Tags

, , , ,


Masih dari Olimpiade. Kali ini kisah pencapaian seorang manusia ikan dari Amerika. Datang sebagai kandidat kuat peraih emas dan menetapkan target 8 emas dalam satu Olimpiade. Michael Phelps, 23 tahun. Hingga berita ini ditulis telah meraih 7 medali emas. Menyamai rekor Mark Spitz of USA yang meraih 7 emas di Olimpiade Munich, 1972. Saking perkasanya si doi, dia meraih emasnya seraya memecahkan rekor.

Salah satu yang paling dramatis adalah perlombaan di nomer 100 M gaya Kupu-kupu. Pada 50 M pertama, Phelps tidak kelihatan sama sekali di 3 besar. Milorad Cavic of Serbia, unggul di tempat pertama. Tapi menjelang akhir lomba, Phelps seakan2 meluncur bagaikan Hiu kelaparan. Mengejar ketertinggalan dan menjelang 1 M sebelum finish, Phelps menambah satu kayuhan. Phelps menang dengan catatan waktu 50,58 detik dan unggul 0.01 detik di atas Cavic !!! Photo finish yang berbicara.

0.01 detik, bisa berarti satu kedipan mata, dan Cavic harus puas dengan peraknya. Dalam kacamata awam, Cavic dan Phelps punya kualitas yang sama. Bedanya, Phelps lebih beruntung. Foto dibawah ini akan berbicara, bagaimana kualitas juara Phelps dan (terutama) teknologi bisa membuat perbedaan signifikan. Ini adalah hasil foto bawah air yang saya quote dari sini. Ini bukan official. Michael Phelps di kiri, Milorad Cavic di kanan. Foto di atas adalah foto sebelum finish. Foto di bawah adalah foto setelah finish. Terlihat Cavic akan meraih dinding kolam dari bawah air. Sedangkan Phelps akan meraih dinding lewat atas. Tentu saja, koefisien friksi air lebih besar dari udara. Akibatnya, lebih cepat Phelps dong. Yang saya ga tau, apakah Phelps memang berhitung fisika di saat akhir menjelang finish.

Spekulasi dan kontroversi pun timbul. Michael Phelps adalah duta Omega, sponsor resmi Olimpiade. Omega punya kepentingan terhadap Phelps. Tapi Cavic telah menyuarakan suara hatinya dalam posting berjudul Success yang ditulisnya untuk meredam segala kontroversi yang akan timbul. Dengan segala kebesaran hatinya, Cavic berkata, …accepted defeat, and there’s nothing wrong with losing to the greatest swimmer there has ever been“. Cavic, The Real Winner !!