Tags

,


Hari ini gw login ke Y!mail. ada satu email yang mengingatkan gw tentang gw ‘dulu’. lengkapnya kaya gini:..

From: xxxxxxxx@yahoo.co.id
To:
Subject: ask jurusan sastra inggris vs hukum

Dear fellow
Saya ingin menanyakan kepada kawan kawan milisi tentang prospek masa depan jurusan sastra inggris.selain itu bila di bandingkan dengan fakultas hukum prospeknya lebih cerah yang mana dalam dunia kerja?

Sekian dulu dan terima kasih.


Gw sendiri susah jawabnya. Apa yang didefinisikan prospek cerah di masa depan ?

  1. Apakah berarti dihire perusahaan bonafide yang mau menggaji ribuan dollar plus fasilitas2 lux (misalnya transportasi, akomodasi dan health insurance yang ditanggung perusahaan 100%)?
  2. Apakah itu berarti anda jadi profesional berdasi, pake kemeja merek Armani (dan sejenisnya), nenteng tas (entah isinya laptop ato cuma bon utang). Nongkrong di kafe, sambil pencet2 communicator nokia seri terbaru sambil sesekali nelpon (entah nelpon kolega, ato cek pulsa)?
  3. Ato menjadi suatu pengusaha besar yang mendirikan dan memiliki perusahaan elit semacam Toyota, IBM, Apple, dan Microsoft?
  4. Ato sekedar jadi pekerja bebas ato freelancer. Duit ada, teman banyak, networking luas, jam kerja bebas.
  5. Ato cuma jadi Engineer, blogger kambuhan, numpang bandwith kantor dan hmmm….mengidamkan jadi salah satu yang ada diatas.

Yup, correct. Impian nomer satu sampe empat adalah impian gw waktu gw memutuskan kuliah teknik. Empat belas taun kemudian…..TARAAA……gw jadi nomer 5 !

Bangga cak?

Bangga dong. Kalo ga PD ama diri sendiri, trus gimana meyakinkan orang lain bahwa gw bisa.

Uda nemu “masa depan”nya, cak?

Ya…inilah masa depan gw. Gw yang tentukan masa depan gw. Mo jadi professional engineer yang berkualitas di bidangnya. Gw belajar apa yang gw ga tau. Bisa dari buku, internet ato dari orang2 sekitar gw. Ato nge-blog tentang hal sekitar gw. Sapa tau ada yang baca dan terinspirasi. Alhamdulillah.

So, jika balik ke masa lalu, cita2 gw ga tercapai dong? Yup. Tapi gw kan ketemu jalan yang lain lagi. Dan itu ga terbayangkan. Apa yang gw lakukan sekarang adalah menjalani. DO MY BEST in every single day of my life.

Kembali ke email diatas,

Kalo boleh gw beropini, prospek masa depan itu ga bisa digambarkan dan yang jelas blum terjadi. TAPI BOLEH dan BISA DIRENCANAKAN.Waktu jaman gw mau lulus sekolah (masih masa SMA, blum SMU loh), banyak rekan yang maunya jadi dokter, engineer, ato akuntan. HEBAT TENAN !!! Karena memang waktu itu, itulah yang dilihat kami. Bermasa depan cerah, bergaji tinggi, dan kayaknya priyayi deh. (mirip2 yang mimpi gw diatas kan?)Ada satu teman (kebetulan tetangga) yang ‘nyeleneh’, pengennya kuliah sastra jawa. “Lah, arep dadi opo kowe?” (Mau jadi apa lu?) tanggapan kami sinis.
Singkat cerita 4 tahun kemudian, teman kami ini ternyata uda melanglang buana. Bolak-balik Indo-Amrik dan Eropa kadang2 Aussie. Sewaktu dia menjadi mahasiswa, ide2nya seperti mendapat tempat. Ilmunya berkembang dan mendapat tanggapan secara luas di dunia internasional. Kayaknya pekerjaannya sebagai ahli sastra jawa menjadikannya tokoh penting dunia sastra.

Kalo uda begini, apa yang dinamakan prospek masa depan? Kalo masalah duit alias gaji, engga ketauan kan? Yakin deh…semua orang saling nutupin ngomongin pendapatan ato gaji masing2. Tapi teman kami ini bolak-balik ke luar negeri tanpa biaya sendiri, diundang jadi pembicara di seminar internasional dan masih muda itu adalah prestasi luar biasa. Bagi kami, teman kami uda sangat berhasil. jauh melampaui kami yang uda jadi dokter, engineer dan akuntan.

Jika masa depan cerah itu adalah kebahagiaan anda, maka perlu direnungkan kata2 bijak teman kami,”Cintailah profesimu. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya”. Jika masa depan cerah itu adalah kebahagiaan anda, ga penting kan anda mo jadi apa.

Kalo teman sebangku sih bilangnya,”Love your job not the company”.😀

Kalo boleh gw memberi saran, mending anda milih apa yang anda sukai. Sama seperti halnya milih cewek yang anda sukai. Kemudian cintailah. Nanti penghargaan akan datang dengan sendirinya. Apakah berupa rupiah, ato yang lain. Wallahualam bissawab.

Just my .02 cents😀