CakTopan's Journal

A Personal Journal

Duh…Gayus Bikin Sensasi

Ketika foto itu naik jadi headline surat kabar nasional, saya masih ragu2. “Ah, masa iya sih”, batin saya. Ya… saya pikir ini cuma permainan. Guyonan ala reality show dengan pemeran utama aktor papan atas untuk mengendurkan urat syaraf yang tegang karena dibombardir bencana. Tapi, keraguan itu sirna keesokan harinya. Ga ada Ashton Kutcher yang nongol kemudian bilang, “You got punk’d”. Ini mendekati kebenaran!

Seorang penonton yang mirip tersangka kasus mafia pajak, Gayus HP Tambunan (tengah) menyaksikan pertandingan antara Daniela Hantuchova melawan Yanina Wickmayer dalam Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010). (Foto Dokumen Kompas)

Polisi tidak segera merespon. Jika ada isu terorisme, maka densus 88 seketika terjun ke lapangan. Berburu tersangka yang diindikasikan punya hubungan, ato mirip, kemudian menangkap dan membasmi si tersangka. Terorisme adalah kejahatan terorganisir militeristik. Personelnya telah terlatih untuk sadar situasi, dan membalas kemudian menghilang. Dengan kata lain, “seseorang mirip-gayus” harusnya jauh sangat lebih mudah ditemukan daripada Noordin. Apalagi jika Gayus bener2 masih di tahanan, apa yang lagi yang ditunggu. Satu ato dua jam saja, misteri ini terpecahkan.

Masih inget Andris Ronaldi dalam tuduhan markus palsu di TVone? Polisi bisa menangkapnya dengan cepat, untuk kemudian menunjukkan pada publik bahwa pelaku hanya mengaku2 saja. Secara tersirat polisi bilang, “Ga ada markus di kepolisian”. Susah dipercaya, tapi bukti berbicara bahwa Andris juga cuma ngaku2…

Saya bahkan berdoa, bahwa ada seseorang yang kemudian muncul di publik, mengaku bahwa itu dirinya. Dan ini cuma guyonan dan kita semua tertawa. Bertepuk tangan karena lawakannya berhasil. Dia bukan Gayus, tapi memang mirip. Gayus masih di tahanan. Kenapa tidak? Toh, kita punya Sodikin alias Ronaldikin yang mirip Ronaldinho. Juga Anas Ilham yang mirip Presiden Obama. Mirip saja, dan aslinya masih tersimpan di tempat yang seharusnya.

Hari berganti hari, Polisi tidak segera merespon. Situasi semakin rumit ketika orang tambah berspekulasi. Hari demi hari, Polisi juga semakin ‘membenarkan’ bahwa buronan kelas kakap itu berhasil ‘cuti’ dengan suap. Mereka tidak segera berkata, “Itu bukan dia”. Mereka malah menghukum personelnya sendiri. POLISI SECARA TERSIRAT BILANG, “YA INSTITUSI KAMI KECOLONGAN”.

Orang2 semakin berspekulasi bahwa Gayus punya backing kuat, punya kartu truf  berlapis, sehingga kepulangannya pun tidak lebih kemenangan sementara. Dia tidak akan tersentuh, susah dijamah. Kalaupun bisa, ya minimal. Dan semakin lama dia menunjukkan bobroknya salah satu sistem kenegaraan.

Saya prihatin dan sedih. Ternyata sudah LIAR Indonesia ini.

Masih segar dalam ingatan saya, polisi lalu lintas yang memperingatkan 2 orang yang menerobos lalu lintas dan tidak pakai helm 2 hari yang lalu.  Mereka hanya mengacungkan jari tengah, menjulurkan lidah dan berlalu. Masyarakat sudah meremehkan aparat hukum ini. Melecehkan. Tak ada sedikit rasa sungkan ato hormat. Reputasi telah jatuh. Jika polisi saja tidak dipercaya lagi, mo jadi apa negara ini. Hukum sudah tergadai dan aparat hukum sudah dipermalukan.

PECAT SAJA YANG MEMPERMALUKAN KORPS. GANTUNG KALO PERLU. KALO MO BERSIH2, JANGAN NANGGUNG.

Saturday, November 13, 2010 Posted by | Hanya di Indonesia | , , , , , , , , , | 2 Comments

Pak Mentri Kepleset Nge-twit (Dugaan Stigma AIDS @tifsembiring)

Buat tweeple, account @tifsembiring tentu tidak asing lagi. Pemiliknya mantan ketua partai PKS dan menkominfo saat ini, Tifatul Sembiring. Kedudukan sebagai pembantu presiden dan salah satu partai besar, menjadikan accountnya salah satu yang terpenting untuk diikuti. Misalnya untuk konfimasi gosip istana, ato penjelasan kebijakan pemerintah. Kadang2 pak tif ini juga menyumbang twit2 inspiratif. Dan, kadang2 juga memicu dialog yang rada ‘anget’. Ya, namanya juga manusia. Rambut sama hitam tapi kemauan bisa beda, tentu ada juga ketidakcocokan atas twit2 beliau.

