Archive for the ‘Hanya di Indonesia’ Category
Luna Maya Menggugat Infotainment?
Wih… gw suka ini. Salah satu artis cantik kesukaan gw ini akan semakin naik daun di tahun ini. Hanya sayangnya, kok ya ruwet perkaranya. Konon katanya, karena capek dan ada kecelakaan kecil yang melibatkan putri Ariel, Luna nyerocos tanpa sensor di twitter. Tidak seperti gw, mata dunia ingin melihat, merasakan dan mendengarkan apa yang dikerjakan Luna di dunia nyata dan maya. Pada saat itu, account twitternya tercatat ribuan orang yang mem-follow-nya (apa ya bahasa indonesia nya yang pas?). Anda pun sudah tau apa yang terjadi selanjutnya.
Apa sih yang dimasalahin? Sudah sejak lama, orang2 tenar ini mengeluhkan tercabutnya privasi. Sebagai orang tenar, semua aspek kehidupannya memang menyenangkan untuk dilihat. “Bad news is good news” ada idiom begitu dalam pemberitaan. Maka, jika seorang artis ‘tercium’ menyimpang, ya sudah alamat dijadikan bulan2an untuk menaikkan rating TV. Ya, saya menggunakan kata ‘tercium’, karena kadang bad news ini berawal dari gosip dan kabar kabur. Tinggal tunggu orangnya salah tingkah ato bukti tercecer, ato ada orang dekat yang keseleo lidah. Setelah itu, tinggal kejar2an untuk minta konfirmasi sana-sini, dan konferensi pers. Kadang2 kejar2an ini yang bikin orang panik. Panik bikin lelah dan kepepet. Kalo uda kepepet, orang bisa berpikir spontan tanpa memikirkan dampaknya.
Masih inget kasus Parto Patrio? Gw masih inget salah satu teman dekatnya bilang (kalo ga salah inget nih), “Parto itu emang lucu di panggung. Tapi di dunia nyata, orangnya ga rame kok. Kadang lebih suka memendam ekspresi. Sehingga, ketika wartawan mengerubunginya, dia merasa tertekan. Langsung cabut pistol dan tembak ke udara. Dia ga berniat melukai siapapun”. Gw merasa itu bakalan jadi yang terakhir kalinya, seseorang merasa ter-intimidasi oleh infotainment. Eh, pikiran gw salah. Ada lagi dan lagi, entah ini yang keberapa kali.
Infotainment ga bakalan musnah. Pasarnya masih ada. Terlalu naif saja berharap infotainment bakalan diatur oleh pemerintah. Buat gw, ini cuma masalah permisi di halaman privasi seseorang. Masalah ini bisa dimusyawarahkan tanpa melalui pengadilan. Pekerja infotainment sudah merapatkan barisan, tidak terima dilecehkan dan telah melayangkan gugatan. Jika memang Luna terbukti menyakiti perasaan orang lain, para wartawan ini juga patut melayangkan gugatan. Tapi, jika wartawan ini terbukti keterlaluan dalam mencari berita (hingga seseorang merasa terganggu privasinya), Luna juga layak melayangkan gugatan. Kabarnya fans luna maya juga menggalang dukungan via facebook dan twitter. Jika sudah mulai menggalang massa, tentu punya potensi menjadi urusan nasional. Akankah Luna Maya menjadi martir mengenai UU perlindungan privasi?
Mulutmu harimaumu, Twittermu juga harimaumu juga. Gw setuju dengan pendapat ndoro kakung bahwa twitter adalah ruang publik. Sudah selayaknya ‘misuh-misuh’ tercatat itu diperhatikan dan dicermati dulu sebelum dirils ke publik. Ikutin saja apa yang pernah dipraktekkan oleh salah satu ex-bos saya disini. “Jangan kirim sampe keesokan harinya”. Ini pembelajaran buat gw dan anda semua untuk semakin berhati2 dalam bersosialisasi di dunia maya.
Gw sih acuh aja pada masalah ini. Mendingan mantengin Liga Inggris. :d
Koin untuk keadilan – Help and Free Prita !!
