Tags


Seberapa gila sih anda kalo bener2 ngebet pengen menguasai bahasa asing? Dibawah ini ada beberapa cara yang pernah gw coba dan pengalaman orang lain yang diceritakan ke gw secara langsung ato ga langsung.

Memberi Privat Bahasa Jepang
Ini cara yang konyol yang pernah gw tau. Cerita ini gw dapat dari salah satu email teman di milis. Pelakunya adalah teman dari si pengirim email. Biar ga bingung, kita sepakat aja diberi nama Agus. Ceritanya si Agus ini pengen banget menguasai bahasa Jepang. Mau kursus, ga punya duit. Mo belajar sendiri, fasilitas minim. Akhirnya dia cari teman belajar. Nekatnya dia malah cari murid. Dan dia belajar bareng dengan muridnya itu. Dia dapat duit, bisa berbahasa jepang pula…. Bener2 Menyelam sambil minum Air.

Cari Pasangan orang Asing
Ini cara yang rada ga lazim juga. Salah seorang teman saya pindah sekolah ke Malaysia. Dia sendiri bilang sama gw, bahwa dia sendiri ga begitu ngerti pake bahasa inggris. Lingkungan sekitarnya memakai bahasa melayu campur inggris (ato sebaliknya). Dia bener2 sengsara banget. Yang bisa dilakukan adalah memakai bahasa tarsan plus bahasa inggris yang minim. “Kalo punya pacar yang pinter bahasa inggris, mungkin kemampuan gw rada meningkat”, gitu pikirnya. Dan dicoba. Dan hasilnya lumayan lah.

Salah seorang teman saya yang lain, menikahi orang Peru dimana bahasa nasionalnya adalah Spanyol. Dia sendiri sudah rada lumayan dalam berbahasa inggris. Dengan menikahi suami yang juga bisa berbahasa spanyol, mau ga mau dia belajar juga bahasa spanyol. Tentu saja dia menikah karena cinta, bukan karena pengen belajar bahasa spanyol. Gila apa.. !!😀

Nambah Vocabulary Pake Label
Ini cerita adik saya yang masuk IAIN. Dia sendiri uda nyadar ga bisa bahasa arab, tapi tetap aja pengen masuk IAIN. Untunglah, dia masuk di jurusan yang penguasaan bahasa arabnya ga terlalu dominan. Repotnya, Bahasa Arab diajarkan 2 semester !! Adik saya ini menempeli semua barang di kamar kos-kosan dengan label nama benda dalam bahasa arab. Tujuannya supaya dia hafal semua vocabulary itu. Menjadi luar biasa karena dia sekamar ama teman yang non-IAIN dan adik saya ini membabi buta menempeli semua barang (termasuk punya temannya) dengan label itu.

Nonton TV pake teks Mandarin (alias versi struggle bahasa inggris)
Karena gw hidup di batam, beberapa siaran televisi Singapore dan Malaysia bisa ditangkap disini. Di TV Singapore, hampir semua program memakai bahasa inggris, kadang2 masih dibantu teks bahasa melayu dan/atau mandarin. Karena saya ga begitu ngerti bahasa melayu apalagi bahasa mandarin, ya…terpaksa deh nonton Heroes ato CSI pake bahasa asli. Susye…
Untuk Singaporean SitCom (sinetron singapore nih) yang pake Singlish, Insya Allah saya ngerti. Mereka ga pernah pake kata2 yang rumit kok. Dan sebagai mana layaknya orang yang berbahasa kedua, mereka berusaha ber-pronounciation dengan bener2 clear. Sehingga mudah dipahami.
Yang repot kalo ngeliat film2 bule….wah….pucink !!! Cuma denger sepotong2. Mereka ngomongnya kayak orang kumur dan yang jelas ga bisa di-rewind. Jadi pintar2nya saya aja nyesuaikan kalimat dengan situasi yang mereka omongin. Dan gw lebih sering salah tebak hahahaha !!
Paling mudah nonton film korea ato jepang. Masih pake original dubbing yang asli dan plus teks inggris. Kalo yang ini lumayan ngerti lah. Kan tinggal baca… Alhamdulillah, nambah ilmu…

Ngerayu Pake France
Hahaha…yang ini rada lumayan konyol juga. Teman satu tim saya sedang belajar bahasa Perancis. Dia praktekin tiap hari. Ada kata2 yang dia hapalkan kemudian dimasukkan program tertentu untuk mendengar bagaimana cara mengucapkannya. Dia juga mencari teman dengan cara mengirim pesan berbahasa Prancis di friendster. Dan pesannya ditanggapi oleh seorang mahasiswi sastra Perancis yang cakep. Walaupun kalimatnya salah, tapi dapat kenalan cakep. Bener-bener edan.

Beli Buku Anak-anak
Teman saya mengeluh jarang punya bacaan bahasa inggris. Beli Strait Times edisi Sabtu, berat di ongkos dan terlalu rumit. Pengennya, yang simpel-simpel aja. “Kasi yang mudah dulu, cak. Biar ngerasa mudah dan tambah semangat belajarnya. Ntar kalo beli bacaan mahal, uda susah, ga dibaca, ngabisin duit, ujung2nya mubazir”, gitu katanya sambil ngelus2 janggutnya (berharap tumbuh kali…🙂 ). Gw isengin aja, “Beli buku bacaan anak2 TK dan SD itu aja”. Eh, dia beli juga. Bukunya berjudul, “80 Days Around The World” by Jules Verne. Buku itu produksi Malaysia untuk pengenalan bahasa inggris ditujukan pada anak2 usia 10 tahun ke bawah. Dan emang bener, dia tambah semangat belajar bahasanya.

Beberapa hari yang lalu saya dapat curhat bagus nih. Gw coba persingkat saja, dan untuk detilnya silakan klik link dibawah ini.

Bikin English Club dan Buang semua koleksi MP3 Indonesia
Kenapa ga bikin English club di tempat kerja anda. Hmmm…that’s a good idea. Threeas ini cerita kalo di tempat dia bekerja, ada English Club. Gantian jadi leader dan bawakan topik. Bahkan sempat ada acara hadiah-hadiah segala…Luarrr Biasaaa…..Semua skill diasah, speaking (mereka disuruh mengomentari sesuatu), Listening (pake cara dengarin lagu), Reading (nulis kembali lagu yang didengarkan tadi) dan Writing (dipaksa bikin tulisan, mungkin cerpen kali…). Tapi Threeas ini juga mengeluh (kalo boleh saya simpelkan), “Kok banyak resistensinya gini. Kan maksudnya baik”. Yaa…sabar saja mbak. Being different is hard, but not being different is the hardest.
Threeas membuang semua koleksi MP3 Indonesia di semua perangkat Audio playernya. Semuanya diganti dengan koleksi MP3 berbahasa Inggris dan siaran VOA. Bahkan sampe dibela-belain merekam penjelasan AusAID dan didengar kembali. “Seakan-akan aku membangun duniaku dari menjelang tidur sampai mau tidur lagi aku harus diawali dan diakhiri dengan sebuah berita atau lagu berbahasa Inggris”, katanya. Ngeri….cara belajarnya…. Tapi gw acungin jempol lah untuk semangatnya.

Beberapa cara diatas lahir karena tekanan kondisi. Ada pula yang memang tidak dimaksudkan untuk belajar bahasa asing. Contohnya: ya…teman saya yang menikahi seorang warga negara peru. Wise man said “Many ways to Rome”. Banyak cara untuk belajar bahasa asing. Tergantung niatan masing2 lah. Anda punya pengalaman yang unik dalam belajar bahasa asing. Isi komentar di bawah…