Tapi hari itu… dia bener kepleset sodara2… Di bawah ini adalah salah satu bukti ‘garis waktu’ beliau yang menimbulkan bara. Saya kurang tau, pak mentri dalam rangka apa hari itu, kok tau2 nge-twit soal AIDS dan HIV. salah satu komentarnya yang mengutip Dr. Sujudi (mantan menteri kesehatan) adalah AIDS = akibat itunya dipakai sembarangan. Salah satu follower @fajarjasmin, menentang keras quote ini. Karena menjurus pada stigma negatif penderita AIDS. Terakhir, @tifsembiring, opini Anda adalah validasi bagi kelompok garis keras yg mencari legitimasi. Selanjutnya apa? Kami dianiaya?

AIDS sendiri adalah sindrom kehilangan kekebalan tubuh diakibatkan oleh HIV. HIV sendiri menular dalam beberapa cara. Hubungan sex sendiri adalah salah satu cara. Cara lain adalah transfusi darah, terlahir dari ibu yg positif HIV ato menyusu pada ibu yg HIV. (apa-itu-aids)

So, buat anda yang engga ngerti betapa seriusnya implikasi dari komentar #5 adalah penderita AIDS belum tentu orang yang ‘salah pergaulan’ (if you know what i mean). Banyak sebab kenapa orang menderita AIDS. Stigma tersebut tidak akan menolong para bayi yg sudah terlahir HIV, dan orang yang sudah terinfeksi. Pencegahan selayaknya dengan memberikan pencerahan menyeluruh, bukan memberikan stempel yg dipahami secara sempit tanpa mengetahui latar belakangnya.

Anda ga mengira twitter berimplikasi serius? Apalagi sekelas menteri Indonesia? Simak saja newsflash strait times hari ini, Minister makes jokes on AIDS.

Lesson Learned?

Sebagai pejabat publik, anda haru belajar mengayomi semua golongan, suka ato tidak. Ga semua paham bahwa ktk itu sedang berbicara sebagai pribadi, golongan ato pejabat publik. Yup, 140 karakter memang tidak cukup mewakili. Mesti hati-hati…

Friday, October 1, 2010 Posted by | Hanya di Indonesia | , , , , , , , | 3 Comments

Setor Jempol untuk Presensi Dewan, Efisienkah?

Ini sekedar unek2 rakyak jelata. Saya ndak begitu paham kenapa untuk mengatasi ke-seringbolos-an anggota dewan harus pake finger print check.  Anggota dewan harus “cap jempol” untuk menunjukkan kehadirannya. Perlu? Nanti dulu…

Cap jempol ini biasanya dipake dalam sistem pencatatan waktu kerja karyawan swasta. Kalo PNS, saya kurang tau. Mungkin ada yang pake. Tapi, setau saya … ya … itu yang normalnya dipakai di perusahaan swasta. Dulu, pake time-sheet yang dicatat jam masuk dan keluarnya, terus disahkan oleh direct supervisor. Melebihi jam kerja normal, perusahaan harus bayar lembur. Untuk mengatasi kecurangan, ato memang teknologinya sudah maju, kali ini  jam di-check log langsung oleh sistem. Jadi tak ada korupsi waktu. Tak ada ruang ambigu antara jam tangan karyawan dengan jam kantor.  Ini pun masih bisa diakali dengan titip absen. Teman yang cek log, oknumnya uda leha2 di rumah.

Teknologi terbaru, pake finger print. Kehadiran secara aktual tidak bisa ditipu. Mana bisa jempol dititipkan, sedangkan empunya entah dimana. Kalo di film2, biasanya si empunya jempol uda mati, baru bisa dipakai jempolnya oleh orang lain

KPI = Key Performance Index.

Penting kah hadir di kantor? Jika anggota dewan itu lebih bermanfaat di luar ruangan, silakan saja. Menemui konstituen, menggalang pendapat, ato apa pun. Silakan. POKOK YANG TERPENTING ADALAH GOAL NYA TERCAPAI !

Sekarang saya tanya, apakah dengan mereka hadir performance akan meningkat? Mungkin. Saya bilang mungkin, karena uda dari dulu kinerja anggota dewan dikeluhkan.

Key Performance Index adalah patokan yang mudah untuk mengukur kinerja anggota dewan. Selama dia menjabat, berapakah UU yang harus disahkan? Berapa RUU yang digol kan? banyak lagi. Mungkin ini konyol. Entah lah. Saya ndak pernah jadi anggota dewan. Dan, saya juga pengen tau parameter sebuah anggota dewan yang baik. Apakah rutin rapat adalah ciri anggota dewan yang baik? ato anggota dewan yang baik adalah sensitif terhadap isu sosial dan tanggap untuk mencari pemecahan (walaupun ga sering2 rapat, karena dia milih yang urgent dan yang penting?).

