Tags

, ,


What …. !?!!???….Aku ga percaya baca running text di liputan 6 pagi SCTV kemaren. “Ga salah tulis nih ?”, pikirku. Tapi keraguanku terjawab sudah. Memang Zimbabwe menerbitkan uang pecahan Z$100bn (billion=milyar) begitu judul artikel di BBC News. Di bulan Januari, pemerintah Zimbabwe barusan menerbitkan Z$10 juta diikuti dengan Z$50 juta. Di bulan Juni, nilai nominal itu meningkat hingga puluhan milliar. Inflasi tahunan di Zimbabwe mencapai 2.200.000 %, demikian dikatakan Gubernur Bank Sentral Zimbabwe, Gideon Gono.

Beberapa ekonom independent meyakini bahwa besaran inflasi sebenarnya lebih dari angka tersebut. Konsultan Independen menyebut angka mendekati 12.5 juta persen. Perbedaan ini bisa dimaklumi karena harga sabun cuci di pasar gelap menigkat hingga 70 juta %, Minyak Goreng 60 juta persen dan Gula 36 juta persen. Ini adalah inflasi TERGILA yang di abad XXI. Yang memprihatinkan adalah dulunya Zimbabwe adalah salah satu negara terkaya di Afrika. Hal ini disebabkan kekacauan ekonomi yang terjadi selama beberapa tahun terakhir di negara tersebut karena kebijakan Presiden Robert Mugabe.

Di bulan Maret 2008, sekantong kecil kopi produk lokal berharga 1 trilyun Z$ yang mana, satu dekade yang lalu dengan jumlah yang sama kita bisa mendapatkan 60 mobil baru. Dari sumber lain dikatakan bahwa, sekarang ini, 1 US$ berharga sama dengan 20 trilyun Z$ di bank central setempat, sementara di pasar gelap pecahan yang sama berharga 90 trilyun Z$. Dengan uang segitu, kita mendapatkan 1 kantong gula, berukuran 4 lbs (1.8 kg). Sekarang ini, a sebuah roti (a single loaf of bread) bernilai hampir 100 milyar Z$. Tenaga kerja non-terampil bisa mendapat 200 trilyun Z$ per bulan (ato sekitar 10 US$ menurut kurs resmi pemerintah). Dikatakan juga, tingkat pengangguran mencapai 80 % !!! Hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena banyak pabrik telah tutup akibat krisis ekonomi tersebut. Menurut Confederation of Zimbabwe Industries, beberapa masih bertahan dengan efisiensi 30% dari kapasitas normalnya.

Merepotkan? Iya…coba perhatikan komentar dari salah satu warga negara Zimbabwe yang saya kutip dari BBC.

“Nowadays, for my expenses a day, I need about Z$500 billion,” one resident said. “So Z$100 billion can’t do anything because for me to go home I need Z$250 billion, so this [note] is worthless.”
Dari sini dikatakan, “On Thursday, I bought a chicken burger for my lunch which cost me 30m Zimbabwean dollars [less than $1 on the black market].
Then I tried to buy the same on Friday. But it was going for $95m. The price had more than tripled in less than 24 hours. “

Seingatku, Indonesia juga pernah mengalami krisis ekonomi yang sama di tahun 1959. Di era Soekarno tersebut, tingkat inflasi mencapai ratusan persen. Tindakan sanering dilakukan dan membuat nilai uang turun dari Rp100 menjadi Rp1. Tapi di Zimbabwe ini bener2 luar biasa. Banyak millyuner miskin disana yang susah memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Mo makan aja repotnya bukan main. Ngegotong Duit dulu...

Mo makan aja repotnya bukan main. Ngegotong Duit dulu...

Mo beli sayuran harus bawa duit banyak...

Ayam pun harganya Milliaran Z$

Ayam pun harganya Milliaran Z$

Snack dan Permen yang dijual dengan harga rata2 15 Milyar Z$

Snack dan Permen yang dijual dengan harga rata2 15 Milyar Z$