CakTopan’s Journal

A Personal Journal

Archive for the ‘MyPersonal’ Category

Met Lebaran 1430H

without comments

1540343357_95789d0614

Wanda+Yulia=Rizqi&Anggun Mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H.
Semoga amalan kita di bulan Ramadan diterima Allah SWT.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Written by caktopan

Saturday, September 12, 2009 at 3:12 pm

Posted in MyPersonal

Tagged with , ,

Asyiknya Ngoprek Blog

with 2 comments

Di bulan puasa ini, gw lagi suka ngoprek blog-blog gw. Dari yang blogspot, sampe blog baru yang baru di-hosting kemaren. Yang blogspot sendiri, lumayan belepotan. Suatu ketika, gw pernah (pengennya) install theme baru. Ternyata, penampilannya jadi acakadut. Lah…gw jadi panas dingin. Padahal, blog ini mau gw andalkan untuk menunjang projek2 pribadi gw. Lah..

Gw belajar juga tentang SEO. Tentu saja dari yang mudah dulu. Sembari mengingat pelajaran tentang tagging2 HTML yang dulu sempat hafal di luar kepala. Dikit-dikit lah. Namanya juga projek percobaan. Gw ga mau ngeluarin duit banyak sebelum blog2 itu juga menghasilkan banyak buat gw.

Technopreneur? Mungkin juga sih. Gw lagi meraba-raba, cabang technopreneur mana yang bisa gw seriusin. [Cabang? Macam olahraga aja.. hihihi]. Gw cuma pengen coba2 berusaha dalam lingkup kecil aja. Sapa tau, jalannya disini. Bukankah kita harus selalu positif thinking dalam segala hal?

Anyway, jika mungkin sampean2 yang suka baca blog ngibul punya gw ini, mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ketemu blogging tips yang gw baca dan ditulis ulang (inget loh… DITULIS ULANG bukan COPY PASTE). Emang sengaja gw tulis ulang, supaya gw ada referensi pribadi, rekam medik dari blog2 gw, dan bisa bermanfaat buat teman2 gw yang lagi belajar blogging.

Written by caktopan

Wednesday, September 9, 2009 at 11:37 am

Posted in MyPersonal

Tagged with , , ,

My New Self-Hosted Blog

without comments

Uda lama pengen bikin blog yang berbayar. Nama domain unik dan desain yang ciamik jadi faktor pemicunya. Sekarang ada rejeki lebih. Ya sudah lah, direlakan untuk mewujudkan cita-cita. Biar ga dihantui mimpi-mimpi lagi.

Rencananya blog ini mau gw jadikan semacam referensi ato galeri apa yang uda gw kerjain, yang lagi gw lakuin dan apa yg gw sedang pikirin sebagai seorang civil engineer. Ga banyak civilian yang ngeblog soal civil engineering. Kecuali pak Wiryanto dan Dongeng Geologi. Ini juga bagus, curhatnya seorang instrument engineer, Automentation Community. Tapi, mudah banget ditemukan seorang IT engineer bicara tentang dunia IT dan teknologi.

Apakah seorang civilian seorang yang gaptek? Engga juga. Semua teman gw punya account facebook (loh emang ada hubungannya antara account facebook dan tingkat kegaptekan seseorang?). Mentor gw bilang, “ini ada kaitannya dengan perilaku bisnis. Permasalahan yang ada dalam dunia engineering biasanya berkaitan dengan rahasia perusahaan. Tidak untuk dipublikasikan. Bisa merusak reputasinya”. Mungkin bener bahwa itu salah satu faktor. Gw menduga faktor terkuat adalah malas menulis. Padahal dengan menulis, data terdokumentasi dengan baik daripada ingatan semata.

Bicara ingatan, ga semua orang ingat apa yang sudah dikerjain. Gw pernah nanya kalkulasi ke teman gw. Dia bilang, “kayaknya sih begini dan begitu”. Nadanya tidak yakin. Lah, padahal itu kalkulasinya dia. Hasil kerjaannya dia. Gw bukan nanya rumusnya karena semua uda jelas disitu. Yang gw tanya engineering judmentnya sehingga ketemu model seperti itu. Karena dia tidak menulisnya, ya… ga inget pas gw tanya balik setelah 1 tahun.