Sistem finger print dilakukan untuk karyawan dengan sistem harian. Tak masuk, tak gajian. Tak masuk berarti tak produktif. Simpel.

Sedang di level  supervisi dan top manajemen, kinerja sudah dinilai dari berapa project yang sudah dicapai. Apakah milestone tercapai dan sampe level mana? Schedule achieved ato tidak. Berapa loss/gain? Produktifitas manufaktur dalam level acceptable ato tidak. Apakah absensi dihitung? Saya ga terlalu yakin. Yang penting monitoring terhadap proses tersebut. Sedangkan kehadiran akan menunjang proses monitoring tersebut.

Harusnya anggota dewan marah dong disamakan dengan karyawan model low-level yang tingkat produktifitasnya diukur dengan setor jempol.

*tapi anggota dewan sekali tak setor jempol, masih bisa makan cak* :p

Thursday, July 29, 2010 Posted by | Hanya di Indonesia | , , , , , , | 4 Comments

Heboh Video Mesum “mirip” LM dan APP

Uda deh… pada tau kan LM dan APP? Ga usah dijabarin juga uda ngerti. Beritanya uda kemana2…

Engga… gw ga sharing dimana cari link donlotnya.

Dan, YA ! Gw numpang ketenaran topik ini untuk ngatrol traffic blog ini yang terjun bebas.

Juga, YA ! Gw muak dan jengkel kenapa masalah sepele ini sekali lagi jadi topik nasional. Puluhan thread diciptakan di kaskus untuk membuktikan kebenaran video itu, pendapat pro dan kontra. Menjadikan “kebocoran aib” ini menjadi semakin populer. Mungkin tingkat kepopulerannya hampir sama dengan heboh gedung miring dan dana aspirasi DPR?

Bicara tentang teori konspirasi, ada seorang kaskuser yang berpendapat bahwa ini adalah acara balas dendam dari infotainment. Inget masalah yang ini? Juga ada celetukan bahwa bisa jadi ini adalah alat pengatrol popularitas. Meragukan memang, toh keduanya juga artis papan atas Indonesia saat ini dan belum menunjukkan penurunan. Apakah ada orang yang tidak suka dengan mereka berdua, kemudian mempermalukannya dengan mencari pemeran yang semirip keduanya? Mungkin saja. Pengalihan isu? Bisa jadi. Kecolongan? Banyak orang yang meyakini begitu, walaupun yang ga percaya juga sama banyaknya. Banyak motif yang bisa dikembangkan seliar mungkin.

Terlepas apakah asli ato bukan, ini juga aib. Aib dari sang pemeran adegan. Adegan yang sangat privasi itu tidak layak disebarluaskan di depan umum.  Yang namanya aib, harusnya jangan diumbar. Ditutupin. Kalo memang perlu diungkap sapa pelaku yang sebenarnya, lakukan diam2. Jika terbukti fitnah, baru perkarakan.

Sore tadi, ada berita lebih heboh lagi. Via Twitter, dikabarkan LM dan APP dilaporkan ke polisi. LHAH? Gw semakin bingung, belum pasti sapa pelakunya uda diperkarakan. Tidak jelas siapa korban siapa pelaku. Oalah…semakin rumit.

Monday, June 7, 2010 Posted by | Hanya di Indonesia | , , , , , | 5 Comments

Turut Berduka Cita atas Berpulangnya dr Hasri Ainun Habibie

Mantan Presiden BJ Habibie bersama Ny Ainun Habibie dan dua cucunya (sumber: Kompas)

Pada tanggal 24 Maret 2010, mantan ibu negara ketiga, dr Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman dan telah menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi. Belum diketahui sakit apa sebenarnya beliau. Beberapa hari yang lalu, sempat dikabarkan telah meninggal oleh salah satu media terkemuka.

Hasri menikah dengan Prof Dr Ing Ir Bacharuddin Jusuf Habibie pada tanggal 12 Mei 1962, dari pernikahannya itu, Hasri dikaruniai dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Hasri Ainun lahir di Semarang, 11 Agustus 1937. Dia merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara keluarga H Mohammad Besari.  Hasri Ainun berkuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta dan pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto mangunkusumo, Jakarta.

Hasri menjadi Ibu Negara dari tahun 1998 hingga 1999. Konon merupakan ibu negara berperiode paling singkat.

Nama Hasri Ainun kurang lebih berarti mata yang indah.

Menghaturkan rasa duka cita sedalam2nya. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan almarhumah diterima segala amalan dan diampuni kesalahannya.

Amin.

Sunday, May 23, 2010 Posted by | Hanya di Indonesia | , , , , , , | 3 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 135 other followers