Tags

, , ,


somebodywhoneedadvice (11/4/2008 10:33:22): hii, cak…
cak topan (11/4/2008 10:33:27): hi
somebodywhoneedadvice (11/4/2008 10:33:40): hmm…mau cerita dikit boleh ya..
cak topan (11/4/2008 10:34:25): silakan
somebodywhoneedadvice (11/4/2008 10:34:48): kemaren saya da test medis untuk penerimaan pegawai di bank DKI, ternyata saya tunggu2 hasilnya sampe 2minggu lebih kok ga da jawaban, ternyata pas saya konfirmasi ke bank dki, ternyata saya ga lolos karena minus mata saya tinggi..memang saya pk kacamata minus 6..
somebodywhoneedadvice(11/4/2008 10:35:18): yah, skrg saya jd bingung apa ada perusahaan yang mau menerima pegawai dengan minus mata tinggi…
somebodywhoneedadvice (11/4/2008 10:35:24):😦

Online buddy saya curhat kayak diatas. Saya bingung juga jawabnya. Jujur, saya ndak tau jawabannya.

Untuk menjawab ini kita liat saja pengalaman orang lain. Kita pilih yang pernah gagal dan sekarang uda sukses. Ada seorang teman yang ga sukses di akademis. Ngulang kuliah mektek 5 kali !! Bah, aib betul. Dia bukannya ga paham konsepnya. Dia kerja keras untuk ngejar ketertinggalan. Cuma selalu telat kalo ngumpulin kertas ujian. Gw cuma bilang, “Lu ga bakat sekolah. Lu bakatnya jadi pekerja handal”. Eh, sapa sangka dia 5 taun kemudian bekerja di salah satu konsultan asing terkenal. Terbukti karirnya mulus di perusahaan tersebut.

Satu lagi, teman yang lain gagal berkali-kali waktu tes perekrutan tenaga kerja. Selalu gagal di tahap pertama, psychotest. “Tuhan lagi nyiapin yang terbaik buat gw”, katanya sambil ketawa. Dia sendiri tetap positif thinking dan terus mencoba. Sapa sangka, setelah 2 taun kerja di kontraktor kecil, (dengan gaji kecil dan segudang masalah) eh dia sekarang uda bekerja di salah satu perusahaan asing dengan gaji dolar, insentif dan lain2nya. Subhanallah.

Yah…kita cuma harus positif thinking bahwa yang terbaik itulah yang diberikan oleh Allah.

*Namanya saya samarkan. Biar ndak malu yang punya ID. Good Luck for you, sis*