Anda semua pasti tau kasus Prita Mulyasari. Ibu 2 orang anak ini didenda 204 juta karena kasus perdata pencemaran nama baik thd RS Omni International. Jika melihat berita di bawah ini, ternyata ada gerakan mengumpulkan koin sebagai bentuk sindiran pada kasus ini. Jika anda kebetulan tinggal di Jakarta, dan bersimpati terhadap kasus ini, ingin membantu, anda bisa menuju pos2 berikut ini (dikutip dari: http://www.sehatgroup.web.id/:
Markas Sehat – 71284653
Komplek PWR no 60 jatipadang daerah ragunanSamsul NA : 0818-769284
Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas Sawangan DepokEsti Gunawan : 0811 101497
Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro JayaAlbert/Ria – 0811873004
Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22 Gading SerpongLia – 081318877223
Jl Balimatraman, al-ikhlas II no.21 TR14/05 manggarai selatan, tebetDella Najla – Hp : 081513162427
Jl. Pekojan no. 45 Empang-BogorHeni Nuraina – 08128085617
Medang lestari D III B 103 tangerang
Mengutip status teman di FB, jika anda perduli dgn sistem kesehatan di indonesia..sampe kpn konsumen kesehatan hrs bungkam?
JAKARTA, KOMPAS.com – Dukungan terhadap Prita Mulyasari (32) kembali mengalir deras di internet. Bentuk dukungan kali ini adalah ajakan untuk mengumpulkan uang koin recehan yang akan disumbangkan kepada Prita untuk lalu diserahkan kepada RS Omni Internasional Alam Sutra.
Gerakan pengumpulan uang recehan koin itu bermaksud untuk membantu Prita yang diputus Pengadilan Tinggi (PT) Banten harus membayar ganti rugi sebesar Rp 204 juta kepada RS Omni, yang menggugatnya melalui perkara perdata. Sementara perkara pidana pencemaran nama baik oleh Prita terhadap Omni kini pun belum selesai.
Gerakan berawal dari diskusi di mailing list (milis) Sehat Group sejak Kamis petang (3/12). Salah seorang anggota milis bernama Elona Melo Tomeala Arief (34) menggagas ide itu melalui e-mail yang terkirim pukul 18.22. Ide tersebut lalu disambut anggota milis yang beranggota 8.872 orang. Ajakan pengumpulan koin akhirnya merebak luas di jejaring Twitter dan Facebook.
”Kenapa koin recehan, karena itu simbol protes, sindiran, dan keprihatinan publik. Selain sekaligus untuk membantu Ibu Prita,” ujar Elona.
Moderator milis Sehat, Samsul Nur Abidin (37), mengatakan, pusat pengumpulan terakhir koin recehan adalah di Markas Grup Sehat sekaligus kantor Yayasan Orang Tua Peduli di Komplek PWR No 60 Jatipadang, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, telepon 021-71284653. Selain tempat itu, ada juga tempat-tempat pengumpulan koin sementara di berbagai wilayah, yang dapat dilihat di situs www.sehatgroup.web.id. Bahkan, anggota yang berada di luar kota berniat mengirimkan koin ke Jakarta melalui jasa kurir.
Prita Lelah
Kini, Prita Mulyasari (32) mengaku lelah mencari keadilan. ”Saya benar-benar capek. Saya enggak tahu lagi harus bagaimana mencari keadilan di negeri ini. Perkara pidana belum selesai, sekarang harus menghadapi hukuman atas perkara perdata,” ujar Prita di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (4/12).
”Ini sangat berat. Saya harus membayar ganti rugi Rp 204 juta? Mau dapat dari mana uang sebanyak itu?” ujar Prita yang wajahnya terlihat letih.
Prita yang didampingi anggota tim penasihat hukumnya, Slamet Yuwono, datang ke PN Tangerang untuk mendaftarkan kuasa kasasi atas perkara perdata. Langkah itu sebagai upaya banding atas putusan PT Banten kepada Mahkamah Agung. Berkas diserahkan kepada staf surat kuasa PN Tangerang, Kasmani.
