Tags


Dapat forward email dari teman chatting. Subyeknya uda ngeri tuh. Pemeriksaan Lisensi Software di Bandara Soekarno Hatta. Apa isinya…yuk kita baca bersama-sama.

FYI
Dear all,

Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer. Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang telah ditentukan.

Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan tempat umum lainnya.

Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara Soekarno Hatta.

Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.

Regards,
Internal Computing

Gw sih tenang2 aja. Karena gw kan uda linuxer… Tapi gw curiga juga hoax ato bukan.

Mari kita cermati lebih lanjut dari email tersebut.

  1. Setelah gw search di google dengan keyword seperti subject diatas, ternyata TIDAK ada media yang pernah memberitakannya. Padahal di Bandara Internasional loh…pasti ada lah walaupun secuil. Kadar pembajakan di indonesia sebesar 84% di tahun 2007 (menurut BSA). Probabilitas orang indonesia untuk kena razia juga besar. Kalo ada yang ketangkep, pasti ada beritanya. Kenyataannya ga ada beritanya kan?
  2. Penetepan denda sebesar 9.5jt. Wow…gede banget. Banyak laptopnya harganya lebih murah. Apalagi kalo desktop. Yang jelas penetapan denda itu, (masih menurut email diatas) tidak didasari pasal ato ayat dari UU yang mana. Maap, gw buta UU.
  3. Penyebutan nama dan lembaga itu pun ga jelas. Sayangnya gw punya limited akses. Gw ga ngerti perusahaan apa sih Axis itu. Ato Anabatic. Ketika gw search di google (lagi), ternyata memang ada perusahaan tersebut. Hanya saja untuk menghindari prasangka buruk, gw ga memperlihatkan link ke perusahan terseut. Takutnya apakah kita membicarakan perusahaan yang sama? Jika ya, apakah perusahaan tersebut memang punya wewenang dan kompetensi untuk menilai legalitas suatu software?
  4. Topik yang sama sudah dibicarakan di Milis Migas. Beberapa member mengakui ada pemeriksaan. Tapi pemeriksaan bahwa itu beneran laptop. Bukan bom. Intinya cuma memastikan saja.
  5. Logika gw secara “kemahatololan” mengatakan, berapa banyak yang orang yang diperiksa di bandara. Ratusan ato bahkan ribuan. Katakanlah, setiap orang punya 1 O/S Windows bajakan, 1 Office bajakan, belum lagi software yang kecil-kecil seperti DVD player, Winzip, Winrar, MP3 player, ato ACDsee. Anggap aja ada 10 software. Berarti harus diperiksa satu2. 10 software, 100 orang. 1000x cek. Belum lagi, materi bajakan seperti ebook, MP3, pornografi. Belum lagi harus ngidupin PCnya satu2. Teman gw ngakak, “Pesawatnya ga berangkat2 dong, cak”. Diperlukan waktu yang sangat lamaaaaa…….jika dilakukan secara terperinci dan detail.
  6. Setau gw (CMIIW), memastikan software tersebut legal ato ilegal dengan cara dikonek ke internet. Kayak validasi Genuine Windows ini. Kita ga bawa CD ato DVD aslinya kemana-mana toh? Cara lainnya gimana dong?πŸ™‚
  7. BSA yang concern di bidang ini, punya sasaran ke perusahaan-perusahaan. (CMIIW) Personal? Mmm…ga tau ya. Mereka sebatas mengkampanyekan hidup sehat tanpa software bajakan.
  8. Detikinet membahasnya hari ini. Email diatas mencantumkan tanggal 28 mei 2008. Sampe posting ini ditulis, diantara pejabat tersebut beritanya masih simpang siur. Jadi tingkat kebenaran berita ini sudah menurun drastis.

Di saat yang sama, gw uda kirim email ke beberapa teman yang lebih ngerti IT, nanyain apakah ada orang2 bernama tersebut diatas di perusahaan tersebut. Kalo ga ada, ya…pencemaran nama baik dong terhadap yang bersangkutan. Ada benarnya bahwa penggunaan software ilegal itu melanggar UU hak cipta. Tapi jika disampaikan secara tidak patut, tentunya akan mengurangi esensi dari maksud mulia tersebut.

Jikalau benar, prosedurnya pun ga begitu. Anda bisa cek di google banyak posting dari beberapa blogger yang membahas prosedur sweeping windows bajakan. Contohnya seperti ini. Yang ini juga ada, katanya kutipan email salah satu member dari yogya free. Gw sendiri, cenderung percaya.

“Kok cenderung cak? Berapa persen?”
“Yaa…sekitar 70% lah. Dipikir secara logika memang masuk akal. Sisanya, 30% , gw cari di situs Microsoft Indonesia. Dan juga Magenta (yang ini belum ketemu waktu di search). Sesuai yang dikutip di blog tersebut. Belum ketemu … je…hihihihi”

*Bela-belain browsing buat ketik ginian. Besok wis ga sempat…..πŸ™‚

Revisi 1. Update 10 Juni 2008

  1. Ndoro Kakung juga membantah rumor tersebut.
  2. Menarik juga menyimak pendapat Ryosaeba yang kiranya bisa menjawab beberapa pertanyaanku diatas.