Tags


Hari ini gw nonton Beyond Border di ANTV. Bintangnya si Angelina Jolie yang berperan sebagai partisipan UNHCR di daerah konflik. Pertama, adegan mengambil setting lokasi di konflik Ethiopia. Ada salah satu scene dimana seorang anak sekarat yang akan dimakan oleh burung pemakan bangkai. sementara sang ibu tergeletak disebelahnya dengan kondisi yang sama. selanjutnya dibawa ke setting konflik Khmer di Kamboja. Anda tau kan gimana Khmer memperlakukan kehidupan. Mereka ga segan membunuh orang. Konon kabarnya hingga 1.5 juta orang yang mati di periode kelam Kamboja. sedangkan selanjutnya adegan berpindah ke konflik checnya. salah satu karakter menyarankan Sarah (Jolie) untuk pulang daripada terus mencari Nick yang tidak jelas kabarnya. “Orang kalo uda kesini, belum tentu bisa pulang”, katanya….Ngeri kan….

Kadang gw bertanya dalam diri sendiri. Kenapa ya Allah, hamba ini dilahirkan di era kapitalisme global, sebagai orang indonesia. Kenapa ga di jaman kerja paksa era VOC? Kenapa ga di era perang dunia II dimana dunia mengalami resesi besar2an?Kenapa ga terlahir sebagai suku Tutsi ato Hutu yang silih berganti jadi pemburu bagi yang lain ketika memegang kekuasaan? Ato kenapa di Kamboja saja di era Khmer Merah berjaya yang konon kabarnya seorang tentara amrik hanya punya harapan hidup cuma seminggu saja. Ato jadi muslim Checnya yang tertindas. Intinya, kenapa ga dilahirkan di waktu dan/atau di daerah konflik kemanusian? Entah sebagai pelaku ato korban konflik. Blank…

Mungkin jawabannya kayak si Saprol bilang dalam sinetron “Kiamat sudah dekat”. Kalo ga salah inget, mungkin kira-kira kayak gini. Waktu itu si Kipli bertanya,”Kenapa kita kebagian jadi orang susah ya, Prol? kenapa ga yang lain aja?” Saprol menjawab, “Pli, kita kebagian jadi orang susah karena kita dinilaiNya mampu untuk melewati ujian ini”. Yah…kayaknya itu jawaban yang bikin gw marem tidur malam ini. Wong listrik mau mati di batam CUMA 3 jam aja uda nggrundel. Kok minta dicoba jadi muslim Checnya. Alhamdulillah apapun itu yang katanya BBM mo naik..