CakTopan’s Journal

A Personal Journal

Archive for the ‘Blogging’ Category

Promosi Blog via Search Engine dengan bantuan Mypagerank.net

with one comment

Blog bisa dipromosikan seperti dagangan lainnya. Via teman sepermainan, sodara seperguruan, relasi kerja maupun teman maya dengan metode dari konvensional. Misalnya pas lagi ngegosip. “Eh, barusan review film terbaru Miyabi loh. Cek deh di blog gw”. Ato, Sebarkan saja kartu nama dengan alamat blog sampean. Bisa juga, kasih signature dalam setiap email yang anda kirimkan. Kalo bermodal gede, tentu saja undang wartawan gosip kelas nasional dan adakan konferensi pers.

subscribe-my-pageranknet Tapi, banyak juga blogger2 profesional (dalam artian dia bekerja sebagai blogger dan itulah mata pencahariannya) menggantungkan pada traffic via search engine. Dengan harapan, dari sekian juta pengguna internet mungkin ada 1-2% diantaranya tersesat di blognya ketika sedang mencari content tertentu. Harapannya tentu saja, para visitor ini yang akan meng-klik iklan2 yang bertebaran di blognya. Tentu saja ini adalah salah satu contoh kasus dimana blogger tersebut mencari uang dengan adsense ato pay per click.

Salah satu buku yang gw pernah baca menyarankan untuk menggunakan mypagerank.net untuk mendaftarkan diri pada lebih dari 20 search engine di dunia. Blog gw yang ini memang diniatkan untuk masyarakat Indonesia. Sehingga, prioritasnya didaftarkan pada search engine yang lazim dikenal di Indonesia.

Prinsip kerjanya sebagai berikut. Para search engine ini punya crawler yang secara berkala meng-index seluruh situs yang ada di dunia. Langkah ini adalah langkah menjemput bola. Daripada pasif menunggu crawler, mendingan kita bergerak aktif untuk mendaftarkan blog kita. Tujuannya supaya content kita cepat laku, dan bermanfaat dalam tempo yang singkat.

  1. Kunjungi http://www.mypagerank.net/
  2. Lihat sidebar dan cari sitemap submitter. (langsung klik disini juga bisa)
  3. Jika tidak punya account, anda cuma didaftarkan pada ask.com, google.com, yahoo.com dan MSN
  4. Jika punya, anda bisa liat screen shot dibawah ini.

Mendingan punya account-nya saja. Gratis kok. Lagipula, fasilitasnya lebih banyak daripada yang ga punya account sama sekali.

Written by caktopan

Friday, October 9, 2009 at 10:40 pm

Pinter-pinterlah Ngatur Kapasitas Hosting

without comments

Gw uda cerita sebelumnya tentang my self-hosted blog. Cara install dan beberapa setting wordpress akan gw bahas beberapa hari ke depan. Mumpung cuti jadi engineer :) , mendingan jadi blogger selama 3 minggu.

Ini pelajaran pertama yang gw dapat tentang self-hosted blog. Berbeda dengan layanan gratisan wordpress.com dan blogger.com, self-hosted blog dibatasi dengan kapasitas hosting yang kita sewa (eh…sewa ato beli sih?). Untuk pertama, gw coba 25 MB saja dengan kapasitas bandwidth cuma 0.5 GB. Dengan domain .net, satu paket hosting dan domain itu gw tebus dengan harga 211 Rb saja. Gw yakin bahwa dengan kapasitas cuma 25 MB itu sudah lebih dari cukup untuk ‘main-main’.

Paket WordPress 2.8.4 berhasil di download. Gw coba unpack dulu di lokal, dan cuma 10 MB saja. Begitu pula dengan theme yang gw pengenin. Tidak lebih dari 2 MB saja. Sehingga, kapasitasnya kira-kira masih 50% dari kapasitas maximum. Ternyata gw salah taruh folder. Blog gw tidak bisa dibuka di alamat http://babameutia.net. Tapi harus di http://babameutia.net/wp. Itu karena gw masukkan folder wordpress dalam satu folder tersendiri. Tanya-tanya sama bang Ismu, malah mumet memahami jawabannya. [Hihihi... Newbie, Om ^_^ ]. Sehingga, wordpress itu pun kembali di-install di root directory babameutia.net. Gw pun ganjen banget dengan mencoba 4 theme sekaligus. Copy Zip file-nya ke direktori itu, kemudian di-uncompress di server.

Selang 2 hari kemudian, dapat notifikasi dari cyber coral bahwa gw telah menggunakan 24 MB dari 25 MB. MAK !! apa pasal nih? Gw delete semua theme beserta zip filenya. Mungkin itu penyebabnya walaupun gw sangsi karena file theme itu ga lebih dari 2 MB. Dua hari yang lalu dan kemaren, kembali notifikasi itu masuk ke inbox, mengatakan bahwa gw sudah menggunakan 23 MB. Wah, ga bener nih.

