Tags

, ,


Duh…kata2nya indah sekali. Bisa bikin 2 insan yang sedang dimabuk cinta, tambah melayang-layang sampe surga di langit ketujuh. Tapi gimana kalo kata-kata itu diulang-ulang sampe 57 kali dalam tempo 4 menit. Hih… bikin mual, eneg dan bertanya-tanya, “Lu beneran cinta gw ato obsesif sih? Ga usah segitunya kali…” Jadi jangan coba-coba me-looping pernyataan cinta lu ya…
Tapi kalo Melly yang bikin syairnya, trus di aransemen manis. Nadanya dibuat ga monoton. Mendesah2, dengan sedikit memohon di awal lagu, kemudian berganti dengan irama riang gembira di tengah lagu. Iramanya dicampur2 kayak gado-gado. Sedikit ngepop, dibumbui distorsi gitar beraroma rock, ada disko2nya dikit. Gw rasa Melly uda berhasil menyampaikan suasana jatuh cinta itu pada pendengarnya. Perasaan orang jatuh cinta kan campur2 … memohon2, takut ditolak, tapi juga bikin hepi, sampe pengen meloncat2 dan berdansa.
Istri saya bilang, “The title is self-explanatory about the lyrics. The shortest lyrics ever…” Lagu ini kayaknya ga bakalan muncul di acara Missing Lyrics di Trans TV. Pertanda Melly uda abis inspirasinya? No, I dont think so… Jika orang lain bikin lirik kemudian di-looping kayak gini, belum tentu hasilnya bagus. Dari dulu Melly uda terkenal bikin lagu yang minimalis. Dan kali ini masih berhasil. Semua karena Melly Factor.