CakTopan’s Journal

A Personal Journal

Archive for the ‘Computer Stuff’ Category

Kembalikan Tampilan Awal Facebook

with 3 comments

Entah dengan alasan kenapa developer FB memutuskan untuk merubah tampilan Home view beberapa hari yang lalu. Sekarang ada 2 tab ada disana. Live Feed dan News Feed.

News Feed aggregates the most interesting content that your friends are posting, while Live Feed shows you all the actions your friends are making in real-time. (facebook help)

Live feed sendiri seperti informasi tentang aktivitas apapun teman2 kita di FB. Diterjemahkan “kabar terkini” dalam bahasa Indonesia. Tidak sekedar ganti status. Bisa jadi si teman baru saja menjalin pertemanan dengan yang lain, baru saja meng-upload foto, baru saja di-tagged di foto teman lain. Kalo boleh gw simpulkan tampilan ini mengcopy “recent activity” teman2 kita, yang biasanya ada di profil, ke Live feed di home tab punya kita. Makanya kadang dalam 5 menit saja, bilangan updatenya bisa sampe ratusan. Terutama jika teman2 anda tergolong aktif dan memang berjumlah banyak.

Sedangkan News Feed seperti trending topics di twitter. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “Kabar Berita. Ini adalah kumpulan thread terpopuler (sebut saja begitu) dari teman2 anda. Bisa jadi status, foto, notes ato lainnya. Gw sendiri kurang tau gimana cara menilainya sehingga thread itu dinilai layak masuk News Feed ato layak jadi berita. Top thread di News feed gw sendiri adalah foto yang diupload 7 hari yang lalu dan sampe hari ini dikomentarin. Gw sendiri ga pernah bisa masuk News feed gw sendiri karena ga pernah dapat komentar. Sementara di Live Feed, owh…hidup terlalu kejam, statusku tidak pernah bertahan lebih dari 1 menit di sana akibat tertimpa aksi2 attractive facebookers lain dalam menjalin teman, meng-upload foto, update status, dan main game.

Jika dalam tampilan awal tentu saja foto itu akan cepat tenggelam, kecuali anda ikut di-tagged di foto itu yang mana akan mendapat update terus. Ada baiknya tampilan baru ini jadi menyelamatkan thread2 bagus yang akan banyak mengundang atensi dari rekan lain. Sedangkan Live feed, harus ditambahkan suatu filter sehingga berita2 ga penting itu bisa dieliminir. Contohnya, update bahwa si A baru saja menjalin pertemanan dengan B. Buat gw, entah dengan anda, ini cuma noise yang mengganggu ketertarikan gw pada status teman2 gw. Dan fb-pun gw tinggalin untuk sementara, karena tak ingin terganggu Live Feed, dan juga tidak tertarik pada trending topics News Feed yang kadaluarsa.

Sebuah group “WE WANT THE OLD FACEBOOK BACK! – Facebook Live Feed Sucks!” pun dibuat oleh orang2 yang merasa terganggu dengan tampilan ini. Maksudnya memberikan tekanan pada developer facebook untuk merubahnya. Mungkin bisa berhasil, walaupun gw lebih yakin enggak. Kita juga yang kalah ama FB karena uda kecanduan dan belum ada social network yang sepopuler FB sekarang.

Seorang member menyarankan untuk merubah dari News Feed ke Status Updates saja. Itu sudah mendekati tampilan awal sebelumnya. Karena jika ada teman yang meng-upload foto, anda tidak akan melihatnya di situ. Karena yang di-update cuma status saja, bukan foto, games ato application lain. Masuk ke “home” ato “beranda” (jika anda menggunakan FB bahasa Indonesia). Caranya, anda liat pojok kiri atas. Klik “More” (eh, apa ya bahasa Indonesianya? “Lainnya” ya), klik itu. Anda cari status updates (Status terbaru), taruh paling atas sendiri. Kalo sudah, klik. Taraaaa… anda dapat tampilan awalnya.

Written by caktopan

Wednesday, October 28, 2009 at 4:02 am

Promosi Blog via Search Engine dengan bantuan Mypagerank.net

with 3 comments

Blog bisa dipromosikan seperti dagangan lainnya. Via teman sepermainan, sodara seperguruan, relasi kerja maupun teman maya dengan metode dari konvensional. Misalnya pas lagi ngegosip. “Eh, barusan review film terbaru Miyabi loh. Cek deh di blog gw”. Ato, Sebarkan saja kartu nama dengan alamat blog sampean. Bisa juga, kasih signature dalam setiap email yang anda kirimkan. Kalo bermodal gede, tentu saja undang wartawan gosip kelas nasional dan adakan konferensi pers.

subscribe-my-pageranknet Tapi, banyak juga blogger2 profesional (dalam artian dia bekerja sebagai blogger dan itulah mata pencahariannya) menggantungkan pada traffic via search engine. Dengan harapan, dari sekian juta pengguna internet mungkin ada 1-2% diantaranya tersesat di blognya ketika sedang mencari content tertentu. Harapannya tentu saja, para visitor ini yang akan meng-klik iklan2 yang bertebaran di blognya. Tentu saja ini adalah salah satu contoh kasus dimana blogger tersebut mencari uang dengan adsense ato pay per click.

