik diantara rekan2 seangkatannya. Pendek kata, Changez si Imigran Pakistan tergolong manusia berkualitas tinggi yang berhasil di negara Adidaya, Amerika.

Bagaimana pun, dia adalah seorang dari negara ketiga yang terbiasa hidup hemat. Dalam perjalanannya ke Yunani, Changez selalu gusar terhadap kelakuan rekan2 seperjalanannya. Changez membiayai perjalanannya dengan bonus penerimaan yang diterima dari firma tempatnya bekerja. Sedangkan rekan2nya menggunakan hadiah kelulusan dari orang tuanya. Disini dirinya bertemu dengan Erica yang akan menjadi tokoh utama kedua yang akan mempengaruhi kisah hidupnya di belakang hari. Erica digambarkan sebagai gadis yang rupawan, cerdas, punya koneksi tingkat tinggi dan rapuh. Di awal cerita akan digambarkan bagaimana Changez berusaha mengambil hati Erica. Juga, bagaimana perjuangannya memperoleh predikat terbaik di Underwood Samson.

Semuanya dimulai berubah di saat WTC diserang. Changez mulai kebingungan dengan identitasnya. Di satu sisi dia merasa senang ketika landmark Amerika itu hancur, di sisi lain dia adalah produk universitas Amerika, bekerja di perusahaan Amerika dan jatuh cinta dengan wanita Amerika. Kejatuhan WTC adalah awal mula titik balik kehidupannya. Teror 9/11 telah membangkitkan kenangan buruk pada Erica. Amerika mulai menyerang Afghanistan, negara tetangga Pakistan. Hubungan internasional India dan Pakistan juga mulai memburuk. Changez semakin dipaksa keadaan untuk menegaskan identitasnya. Apakah dia seorang Pakistan ato Amerika?

Alur diceritakan dari sisi orang pertama, Changez sendiri, kepada anda sebagai teman bicara sambil ngemil di restoran. Untuk itulah Mohsin Hamid kadang2 membuat kita “mengalihkan perhatian sejenak” pada kondisi luar. Menarik juga jalan ceritanya, walaupun kadang2 gw sedikit boring. Untungnya novelnya tipis sehingga ga berkepanjangan bosennya. Kebetulan, gw baca versi terjemahannya. Si penterjemah menurut gw berhasil menyampaikan cerita dan pesan utamanya. Walaupun dari beberapa kalimat, mungkin gw ga mudeng apa maksudnya. Tapi itu bisa dimaafkan lah, namanya juga terjemahan. Susah cari padanan kalimat yang sama 100%. Dan untungnya buku ini diberi title yang sama dengan aslinya plus tagging “Lelaki yang Terbuang”.Gw susah membayangkan apa terjemahan yang cocok dan menarik dari frasa The Reluctant Fundamentalist.

Mohsin Hamid sendiri lulus dengan Summa Cum Laude dari Princeton 1993. Sekarang tinggal di London dan juga menjadi part-time consultant. The Reluctant Fundamentalist memperoleh penghargaan Notable Book of the Year dari New York Times di tahun 2007 berikut penghargaan2 lainnya.