Tags


Seminggu yang lalu, si bheno pindah kost. Disini, orang pindah (kost, rumah ato kerjaan) selalu ditanya pertanyaan yang sama. “Ada warisannya ga?”…hehehe. Saya dan bu Dina kebagian warisan 4 buku, salah satunya “Dracula” karya Bram Stoker. Karena bu Dina ga mau cerita horor, gw cuma ambil buku itu aja. Buku ini ditulis oleh penulis Irlandia, Abraham “Bram” Stoker. Bram adalah kritikus teater di Dublin Evening Mail dan menulis beberapa cerita fiksi. Adapun “Dracula” adalah masterpiecenya. RL Fisher melukiskan hubungan 2 karakter ini dengan menarik. “Jika Bram Stoker hidup lagi, dia akan frustasi karena karakter ciptaannya ternyata lebih terkenal dari penciptanya”.

Secara umum, ceritanya menarik. Count Dracula adalah seorang bangsawan udik Transylvania yang ingin menaklukkan London. Kenapa London yang dipilih, bukan Paris ato Milan? Ga dijelaskan secara tegas dalam buku itu. Kenapa pula dia pindah dari Transylvania ke London? Toh, sebagai penguasa kegelapan dia berkuasa penuh di daerahnya. Intinya, dia makan aja uda terjamin di ujung Eropa yang blum pernah dirambah peradaban. Kok mau-maunya pindah ke London dan akhirnya beresiko ketemu Prof. van Helsing. Ternyata si Count ini pengen gaul. Dugem di tengah kota London. Ketemu cewek2 cantik yang salah satunya adalah Lucy Westenra. Ketika si Lucy ini dideteksi punya penyakit aneh dan bahkan punya 2 lubang gigitan di leher, Dr. Seward mengirim email pesan ke Amsterdam. Datanglah (yang kemudian dikenal sebagai sang pemburu vampir terkenal) seorang dokter nyentrik bernama Prof. van Helsing. Malang tak dapat ditolak, upaya penyembuhan tersebut gagal. Lucy meninggal dan akhirnya menjadi vampir. Bersama Quincey Morris, Lord Godalming dan Dr. Seward, van Helsing memenggal kepala Lucy untuk menghentikan aksinya.

Di waktu yang sama, Jonathan Harker masih ketakutan oleh bayangan masa lalu. Dia ini yang mengawali kisah dracula dengan travelling blognya ke transylvania. Jonathan mendeskripsikan perjalanan itu sebagai “Perjalanan yang demi Tuhan tidak akan kuingat-ingat lagi”. Mengerikan dan aneh. Jonathan susah memisahkan antara realita atokah itu hanya mimpi buruk semata.Pengalaman2nya selama di puri dracula pun didokumentasi dengan rapi. Dokumentasi tersebut akan berguna dalam perburuan Dracula. Jonathan menikahi Wilhelmina Murray yang mana sahabat pena dari Lucy Westenra. Mrs Mina (demikian dia disebut), meminta bantuan dari prof. van Helsing, setelah membaca catatan perjalanan jonathan. Terjalinlah persahabatan antara keluarga Harker, fans pencinta lucy (morris, seward dan godalming) dan prof. van Helsing. Ketika Mrs. Mina terkena pengaruh buruk sang pangeran kegelapan, keenam orang tersebut saling membantu hingga akhir. Akhirnya…baca aja sendiri…

Yang bikin kepala gw berkerut-kerut adalah kalo keenam orang ini ketemu. Bawaannya pengen memuji lawan bicara terus. Bicaranya sangat sopan sekali dan berhati-hati. Berputar2 dulu sebelum sampe ke tujuan. Padahal Sherlock Holmes (oleh Sir Arthur Conan Doyle) yang dirilis di era yang sama, tidak begitu. Banyak kata2 yang sebenarnya ga perlu dituliskan karena sebenarnya serangkaian basa-basi. Jadi kayaknya bukan pengaruh jaman ketika buku dirilis. Entah kenapa…

Novelnya ini ditulis dalam bentuk jurnal dan catatan dari masing2 tokoh. Sehingga banyak pandangan pertama dari banyak tokoh. Tidak seperti My name is red, yang lebih banyak mengambil pandangan dua ato tiga karakter terhadap satu masalah yang sama dan di waktu yang sama. Pendapat pribadi masing2 tokoh ini terjalin secara kronologis. Ketika Mina tertidur dan tidak bisa menuliskan catatan lagi, maka dilanjutkan oleh jurnal dr. seward. Ketika dia beristirahat, maka Dr. Van Helsing melanjutkannya. Memang ga selalu begitu, terkadang ada 2 jurnal u/ 2 peristiwa yang berbeda. Itu karena Stoker ingin memainkan alur cerita. Semua tokoh (dibuat oleh Stoker) bertekad menuliskan pengalamannya secara mendetil dan rinci. Apapun itu. Tujuannya, siapa tau justru hal kecil itulah yang paling vital dan bisa memecahkan problem mereka. Dr. Van Helsing menekankan untuk berpikir secara out of box. Berani nyleneh, asal didasari suatu dugaan yang kuat berdasar fakta. Membaca buku ini serasa membaca blog (tapi jadul). Hanya saja tanpa comments dan trackback. Jurnal dan catatan masing2 karakter melengkapi dan membentuk cerita yang utuh. Moral storynya: Tulislah blog, seberapapun kecilnya mungkin bermanfaat buat yang lain🙂

Sebenarnya tokoh utama di novel ini ga jelas. Di awal, Jonathan yang berperan banyak. Kemudian disusul Lucy dan Mina. Digantikan Dr. Seward dan Dr. van Helsing. Menjelang akhir, Jonathan, Mina, Dr. Seward dan van Helsing saling bergantian menjadi tokoh penentu alur. Karakter Dracula sendiri digambarkan cuma di awal saja dan dijadikan obyek pembicaraan hingga akhir kisah.

Gw sendiri baca cerita ini selama 13 jam (3 jam di hari sabtu 24/05/08, 8 jam di hari minggu 25/05/08 dan 2 jam di hari senin, 26/05/08). Seberapa menarikkah? Gw kasih bintang empat lah dari skala 5.