Salah satu buku yang gw pernah baca menyarankan untuk menggunakan mypagerank.net untuk mendaftarkan diri pada lebih dari 20 search engine di dunia. Blog gw yang ini memang diniatkan untuk masyarakat Indonesia. Sehingga, prioritasnya didaftarkan pada search engine yang lazim dikenal di Indonesia.

Prinsip kerjanya sebagai berikut. Para search engine ini punya crawler yang secara berkala meng-index seluruh situs yang ada di dunia. Langkah ini adalah langkah menjemput bola. Daripada pasif menunggu crawler, mendingan kita bergerak aktif untuk mendaftarkan blog kita. Tujuannya supaya content kita cepat laku, dan bermanfaat dalam tempo yang singkat.

  1. Kunjungi http://www.mypagerank.net/
  2. Lihat sidebar dan cari sitemap submitter. (langsung klik disini juga bisa)
  3. Jika tidak punya account, anda cuma didaftarkan pada ask.com, google.com, yahoo.com dan MSN
  4. Jika punya, anda bisa liat screen shot dibawah ini.

Mendingan punya account-nya saja. Gratis kok. Lagipula, fasilitasnya lebih banyak daripada yang ga punya account sama sekali.

Written by caktopan

Friday, October 9, 2009 at 10:40 pm

Cek Shutter Count di Ubuntu

with 2 comments

Ceritanya nih, gw baru beli kamera DSLR baru. Kamera ini barang mewah buat gw dan keluarga. Hingga hari ini, kamera pocket manual aja blum pernah punya. Henpon berkamera aja baru punya 2 tahun yang lalu. Padahal, uda kebelet njepret sejak masih kuliah dulu. Sempat belajar sama teman kuliah dan adik sendiri tentang dasar2 fotografi. Tapi, ya begitulah… minim praktek karena kamera harus pinjem sana dan sini.

Ini omongan orang awam fotografi loh. Jadi gw cuma mau kasih tau kalo program default di Ubuntu juga bisa membaca data EXIF. Jika di Windows, perlu program tambahan dulu.

Dalam beberapa review kamera, seperti di sini dan di forum fotografer.net yang gw baca (sebelum memutuskan), selalu dicantumkan tentang shutter release number. Berapa kali jepret kamera itu bisa bertahan dan berfungsi apik sejak dibuat di pabrik. Gw memahami ini sebagai design life dari sebuah alat. Wajar saja, wong alat juga dipake pasti ada umurnya…

Kamera baru tentu saja shutternya dimulai dari 0. Kamera bekas, tentu saja shutter countnya juga sudah lebih dari 0. Besarnya shutter count juga turut menyumbang komponen harga barang bekas. Kamera dengan bilangan Shutter  besar bisa dihargai lebih murah daripada kamera dengan jumlah shutter lebih kecil untuk kamera dengan tipe dan kondisi fisik yang sama. Itu artinya kamera itu sudah mendekati design life nya. Uda mau mati kasarnya. Walaupun gw juga yakin, ini persoalan statistika probabilitas tergantung cara menggunakan, merawat kamera serta kualitas material dan manufaktur dan faktor X lainnya.

Hampir semua situs dan forum diskusi menyarankan Irfanview, Opanda IExif dan xnview yang running di system Windows. Juga yang berjalan di Mac. Linux? Waduh…ga ketauan pake apa. Sempat gw download Opanda, mo coba install tapi urung dilakukan. Iseng2 cek pake gthumb image viewer. Ini bawaan dari ubuntu – Gnome. Ternyata bisa !!!

  1. Hubungkan kamera dengan komputer dengan USB cable.
  2. Pilih foto yang terakhir diambil dan simpan di local drive. Caranya “FILE” -> “Import Photos”.
  3. Klik kanan dan pilih properties. Pilih “Photo Data (EXIF)”
  4. Cari string dengan judul “Total Number of Pictures Taken”.

gthumb-preview

Bisa juga dengan gwenview. Ini picture viewer bawaan KDE (Kubuntu). Bedanya dengan gthumb adalah gw belum nemu caranya import foto ke local drive. :D

  1. Pilih foto yang terakhir dan liat sidebar sebelah kanan.
  2. Ada tab “Information” dan klik “more”
  3. Cari string dengan judul “Shutter Count”.

gwenview-prop

Hingga hari ini, gw dan istri gw sudah “njepret” 320 kali. Jumlah foto dalam memory card juga 320 biji, belum ada satu pun yang dihapus. Foto terakhir adalah DSC_0317 (memory card-nya sempat dilepas, jadi file sequence-nya direset kembali ke 0). Sehingga bisa gw simpulkan si penjual ga curang ama gw.

Soalnya gw beli dengan modal nekat, ga pake ditemenin teman yang lebih ngerti :)

Written by caktopan

Monday, October 5, 2009 at 9:03 pm