Dalam rilis pemberitahuan isi putusan PT Banten Nomor 71/PDT/2009/PT.BTN.JO.NO. 300/PDT.G/2008/PN TGN termuat bahwa PT Banten menghukum Prita untuk membayar kerugian materiil sebesar Rp 164.286.360 kepada lembaga dan dokter rumah sakit itu. Prita juga harus membayar ganti rugi immaterial sebesar Rp 40 juta
Marriot digoyang Bom (lagi), MU BATAL tanding dengan Indonesian All Stars
17 Juli 2009, Jakarta diguncang bom lagi. JW marriot Hotel (untuk kedua kalinya) dan Ritz Carlton Hotel yang menjadi sasarannya kali ini. Hingga hari ini, sembilan orang dengan berbagai kewarganegaraan dinyatakan tewas. Yang nangis bukan saja para keluarga korban, tapi juga para maniak bola fans berat Manchester United dan Timnas Indonesia. Beruntung (yang jelas buntung buat pantia), bom tersebut meledak selang sehari sebelum para pemain The Red Devil datang dan menginap di JW Marriot. Jika tidak, bisa jadi bencana besar kedua untuk MU setelah Munich air Disaster yang menimpa Busby babe di tahun 1960.
Sir Alex dalam sebuah konferensi persnya di Kuala Lumpur mengatakan, “We just got the news as we landed here and we are terribly disappointed because we’ve never been to Indonesia before.”The organisers have worked very hard to get us over there and it is disappointing for them too. But we have to safeguard the players. I think we made the right decision”. Dan resmilah kasak-kusuk itu. MU batal bertanding di Indonesia.
Negara besar penghobi bola yang jarang dikunjungi tim besar dunia.
Ngenes, itu perasaan saya waktu mendengar MU batal main di Indonesia. Baca di fesbuk pun, banyak rekan wanita yang kasihan pada para pacar dan suami yang gagal menonton idolanya melawan timnas kebanggaan bangsa. Saya sendiri bukan fans MU, malah tergolong MU-hater karena saya suka tim Arsenal. Saya seneng2 aja waktu MU punya rencana mampir dan bertanding di Indonesia. Sesuatu yang langka. Kesempatan untuk memperkenalkan diri pada dunia lewat publikasi Tur asia MU.
Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Penggila bolanya juga lebih banyak dari negara Thailand, Vietnam dan Singapura (negara2 pesaing Indonesia bidang Sepakbola di Asia Tenggara). Potensi pasarnya juga besar. Sehingga klub2 ternama yang datang kesini menemui fansnya, dijamin mendapat sambutan meriah. Tapi, kok ya…rejekinya beda ama negara tetangga. Baru saja kemaren timnas Malaysia mendapat giliran menjajal klub MU. Sebelum2nya, juga sempat menjajal tim ternama lainnya. Timnas Singapura tahun lalu sempat menjajal Timnas Brazil. Selalu mendapat jatah bertanding dengan klub eropa tiap tahun. Tahun ini, mendapat jatah menjajal Liverpool. Setelah itu, baru Thailand (yang juga barusan babak belur digoyang demonstran) mendapat giliran bertanding melawan The Kop. Percaya ato tidak, Singapore vs Liverpool tidak dipublikasikan segencar dengan Indonesia vs MU. Sepertinya, panitia ya tidak terlalu ‘euphoria’ dengan pertandingan The lions vs The Kop. Kalo urusan ‘heboh’ dan meriah, kayaknya kita lebih juara daripada negara tetangga deh. Entah kenapa tim Eropa jarang yang bisa kesini. Mungkin ada travel warning dari govermentnya masing2 belakangan ini, sehingga tim2 tersebut tidak bisa datang kemari.
Di posting sebelumnya, Pak Beye berspekulasi bahwa mungkin saja si bomber punya agenda menurunkan wibawa pemerintah. Kalo saya boleh berasumsi, jika sasarannya adalah pemain MU mungkinkah si bomber adalah seorang MU-hater?
*Ah, sudahlah… cukup berasumsi. Mari basmi teroris*






.jpg)









