Tags

, , ,


Ini bukan cerita porno tapi cuma cerita lucu seorang anak umur 3 tahun. Sejak 2 tahun lalu, saya dan istri mengenalkan dunia pada anak kami. Dari mulai angka, alfabet, nama binatang, nama benda termasuk diantaranya nama organ tubuhnya sendiri. Lagu Kepala, Pundak, Lutut, Kaki adalah favoritnya. Nyanyiannya ga punya ritme, tapi lucu ngeliat cara dia megang anggota tubuhnya sendiri. Kekeliruan juga sering terjadi. Wong namanya belajar, wajar lah jika berbuat salah. Antara lain, sering keliru antara lutut dengan kaki. Ketika sampe di bagian “dada”, dia tidak memegang dada. Malah melambaikan tangan saat kita pamitan mau pergi. Kemudian pelan-pelan, kita tambahin dengan kosakata lain. Sampe tibalah di bagian organ vital.

Entah gimana organ yang satu itu, punya banyak nama. Kata yang berkonotasi netral adalah “burung”. Tapi kalo saya ngajarin dia kata itu, dia jadi bingung (ingat dia masih 3 tahun loh). “Burung kok ga ada sayapnya”, pikirnya. Banyak kata yang saya kenal dan kebanyakan konotasinya negatif, seperti k*nt*l, k*n*m, ato banyak lagi. “Ga sopan” ,kata istri saya.  Kalo saya ajarin kata ‘penis’ (menurut saya, ini masih netral loh), saya kuatirnya (sekali lagi karena masih 3 tahun), dia ngomong ‘itu’ di hadapan umum. Waduh, malunya saya dan ibunya.

“Dicuci tit*tnya!”, suruh istri saya setiap si rizqi abis pipis. Kata lain yang berkonotasi netral juga. Dasar bocah masih cadel, dia cuma bisa menirukan “titik”. Sampe suatu ketika saya baru tau cara dia mendeskripsikan organ yang salah satu fungsinya adalah pembuangan urin itu. “Buat Pipis”.