Kendalanya adalah access gw ke file manager di server sudah diblok oleh IT kantor dengan alasan “Potential Damaging Content”. Gw cuma bisa akses via web di rumah (itu pun harus antri dengan Iqichan, dan maminya). Tiba-tiba gw inget, gw punya fileZilla FTP client. Ya sudah, masukin login dan password, akhirnya gw masuk ke server. Gw delete aja folder instalasi gw yang pertama. Gw lupa kalo instalasi wp yang pertama itu belum dihapus. Makanya ada 2 WP dalam server yang mengakibatkan 2x 10 MB yang memenuhi kapasitas server.

So, moral story is since you pay it, it doesn’t mean that you own everything. You have to manage it, bro. :)

Written by caktopan

Friday, September 11, 2009 at 9:23 am

My New Self-Hosted Blog

without comments

Uda lama pengen bikin blog yang berbayar. Nama domain unik dan desain yang ciamik jadi faktor pemicunya. Sekarang ada rejeki lebih. Ya sudah lah, direlakan untuk mewujudkan cita-cita. Biar ga dihantui mimpi-mimpi lagi.

Rencananya blog ini mau gw jadikan semacam referensi ato galeri apa yang uda gw kerjain, yang lagi gw lakuin dan apa yg gw sedang pikirin sebagai seorang civil engineer. Ga banyak civilian yang ngeblog soal civil engineering. Kecuali pak Wiryanto dan Dongeng Geologi. Ini juga bagus, curhatnya seorang instrument engineer, Automentation Community. Tapi, mudah banget ditemukan seorang IT engineer bicara tentang dunia IT dan teknologi.

Apakah seorang civilian seorang yang gaptek? Engga juga. Semua teman gw punya account facebook (loh emang ada hubungannya antara account facebook dan tingkat kegaptekan seseorang?). Mentor gw bilang, “ini ada kaitannya dengan perilaku bisnis. Permasalahan yang ada dalam dunia engineering biasanya berkaitan dengan rahasia perusahaan. Tidak untuk dipublikasikan. Bisa merusak reputasinya”. Mungkin bener bahwa itu salah satu faktor. Gw menduga faktor terkuat adalah malas menulis. Padahal dengan menulis, data terdokumentasi dengan baik daripada ingatan semata.

Bicara ingatan, ga semua orang ingat apa yang sudah dikerjain. Gw pernah nanya kalkulasi ke teman gw. Dia bilang, “kayaknya sih begini dan begitu”. Nadanya tidak yakin. Lah, padahal itu kalkulasinya dia. Hasil kerjaannya dia. Gw bukan nanya rumusnya karena semua uda jelas disitu. Yang gw tanya engineering judmentnya sehingga ketemu model seperti itu. Karena dia tidak menulisnya, ya… ga inget pas gw tanya balik setelah 1 tahun.

Ya, gw pengen blog ini bisa bermanfaat buat orang lain juga. Gw banyak belajar dari orang2 hebat di sekitar gw. Sayang kalo itu cuma mengendap di otak gw dan gw bawa mati. Gw juga banyak baca buku untuk memuaskan keingintahuan gw. Sayang juga, kalo ide gila gw ga disalurkan. Mungkin aja ada yang baca blog gw trus pengen ngelanjutin ide gw. Gw juga pengen dapat feedback dari orang2 di luar lingkungan gw. Sapa tau ide mereka lebih murah dan mudah dikerjain. Dan gw dan teman2 gw juga ga bingung sendiri.

Ini jaman web2.0. Era interaksi via internet berkecepatan tinggi. Gw uda liat gimana facebook bisa menggantikan detik.com dalam meng-update berita. Gw yakin professor2 itu juga punya ilmu hebat yang gw pelajari via buku karyanya. Gw juga yakin orang2 hebat di sekitar gw itu, idenya luar biasa dan gw selalu punya energi untuk mengagumi mereka. Tapi gw juga yakin ada orang di luar sana yang mungkin kurang beruntung, punya ide lebih hebat lagi. Bukankah di atas langit selalu ada langit?

Gw juga rada ilfil dengan sistem pembelajaran online di dalam company tempat kerja gw. Seorang teman gw ingin menggunakan wikipedia untuk mendokumentasikan pengalaman dan ilmu2 para karyawan. Bukankah wikipedia sudah terbukti hebat dalam mengumpulkan serangkaian data dari berbagai sumber. Memang masih bisa kecolongan disana-sini, tapi itu bisa dikontrol. Company menolak, dan tetap meneruskan sistem yang kaku tersebut. Gw cuma liat orang meng-upload lesson learned note. Dan gw cuma bisa baca tanpa bisa berkomentar. Kan asik tuh kalo bisa berkomentar macam di blog ato kaskus.

Akhir kata gw kutip kata2 seorang Linus Torvalds

realmen just upload their important stuff on ftp, and let the rest of the world mirror it ;)

O iya, ini posting kedua ratus saya sejak 26 November 2007. HORE !!