Ya, gw pengen blog ini bisa bermanfaat buat orang lain juga. Gw banyak belajar dari orang2 hebat di sekitar gw. Sayang kalo itu cuma mengendap di otak gw dan gw bawa mati. Gw juga banyak baca buku untuk memuaskan keingintahuan gw. Sayang juga, kalo ide gila gw ga disalurkan. Mungkin aja ada yang baca blog gw trus pengen ngelanjutin ide gw. Gw juga pengen dapat feedback dari orang2 di luar lingkungan gw. Sapa tau ide mereka lebih murah dan mudah dikerjain. Dan gw dan teman2 gw juga ga bingung sendiri.

Ini jaman web2.0. Era interaksi via internet berkecepatan tinggi. Gw uda liat gimana facebook bisa menggantikan detik.com dalam meng-update berita. Gw yakin professor2 itu juga punya ilmu hebat yang gw pelajari via buku karyanya. Gw juga yakin orang2 hebat di sekitar gw itu, idenya luar biasa dan gw selalu punya energi untuk mengagumi mereka. Tapi gw juga yakin ada orang di luar sana yang mungkin kurang beruntung, punya ide lebih hebat lagi. Bukankah di atas langit selalu ada langit?

Gw juga rada ilfil dengan sistem pembelajaran online di dalam company tempat kerja gw. Seorang teman gw ingin menggunakan wikipedia untuk mendokumentasikan pengalaman dan ilmu2 para karyawan. Bukankah wikipedia sudah terbukti hebat dalam mengumpulkan serangkaian data dari berbagai sumber. Memang masih bisa kecolongan disana-sini, tapi itu bisa dikontrol. Company menolak, dan tetap meneruskan sistem yang kaku tersebut. Gw cuma liat orang meng-upload lesson learned note. Dan gw cuma bisa baca tanpa bisa berkomentar. Kan asik tuh kalo bisa berkomentar macam di blog ato kaskus.

Akhir kata gw kutip kata2 seorang Linus Torvalds

realmen just upload their important stuff on ftp, and let the rest of the world mirror it ;)

O iya, ini posting kedua ratus saya sejak 26 November 2007. HORE !!

Written by caktopan

Tuesday, September 8, 2009 at 3:37 pm

Kaos Kaki Putihku

without comments

“Suatu contoh dari berhasilnya doktrinasi dari masa TK hingga SMA”, kata istriku.
Yup, betul. Sudah sejak masa TK hingga SMA, sekolah (terutama sekolah negeri) mewajibkan muridnya mengenakan kaos kaki berwarna putih. Kecuali sampean menggunakan seragam pramuka, maka kaos kaki wajib berwarna hitam. Biasanya ‘kostum’ pramuka ini dikenakan di hari jumat dan sabtu. Sehingga dengan proporsi 4:2 hari sekolah, maka proporsi populasi kaos kaki setiap murid ya 2:1 untuk si putih dengan si hitam.

Dua belas tahun lebih anda ‘diwajibkan’ memakai kaos kaki putih. Suka ga suka. Teman saya ada yang menggunakan kaos kaki hitam di hari senin sewaktu SMP. Cilakanya itu hari naasnya karena ada pemeriksaan mendadak. Lumayan hukumannya, suruh nyiram taman. :)
Jadi ga salah toh, kalo istri saya bilang itu adalah doktrinasi.

“Ah, kaos kakinya Mundo. Sama kayak punyaku”, jerit seorang cewek.
“Aku punya 7 pasang di rumah”, sahut yang lain.

Lah, apa pasal? Kiranya diriku saja yang punya ‘kelainan’ menyukai kaos kaki berwarna putih karena selalu merasa tak nyaman (dengan kata lain: ga keren) menggunakan kaos kaki berwarna lain.

Lihat saja kaos kaki ini. Berbahan katun. Lembut dipakai. Lebih dari itu kenapa saya dan 2 teman saya memilihnya? Semata2 karena area abu2 di bawah telapak kaki. Itu menunjukkan bahwa Mundo jeli mengatasi problem para konsumennya yang (sengaja ato tidak sengaja) jorok.

DSC03328

Ini cuma salah satu. Sisanya di lemari ...

Kaos kaki putih punya kelemahan karena gampang kotor. “Kejorokan” yang tipikal adalah noda kecoklatan, berbau tengik di alas kakinya. Bau jempol, kata mama Rizqi. Bahkan jika berlaku bak seorang putri yang sangat berhati2 pun, kadang masih kecolongan karena “kejorokan” itu berasal dari gesekan telapak kaki berbalut kaos kaki, menimbulkan panas (plus kepanasan). Berujung pada keringat di dalam ruangan pengap. Keringat, pengap dan debu yang suka menyelusup dalam sepatu, berkoalisi menjadi si “dekil-kecoklatan-bau-jempol”. Coba sampean raba si “dekil”, kaosnya berasa tebal dan kaku bak disterika dengan kanji.

