Tags


CR7

Ini sebuah drama besar antara 3 nama kondang. Cristiano Ronaldo, sang pahlawan Setan Merah, Manchester United dan klub kolektor bintang internasional, Real Madrid. CR7 (demikian sering disebut), pencetak lebih dari 30 gol di berbagai ajang kompetisi, padahal bukan seorang striker. Pemain internasional Portugis ini telah digoda sejak dulu oleh Real Madrid, klub kolektor bintang2 sepak bola. Bahkan konon sang ibu bertitah, “Nak, ibu lebih suka kamu bermain di Santiago Bernabeu daripada di Old Trafford”. Malah si Rafael Nadal ketika memenangi Wimbledon dibisikin oleh bos Madrid, “Ronaldo di tangan kita“. Ronaldo sudah ditawar hingga sekian juta Euro, dan adalah sikap yang bijak pula jika MU tetap kukuh mempertahankan. Wah tambah rumit

Dulu, aku sempat ingat salah satu drama besar antara Beckham, MU dan Real Madrid. Saat itu, Becks masih dalam keadaan Top performanya. Belum layak dijual lah… tapi Sir Alex sudah capek melihat kemilau anak asuhnya di luar lapangan. “terlalu glamor”, katanya. Ga mirip pemain bola blas, uda mirip selebritis. kebanyakan keracunan si posh spice. hehehe… Waktu itu, aku berani taruhan bahwa Becks ga akan pindah ke Los Galacticos. Terlalu besar harga harus yang dibayar Madrid, walaupun kuat bayar. Terlalu beresiko untuk MU melepas salah satu person penting yang membawa Treble winner. Toh, akhirnya….insiden sepatu terbang itu pula lah yang membuat semuanya menjadi terang. Becks ke Madrid dengan kenangan pahit. Dia pergi akibat konflik dengan mentornya, ayah sekaligus pengorbit kecermelangan bintangnya, Alex Ferguson.

Ronaldo lain. Mirip dengan kasus Adebayor. Ronaldinho di PSG dengan Barcelona. Ronaldinho sempat mengancam Mogok main jika tidak diijinkan pindah ke Barca. Robinho pun menirunya kala pengen pindah ke Madrid. Pesona kebintangan mereka sedang bersinar terang. Klub raksasa melirik mereka, menggoda dengan guyuran Euro dan reputasi klub. Tidak ada, setauku, bahwa mereka pernah bermasalah dengan klub, ato manager. Dua-duanya tidak sama dengan Becks. Ato malah Nistelrooy dan Heinze. Dua nama terakhir pergi karena dianggap tidak kompetitif lagi di tim.

Kondisi ini diperuncing pula dengan komentar Sepp Blatter. Jika pemain itu memang pengen pindah, kenapa ga dibiarkan pindah. Analoginya adalah bentuk baru perbudakan klub terhadap pemainnya. Sumber di Old Trafford membantah bahwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan uang. Artinya, berapapun yang ditawarkan oleh Madrid tidak akan menggoyahkan MU untuk menjual CR7. Ronaldo harus menghormati kontrak yang telah ditekennya dan akan habis 2012.

Menurutku:

  • Pemain bola itu rentang karirnya pendek. Masuk SSB di umur belia, rata-rata mulai jadi pemain profesional sejak umur 18 / 19 tahun dan akan pensiun di usia 35 ato 36 tahun. Itupun jika masih laku, dan tidak pensiun dini gara2 cedera akut. Jadi mereka cuma punya waktu produktif 20 tahun untuk memupuk prestasi, kemasyuran dan kekayaan. Makanya cepet keblinger kalo liat duit banyak. Kalo uda pensiun, bakal susah dapat duit segitu banyak, kecuali punya usaha sampingan ato jadi pelatih terkenal kayak Jose Mourinho.
  • Kontrak antara kedua belah pihak juga harus dihormati. Ini komitmen yang dilindungi undang-undang. Melanggar kontrak berarti harus siap menghadapi konsekuensinya, berupa denda, sanksi ato larangan. yang jelas, sebagai pemain profesional, ke-tidak-profesional-an mereka dalam memenuhi kontrak akan merusak reputasi klub/pemain itu sendiri. Masih ingat Ashley Cole yang bernegosiasi secara sembunyi2 untuk pindah ke Chelsea? Publik Arsenal memanggilnya Cashley (si mata duitan Ashley, gitu kali translationnya).
  • Salah satu manager favorit saya, Arsene Wenger berkata, “Jika performa pemain itu jelek, maka mereka akan tinggal. Tapi bila performanya bagus, mereka hanya berpikir untuk hengkang. Saya sendiri berjuang bagi mereka untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tapi saya juga berharap mereka menghormati kontrak yang sudah ditandatangani”. Singkatnya, pemain itu seperti tentara bayaran. Sudah ga penting buat pemain tersebut, jadi suatu ikon ato pemain legendaris di suatu klub. Lontaran Wenger ini bisa jadi bermula pada keinginan hengkang Emmanuel Adebayor ke Barcelona, yang kabarnya memberikan gaji lebih baik dari yang diterimanya di Arsenal. Striker asal Togo ini juga mengajukan permintaan untuk menambah gajinya kepada Arsenal jika tidak ingin kehilangan dirinya. Ya, aku pun setuju dengan Wenger. Toh, Adebayor belum memberikan gelar pada Arsenal, beda dengan Dennis Bergkamp ato Henry.
  • Aku lebih suka memahami jika pemain tersebut memang ingin pindah karena merasa klub asalnya tidak kompetitif. Uda lumrah jika seorang atlet menginginkan gelar. Masi ingat Gabriel Batistuta di Fiorentina? Apalagi jika dia menjadi tokoh kunci dalam pertarungan itu. Seluruh dunia akan memujinya. Ato kurang banyak dimainkan. Buat pemain profesional, lapangan adalah media advertisingnya. Kurang bermain, berarti ga dikenal dan bisa turun harga pasarannya. Ato ga cocok dengan environtment klub. Apakah berarti pemain itu dilarang mata duitan? Ya, enggak juga. Semua orang berhak hidup layak. Paling tidak hormati klub yang membesarkan. Jangan main peras kayak Adebayor.
  • Sejak kasus Beckham, aku pun jadi pesimis bahwa pemain andalan yang digoda gaji tinggi di klub raksasa bakalan tinggal di klub asal. So, jangan harap di masa datang, kita akan menjumpai Paolo Maldini baru di Milan, Dennis Bergkamp ato Thierry Henry di Arsenal. Bakalan susah dapat kayak gitu. Ini sistem sudah berubah banyak dari masa lalu. Klub kaya macam Chelsea, Real Madrid, Barcelona, Milan dan Inter Milan (terutama Chelsea di era Abramovich) lebih suka beli bintang. Mereka membeli pemain instan dan berharap dapat gelar cepat. Beda dengan Wenger di Arsenal ato Sir Alex di MU, mengorbitkan bintang.
  • Perbudakan? Perbudakan macam apa yang dilakukan MU kepada Ronaldo? Toh, bayarannya setinggi langit. Jika FIFA membolehkan transaksi ini, bukan tidak mungkin akan ada revolusi baru transfer pemain setelah Bosman Rule. Semua pemain akan minta dicantumkan klausul baru, “Gw boleh pindah, kalo gw mau pindah”. Susah juga jadi klub, kalo kayak gini. Apalagi sekarang ada suatu trend baru, pemain boleh membeli kontraknya sendiri dan menawarkan dirinya sendiri (lewat agen) kepada klub yang disenanginya. Jadi tidak ada namanya perbudakan. Sepp Blatter Ngawur !!

Aku ga yakin, Ronaldo bakalan tetap di Manchester….