Tags

, , , , ,


Ini buku petualangan di dunia para ksatria. Di suatu wilayah yang terbagi menjadi 2 negeri besar, Dagonaut dan Unauwen. Kisahnya dimulai dari seorang remaja bernama Tiuri yang berdiam di kapel, merenung dan berdoa memohon kekuatan untuk melaksanakan amanat, sebelum diangkat menjadi salah satu ksatria Dagonaut esok paginya. Salah satu pantangan adalah tidak mengindahkan gangguan di luar selama berdiam. Tak disangka gangguan itu datang. Permintaan tolong dan darurat dari seorang tua. Tiuri mengambil resiko dengan mengabaikan larangan itu dan berangkat menolong seorang ksatria besar Negeri Unauwen yang sedang sekarat. Sang ksatria Hitam (ini julukannya) menitipkan sebuah surat pada Raja Unauwen dan memperingatkan, “Banyak bahaya akan mengancammu”. Kemudian dimulailah petualangan panjang Tiuri, seorang remaja, sendirian menerobos bahaya. Mengunjungi tempat2 asing, bertemu kawan dan lawan, dan bertempur jika diperlukan.

Banyak moral story yang diambil dari kisah ini. Menjaga amanat itu penting, kalo perlu jagalah dengan nyawamu. Berprasangka positip itu baik, karena bisa jadi itu menyelamatkan nyawamu. Tiuri mengajak pembunuhnya untuk berjalan bersama, sesuatu yang si pembunuh tidak sangka-sangka. Si pembunuh jadi susah bertindak karena gerak-geriknya langsung bisa dideteksi.

Jika Enyd Blyton dengan Famous Five-nya (Lima Sekawan) menawarkan kisah petualangan yang simpel. Harry Potternya JK Rowling dengan kompleksitas kisah magis yang menurut gw rada susah dicerna anak2. Maka Surat Untuk Raja ini lebih condong jadi kisah yang simpel. Ga ada sesuatu yang perlu dicerna lebih dalam lagi. Ga terlalu banyak kejutan. Cocok jadi buku anak2 walaupun terlalu tebal juga. Untuk buku yang terdiri dari 8 bab, kisah ini sudah selesai di bab ketujuh. Secara umum, menurut gw ini buku yang bagus dan pantas dibaca oleh anak-anak. Gw baca versi terjemahan bahasa Indonesianya. Banyak kata2 yang baru pertama kali gw baca. Diantaranya, Sipangkalan, Barid, Pusu dan banyak lagi. Si penterjemahnya membantu kita dengan beberapa footnote supaya kita punya pemahaman yang sama.

Surat Untuk Raja (De brief voor de koning) ini buku yang ditulis oleh Tonke Dragt di tahun 1962. Mendapat penghargaan Gouden Griffel untuk Buku Anak-anak terbaik di Belanda periode 1955 – 2004. Menurut Wiki, Antonia Johanna Dragt lahir di tahun 1930 di Batavia, East Indies (Jakarta, Indonesia). Sempat menjadi tahanan Jepang di tahun 1942, kemudian kembali ke Belanda setelah perang. Gw ngerasa Dragt masih terbawa suasana Indonesia. Penjaga kastel Mistrinaut bermain catur ketika berjaga. Sesuatu yang ga pernah gw baca dalam buku manapun yang ditulis penulis asing. Kita bisa jumpai pada penjaga siskamling di negeri kita yang bermain catur untuk membunuh waktu. Mungkin gw salah. Well, I’m just saying what I am thinking. If you disagree with it, just write a comment.