Kadang kita juga suka berjinjit mendekati sepatu. Komplit deh, akumulasi pen-dekil-an si putih.

Hmmm…lihai ! Simply design that I love. Kejorokanku telah ‘tersamarkan’. hihihi.

Written by caktopan

Tuesday, September 1, 2009 at 5:51 am

Posted in MyPersonal

Tagged with , , ,

Tarawih 8 rakaat

without comments

Pertama, ini bukan membahas dalil agama yang menguatkan salah satu diantaranya. Anda bisa mencarinya di situs2 agama ato bertanya ke ustad terdekat. It’s a story about ‘crime’ that you SHOULDN’T do it.

————–

Rangkaian ibadah shalat tarawih dimulai dari shalat isya’, dilanjutkan dengan tarawih, trus ada sedikit khutbah dan ditutup shalat witir. Acara khutbah bisa ditaruh setelah shalat isya’ ato malah ga ada sama sekali. Beda masjid /musholla, bisa beda urutannya (kecuali urutan shalat isya’ > tarawih >witir). Begitu juga jumlah rakaat shalat tarawih. Beda tempat, beda paham, ato malah beda imam bisa beda jumlah rakaatnya. Ini bukan membahas tentang jumlah shalat tarawih berikut dalil2nya. Gw mo flash back ke masa kecil.

Gw waktu itu berumur 12 – 14 tahun lah. Masih ABG. Gw ama teman2 gw pengennya shalat tarawih cepat2. Serba kilat dan express. Kalo bisa ada bonus makanan kecil. Hehehe. Caranya kita shalat di masjid yang ngadain shalat tarawih 8 rakaat saja. masjid/Musholla nya pun dipilih yang paling dekat rumah. Kadang siang ato sore pas ketemu di tempat ngaji, kita saling tukar informasi. Sapa tau ada yang lebih express dari jamaah langganan kita, plus jajanan. Suatu ketika teman gw, sebut saja Popo, ngomongin ide cerdas yang ga pernah kepikiran di benak kita2.

“Anggap aja, kita shalat tarawih 8 rakaat itu 20 menit. Kalo 20 rakaat?”, tanya Popo dengan mata berkilat.
“Ya…tergantung imamnya, kalo express bisa 30-40 menit selesai tuh”, jawab Dido, teman satu SMPku.
“Kalo kita ikutan shalat tarawih 20 rakaat, tapi abis 8 rakaat pergi…jalan2 keliling komplek, piye?”,tanyanya lagi sambil senyum2.
“SSS…I..I..I..PPPP !!” kata kami bertujuh…teman satu pengajian sekaligus partner in crime urusan tarawih.

Ya, begitulah ‘kriminalitas agama’ yang kami lakukan. Pada dasarnya hampir semua masjid di tempat kami menyelesaikan waktu shalat tarawihnya dalam waktu hampir bersamaan. Durasinya kira2 1 -1.5 jam. Sehingga, kalo ada kegiatan yang lebih banyak, maka durasi per kegiatan yang diperpendek. Jika solat tarawihnya 20 rakaat, anggap saja 30 menit, maka hampir 2 menit per rakaat. Jika 8 rakaat, maka 4 menit per rakaat. Sehingga kami cuma berniat menyelesaikan hampir separonya saja. “Toh, sudah cukup jumlahnya, kan?”, begitu pikir kami. *Dasar kriminal, semua dihalalkan tak peduli caranya*. Trik yang dilakukan adalah surat2 yang dibacakan dalam solat, adalah surat pendek yang dibacakan dengan cepat. Jika bukan seorang penghafal al-quran yang baik, bisa2 keseleo bacanya. *Nah .. lo*

Masjid yang menyelenggarakan shalat tarawih ekspress ini sering dijadikan tujuan buat anak2 yang berotak kriminal seperti saya dan teman2. Dan dijauhi para manula. Kadang mereka ini mengeluh karena sendi2nya yang tak segesit pak imam. Keringat dingin bercucuran, gugup dan selanjutnya bisa kebelet ke toilet. *duh*

Selamat berpuasa, temanku. Jangan kau ulangi kriminalitas kami !!

Written by caktopan

Sunday, August 23, 2009 at 6:53 am