Archive for the ‘Musik’ Category
Do As Infinity Rujuk Kembali
Buat para fans DAI, ini mungkin berita bagus. Grup yang lebih pantas dinamai duo Tomiko ‘Banchan’ Van dan gitaris Ryo Owatari ini, menerbitkan single pertama mereka di “∞1″ bulan Juni 2009. Ini menindaklanjuti dari konser reuni mereka di A-nation Live Concert 30 Agustus 2008. Saya pertama kali mendengar kabar ini dari facebook. Supaya tidak terkesan hoax, salah satu fans mem-publish PVnya ke youtube. Coba cek disini. Juga di Official site DAI.
FYI, arsitek band ini sebenarnya adalah Dai Nagao. Komposer ternama dan salah satu aset dari Avex, recording company, yang juga mengorbitkan beberapa penyanyi Jepang, selain DAI. Konon, Do As Infinity diambil dari nama depannya. Buat sampean yang pengen tau, DAI ini memulai karirnya dari band jalanan di Shibuya di tahun 1999. Menelurkan single pertamanya, Tangerine Dream, pada 29 September 1999. Kemudian membuat album pertamanya, Break of Dawn di tahun 2000. Salah satu tonggak suksesnya adalah ketika salah satu lagunya, Shinjitsu No Uta, digunakan sebagai opening theme di anime terkenal, Inuyasha. Di tahun 2003, “Mahou no Kotoba ~Would You Marry Me?”, menjadi lagu terpopuler di acara kawinan. Tentu saja, ini menaikkan reputasi mereka. 29 September 2005, tepat 6 tahun dari kemunculan pertamanya, mereka mengumumkan diri bahwa band ini akan bubar. Konser “Final” terakhir digelar di Nippon Budokan pada 25 November 2005.
Banchan sendiri akhirnya bersolo karir dan berhasil menamatkan 3 album yang rupa2 warnanya dari Jazzy hingga Rock.
Seneng mendengar mereka kembali dan Banchan kembali nge-rock !
I just wanna say I love you
Duh…kata2nya indah sekali. Bisa bikin 2 insan yang sedang dimabuk cinta, tambah melayang-layang sampe surga di langit ketujuh. Tapi gimana kalo kata-kata itu diulang-ulang sampe 57 kali dalam tempo 4 menit. Hih… bikin mual, eneg dan bertanya-tanya, “Lu beneran cinta gw ato obsesif sih? Ga usah segitunya kali…” Jadi jangan coba-coba me-looping pernyataan cinta lu ya…
Tapi kalo Melly yang bikin syairnya, trus di aransemen manis. Nadanya dibuat ga monoton. Mendesah2, dengan sedikit memohon di awal lagu, kemudian berganti dengan irama riang gembira di tengah lagu. Iramanya dicampur2 kayak gado-gado. Sedikit ngepop, dibumbui distorsi gitar beraroma rock, ada disko2nya dikit. Gw rasa Melly uda berhasil menyampaikan suasana jatuh cinta itu pada pendengarnya. Perasaan orang jatuh cinta kan campur2 … memohon2, takut ditolak, tapi juga bikin hepi, sampe pengen meloncat2 dan berdansa.
Istri saya bilang, “The title is self-explanatory about the lyrics. The shortest lyrics ever…” Lagu ini kayaknya ga bakalan muncul di acara Missing Lyrics di Trans TV. Pertanda Melly uda abis inspirasinya? No, I dont think so… Jika orang lain bikin lirik kemudian di-looping kayak gini, belum tentu hasilnya bagus. Dari dulu Melly uda terkenal bikin lagu yang minimalis. Dan kali ini masih berhasil. Semua karena Melly Factor.
So Geil Berlin
Ni lagu sebenarnya nyelip diantara kompilasi lagu2 jazz album “Kaskus Kompilasi*”. Pertama kali denger, wo…asik banget nih. Yang nyanyi namanya Roger Cicero, musisi jazz Jerman berdarah Romania. Gw jadi bayangin jaman2 Frank Sinatra nyanyi dengan iringan orkestra. Kalo suka ama model2 lagu Michael Buble, ya…kayak gitu lah. Setelah didengerin dengan teliti, mak…*sambil gigit kuku, mata terbeliak dan ekspresi kaget :p *…ternyata lagunya dinyanyikan dalam bahasa jerman. Coba cari di youtube, ternyata ga ada video klipnya. Kebanyakan cover versionya. Dari sekian cover version itu, ada yang unik. Eh, bagus juga versi choir-nya (aduh, jadi inget Bohemian Rhapsody versi paduan suara ITS). Nama grupnya lucu juga “The Happy Disharmonist”. Jangan lupa perhatian closingnya…lucu…
Enjoy, guys..
