CakTopan’s Journal

A Personal Journal

Archive for the ‘Linux’ Category

Cek Shutter Count di Ubuntu

with 2 comments

Ceritanya nih, gw baru beli kamera DSLR baru. Kamera ini barang mewah buat gw dan keluarga. Hingga hari ini, kamera pocket manual aja blum pernah punya. Henpon berkamera aja baru punya 2 tahun yang lalu. Padahal, uda kebelet njepret sejak masih kuliah dulu. Sempat belajar sama teman kuliah dan adik sendiri tentang dasar2 fotografi. Tapi, ya begitulah… minim praktek karena kamera harus pinjem sana dan sini.

Ini omongan orang awam fotografi loh. Jadi gw cuma mau kasih tau kalo program default di Ubuntu juga bisa membaca data EXIF. Jika di Windows, perlu program tambahan dulu.

Dalam beberapa review kamera, seperti di sini dan di forum fotografer.net yang gw baca (sebelum memutuskan), selalu dicantumkan tentang shutter release number. Berapa kali jepret kamera itu bisa bertahan dan berfungsi apik sejak dibuat di pabrik. Gw memahami ini sebagai design life dari sebuah alat. Wajar saja, wong alat juga dipake pasti ada umurnya…

Kamera baru tentu saja shutternya dimulai dari 0. Kamera bekas, tentu saja shutter countnya juga sudah lebih dari 0. Besarnya shutter count juga turut menyumbang komponen harga barang bekas. Kamera dengan bilangan Shutter  besar bisa dihargai lebih murah daripada kamera dengan jumlah shutter lebih kecil untuk kamera dengan tipe dan kondisi fisik yang sama. Itu artinya kamera itu sudah mendekati design life nya. Uda mau mati kasarnya. Walaupun gw juga yakin, ini persoalan statistika probabilitas tergantung cara menggunakan, merawat kamera serta kualitas material dan manufaktur dan faktor X lainnya.

Hampir semua situs dan forum diskusi menyarankan Irfanview, Opanda IExif dan xnview yang running di system Windows. Juga yang berjalan di Mac. Linux? Waduh…ga ketauan pake apa. Sempat gw download Opanda, mo coba install tapi urung dilakukan. Iseng2 cek pake gthumb image viewer. Ini bawaan dari ubuntu – Gnome. Ternyata bisa !!!

  1. Hubungkan kamera dengan komputer dengan USB cable.
  2. Pilih foto yang terakhir diambil dan simpan di local drive. Caranya “FILE” -> “Import Photos”.
  3. Klik kanan dan pilih properties. Pilih “Photo Data (EXIF)”
  4. Cari string dengan judul “Total Number of Pictures Taken”.

gthumb-preview

Bisa juga dengan gwenview. Ini picture viewer bawaan KDE (Kubuntu). Bedanya dengan gthumb adalah gw belum nemu caranya import foto ke local drive. :D

  1. Pilih foto yang terakhir dan liat sidebar sebelah kanan.
  2. Ada tab “Information” dan klik “more”
  3. Cari string dengan judul “Shutter Count”.

gwenview-prop

Hingga hari ini, gw dan istri gw sudah “njepret” 320 kali. Jumlah foto dalam memory card juga 320 biji, belum ada satu pun yang dihapus. Foto terakhir adalah DSC_0317 (memory card-nya sempat dilepas, jadi file sequence-nya direset kembali ke 0). Sehingga bisa gw simpulkan si penjual ga curang ama gw.