Written by caktopan

Tuesday, September 8, 2009 at 3:37 pm

Daftar Hosting Gratisan di 000webhost.com

with 6 comments

Melanjutkan posting saya yang sebelumnya, maka hari ini dilanjutkan dengan mendaftar hosting gratisan. Saya memilih di 000webhost.com. Langsung sign-up saja. Isi dengan nama domain dengan nama domain yang kita daftarkan kemaren. Saya mendaftarkan mockupline.co.cc. Pastikan semua kolom terisi dengan benar seperti alamat email dan password. Setelah itu akan diproses dalam waktu 1-2 menit. Jika semua berjalan lancar maka akan muncul layar notifikasi seperti dibawah ini.

Perhatikan entry:

02sswebhost

1> Kolom pertama adalah data yang kita perlukan untuk mengatur DNS di co.cc. Buka situs Co.Cc dan sign in, kemudian Manage Domain –> Setup –> Manage DNS.

01cocc5

2> Download wordpress terbaru disini.

3>  <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>Login ke Account 000Webhost.com sampean, dan set MySQL database. Masuk CPanel dan carilah gambar MySQL yang dikotak merah seperti ini:

mysqldatabase

4> Isikan  MySQL database name dan MySQL username. Database name dan username harus sama seperti contoh dibawah ini. Untuk password, itu berbeda dengan password sewaktu sampean login baru. Itu adalah password baru. Jika semua sudah terisi, klik “create database”.

01mysql

5> Upload WordPress ke public_html folder.

6> Jika proses upload selesai dengan sukses, maka sampean harus melakukan sedikit perubahan pada file configurasi Wordpess. Masuk ke 000Webhost.com lalu klik Another File Manager, seperti pada gambar yang saya kotak merah berikut ini:

anotherfilemanager

7> Ganti file bernama wp-config-sample.php menjadi wp-config.php, seperti pada gambar di bawah ini:

02wp-config

8> Setelah itu edit file wp-config.php. Kemudian masukan Database username, Database host, password seperti yang sampean setting di MySQL di langkah #4 tadi, contoh gambarnya:

03configphpedit

Setelah itu simpan setting tersebut dengan menekan tombol opslanenafsluiten1

9> Delete default.php di folder Public_HTML agar tampilan blog WordPress anda yang langsung muncul ketika diakses, bukan tampilan default 000Webhost.

10> Coba akses blog sampean dengan nama domain yang sudah didaftarkan tadi, misalnya www.mockupline.co.cc, akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Isikan nama blog dan alamat email sampean. Klik Install WordPress.

04install_wp

11> Setelah itu akan muncul tampilan baru, yg memberi info tentang Account anda untuk login ke blog WordPress, seperti Admin, dan password random kurang lebih begini bentuknya: 2daFYasjuw.

05notificationswp

12> Ganti aja passwordnya yang sampean gampang inget. Terlebih dulu login ke blog anda pake password lama (yang rangkaian unik itu) kemudian ganti di settings.

Dan untuk melihat hasilnya silahkan ke: http://mockupline.co.cc/

Begitulah langkah-langkah untuk install WordPress di 000Webhost tanpa Fantastico Autoinstaller.

Written by caktopan

Thursday, March 26, 2009 at 2:30 am

Another DagDigDug Blog

with one comment

There’s one of my friend asked me whether I could write in English. You see, in this blog I used two languages, Indonesian and English. There’s no special reason why i wrote in Indonesia or English. Honestly, I preferred and felt comfort writing in Indonesia. That’s my mother tongue, isn’t it? I’ve been raised and got my knowledge by using Indonesia. It’s easier for me to express what i feel, thought and telling you what I’ve done. Moreover, I just learned to write. At first, I just wondered if blogging will be my hobby or just a temporary fun activity for me.

I wrote in English in several occasions. I’ve sent many mails and replies in my daily activity. Also, post in several mailing list and forums and commented in somebody’s blog. Well, I said, “Hey… you’re familiar with this language. Why don’t you try posting in English into my blog? It should be fun!” I’ll give a chance to myself to develop my skill. Yup…Let’s try.

When I wrote the first post…ffuhhh…it’s hard, friend. I don’t know where to start. Well, I just picked my experience. After I finished it, I still have to check my structures and vocabularies. Luckily, MS Office has grammatical and spelling checker tool to help me delivering a grammatical-error-free article. Yup…I wrote in MS Office first, then I copied and paste into my blog editor. But still, it will take more time and need higher effort to bring you a good post, compared with writing in Indonesia. Sometimes, I feel it distressed me. Anyway…some of my friends tell me that I have to keep my good job despite of lack of vocabularies, grammatical error and too short and shallow. Guys, thank for your comments. I felt recharge again and willing to continue this.

Therefore, I gave myself another spot to write in Indonesia. I chose dagdigdug.com. I have been familiar with wordpress format and dagdigdud belongs to indonesian. Great !

So, from now, you won’t see any indonesian article written in this blog unless the previous posts. I’ll kept them here. Let me introduce you, my new blog. Tukang Besi Beraksi.

Written by caktopan

Tuesday, September 2, 2008 at 5:05 pm

Posted in Blogging

Tagged with , ,