Note:
*Albumnya ga dijual di lapak2 umum.
Olivia Ong COOL
Posting gw yang ini, ternyata tanggapannya kok tidak seperti diharapkan…Beberapa orang mengira gw suka dia karena bodi dan wajahnya kemudian suaranya. Waduh, padahal dalam mendengarkan musik, gw mengutamakan suara. Kalo pengen tau siapa sebenarnya salah satu penyanyi favorit gw, ini dia. Ini pernah gw post di FS Review.
Pertama kali donlot tertarik dengan track listnya. Mostly, Classic songs that ever hit at the era and has been sung by many singers in with different style. Example: All out of Love (Air Supply), Fields of Gold (Sting), Sometimes when we touch (Dan Byrd), True Colors (Phil Collins), and many more.Album ini bener2 minimalis. Cuma suara si Olivia dan alunan gitar. Dalam lagu yang lain, ada piano dan harmonika juga. Tapi kebanyakan sih cuma vocal Olivia dan Gitar. Sehingga kualitas vocalnya jadi menonjol. Jadi buat anda yang suka ndengerin suara cewe yang berkualitas DIVA, you should hear this.
O,ya..Menurut Tante Wiki, Olivia Ong ini adalah Singaporean. Nah Loh….Doi mengembangkan karir di Inggris kemudian pindah ke Jepang. Pantesan dalam album ini Trilingual. English, Jepang dan Mandarin (saya uda curiga, orang indonesia kok nyanyi bukan dalam bahasa ibunya). Sempat menjadi anggota band J-Pop, Mirai, sebelum memutuskan untuk bersolo karir. Uda 5 album diterbitkan, tapi saya baru dengerin album terakhirnya ini.Semua lagu diaransemen ulang dan berhasil dinyanyikan dengan baik. For me, It’s a precious recordings and it’s worth it. I would say, you should hear it for once, and i know you will agree with me.
Track List:
01. Make It With You
02. For Your Babies
03. Fall In Love – Koini Ochite
04. Sometimes When We Touch
05. All Out Of Love
06. True Colors
07. Close To You
08. First Of May
09. Fields Of Gold
10. The Rose
11. Foolery
12. Only With You
13. I Believe (Chinese)
14. Lover’s Tears (Chinese)
Mulan Jameela Rocks !!
Kemaren dapat Ripping CD Audio Mulan Jameela dari QQ. Dalam beberapa kesempatan, gw cuma sempat memperhatikan satu lagu aja, Makhluk Tuhan Paling Sexy. Lainnya, ga sempat memperhatikan. Mulan ini….wah susah…mendefinisikannya. Gw mulai memperhatikan sejak dia masih di Ratu. Lagu “Lelaki Buaya Darat” jadi sangat identik dengannya. Beberapa lagu Ratu yang sebelumnya dibawakan Pingkan pun, bisa dibawakan dengan cengkok baru. Tidak ada bekas pingkan sama sekali.
Gw ga terlalu ngikutin perkembangan infotainment dari dulu. Isinya kawin cerai, berantem, selingkuh dan mengumbar borok seleb walaupun ga selalu begitu. Makanya, bagaimana Maya ato pemandu bakatnya bisa menemukan baik Pingkan ato Mulan untuk menjadi lead vocal Ratu, gw ga pernah tau. Untuk yang satu ini, gw salut ama pemandu bakatnya.
Dalam beberapa kali kesempatan, gw sempat liat Live Show nya. Mungkin gw awam dalam musik, tapi gw bilang suaranya berkualitas prima. Apalagi ditunjang wajah manisnya, cukup betah nonton konsernya. Albumnya? Worth it. Pantas dibeli. Hampir 50% lagu recycle. Ada “Pertama” yang dipopulerkan Reza, “Green Tinted Sixties Mind” punya Mr. Big, “Musnah” punya Andra n The Backbone. Sisanya kayaknya punya Ahmad Dhani. Semuanya diaransemen ulang, sehingga punya nuansa baru. Kayaknya ga perlu make-up banyak untuk suara Mulan. Secara Live, uda bagus. Apalagi pas rekaman, ditambah mixing dan editing, tambah Maknyoss. Kalo gw diminta komentar, Mulan Jameela ROCKs !!!











.jpg)