Soalnya gw beli dengan modal nekat, ga pake ditemenin teman yang lebih ngerti :)

Written by caktopan

Monday, October 5, 2009 at 9:03 pm

KDE4.1 Plasma Crash on Boot

without comments

This morning, I logged in my son account, Rizqi, to pick my downloaded files. After splash screen went away, I got shock. Nothing came up on my screen except the gwget window (which was the last application that I used last night). The notification said that KDE4.1 Plasma got crash. I didn’t know what was the caused. So, I googled (is it correct?) and found the answer how to solve it. The basic principle is to remove the ./kde folder as same as this.

crashark

Compared to my last experience, this is the hardest part. It’s because I couldn’t access it thru X-window. So, I had to force to enter my son account thru my account and ‘break the code’ (halah…too much I think…hehehe). So, I logged in by using my account. Then, I accessed it from terminal and using the ’super user’ mode. Then, I removed below files:

~/.kde4/share/config/plasmarc
~/.kde4/share/config/plasma-appletrc

The actions are:

$cd /home/Rizqi
$sudo su
$rm home/Rizqi/.kde4/share/config/plasmarc
$rm home/Rizqi/.kde4/share/config/plasmarc

Why you didn’t remove the kde folder as you suggest above?
Because I didn’t know how to remove the direktory.  :)

Written by caktopan

Wednesday, June 3, 2009 at 6:26 am

Restore Bottom Panel at Kubuntu 8.10

with 3 comments

My son, 4 years old, likes to sit in front my PC all day long. Playing games, surf the internet, watching movies. He couldn’t read, but his curiosity is so big. Big enough to ruin my laptop’s settings. He already warned several times not to click anything except VLC, KPPP, and games. Because Mami and me knew that he will mess the laptop.What i’m afraid was happened yesterday. I lost my bottom panel !

After googling, I found out the answer here, how to restore the bottom panel. I have tried and it’s successful. I’ll summarize for you and all credits shall be given to fooman.

The basic principle is .kde folder which will resets kde to the default values.

  1. Open home directory using dolphin.
  2. Click “View” and mark  “Show hidden files” because .kde is hidden folder.
  3. Find folder .kde, right-click on it and choose “move to trash”.
  4. Logout and everything back to normal again.

Written by caktopan

Tuesday, January 13, 2009 at 8:42 am

Sinkronisasi Sony Ericsson K660i di Ubuntu Intrepid Ibex dengan Wammu.

with 6 comments

Setiap smartphone yang kita beli pasti menyertakan phone manager ato lazim disebut PC Suite. Ketika gw membeli HP ini, PC Suite originalnya cuma bisa jalan di platform Windows. Wah, ora cocok blas karena laptopnya cuma mau pake Ubuntu. Ternyata ada program serupa di ubuntu. Instalasinya mudah aja kok. Ga perlu pake fancy coding dengan terminal. Cukup pake Package Manager (Gnome) ato Adept Installer (KDE). Ketik di search bar, “WAMMU” (tanpa tanda kutip). Klik nama package itu kemudian centang “Install this package”. Lihat screenshot#2.

Read the rest of this entry »

Written by caktopan

Thursday, December 18, 2008 at 12:50 am

Ripping Audio CD pake Sound Juicer

with 2 comments

Si QQ punya banyak Audio CD lagu anak-anak hadiah dari Dancow. Mamanya minta di-rubah formatnya jadi file dan dikumpulin jadi satu dalam satu folder biar praktis aja waktu dimainkan. Ga perlu ganti-ganti CD setiap lagu abis. Gw pikir ada benernya. DVD player gw juga akan awet karena dipake seperlunya. Kalo pake Ubuntu pake apa ya?

Ternyata softwarenya uda ada. Sound Juicer. Step by stepnya mudah banget.
1. Masukan aja Audio CD itu ke CD rom drive. Sound Juicer langsung mendeteksi.
2. Kasih judul masing2 track supaya anda mudah mengenali lagu itu.
3. Klik Extract. Kemudian tunggu aja hasilnya.
4. Semua file yang anda extract itu disimpan di /home/[namauser]/Music.

Semua file yang berhasil di-extract berformat OGG yang merupakan format free untuk audio. Anda bisa merubahnya di Edit >> Preferences >> Output Format.

Written by caktopan

Sunday, November 9, 2008 at 2:51 pm

Posted in Linux

Tagged with , , , , ,