Archive for the 'Buku' Category

09
Jun

Laskar Pelangi - Novel Ensiklopedi Indonesia

Rada susah juga menentukan genre buku yang satu ini. Apakah sebuah fiksi semata (yang diilhami kisah nyata penulisnya sendiri)? Ato sebuah ensiklopedi ringan? Di awal penulisannya, penggambaran suatu situasi, lokasi ataupun orang dilukiskan dengan bahasa2 yang tidak ‘awam’. Antedilivium untuk menggambarkan orang udik. Filicium sendiri adalah pohon kere/kerai, Crineum Giganteum digunakan untuk menggambarkan mimik muka ibu Muslimah guru yang sumringah. dan masih banyak lagi istilah yang sebenarnya lebih dikenali kaum cerdas pandai. Untuk menghindari salah persepsi kah? Aku sih berbaik sangka bahwa buku ini adalah buku yang mengajak cerdas. Think globally (by using latin name than local name), Act locally (tell the world what you have done locally). Masih tentang ensiklopedi. Bab-bab berikutnya akan membuat anda lebih tau tentang salah satu pulau terkaya di indonesia ini. Tidak perlu buka wikipedia, untuk tau budayanya, serta kekayaan alam Belitong. Ga membosankan kok. Ceritanya dibalurkan secara merata di badan buku (kayak balsem). Simak paragraf berikut.

Orang-orang Melayu belitong dan mentalitasnya diceritakan lewat pandangan Ikal tentang budaya Chiong Si Ku ato acara sembahyang rebut. Ini tradisi etnis Tionghoa. Meja berukuran 12 meter panjang dan 2 meter lebar. Di atasnya ditumpuki dengan sembako, barang elektronik dan macam2 lainnya. Door prize terbesar adalah fung pu. Konon katanya ini adalah perlambang hoki. Barangsiapa mendapatkannya bisa menjualnya pada warga tionghoa dengan harga jutaan rupiah. Semua barang tersebut akan diperebutkan oleh ratusan orang. Menurut Ikal, orang Sawang adalah superstar dari acara ini. Punya planning yang bagus (dengan adanya seorang pengintai untuk melacak lokasi fungpu), terorganisir pula dengan beranggotakan 20 orang saja, dan fokus pada tujuan (cuma ambil fung pu itu aja). Masih menurut Ikal, orang Melayu susah berorganisasi. Bukannya fokus untuk memenangkan persaingan tapi berpolitik antara mereka sendiri. Tak terima jika dikoreksi dan jarang ada yang mau berintrospeksi. Beroperasi secara individual dan dengan badan remuk redam, cuma mendapatkan barang remeh. Mungkinkah ini sindiran pada bangsa ini yang senang bukan main pada keramaian tidak berguna.

Jika dianggap sebuah novel, ceritanya pun biasa saja. Cerita kecil anak-anak, dengan persahabatannya, kenakalannya di sekolah dan permainan. Lumrah saja. Aku yakin pengalamanku dan anda tidak kalah menariknya dengan pengalaman kecil 11 bandit kecil dari belitong ini. Yang membedakan adalah, Andrea ini bisa merangkai kata hingga tak jemu. Cerita sedih jadi lucu. Cerita lucu yang diselipi moral story. Tak lupa bumbu romansa. Cinta Monyet. Formulanya ini yang ga bisa ditiru. Jika peristiwa, sains dan seni berkata-kata adalah potongan-potongan puzzle, Andrea bisa menggabungkan semuanya untuk menghadirkan sebuah kisah yang inspiratif. Tidak semua dialog Lintang, kupahami. Aku paham itu adalah cara Andrea menggambarkan kejeniusan bocah udik yang tidak beruntung meneruskan sekolah hingga tamat SMP. Simak kisah Lintang yang menempuh 80 Km ke sekolah, melewati rawa dan buaya. Terkutuk benar yang menyia-nyiakan fasilitas pendidikan.

Kemahatololan adalah sebuah kosakata baru dan aku suka kosakata itu. Semoga belum dipatenkan. Akan ada banyak kemahatololan yang dibeberkan di buku ini. Ikuti aja alur cerita si Andrea. Ikutlah hanyut dalam nuasa serius ataupun sedih. Siap2 aja bakalan meledak tertawa dan merasa konyol. Ada beberapa pelajaran moral dari seorang Andrea kecil yang dibagikan untuk anda. Sebagian lucu, tapi semuanya menarik untuk direnungkan. Pahami Teori “Empat Puluh Empat Macam Penyakit Gila” ala ibu Ikal. Itu adalah cara seorang awam menilai ketidaklumrahan disekitarnya. Istriku suka teori itu, dia uda punya julukan untuk orang yang membaca buku ini dan terkekeh2 sendiri. Penyakit Gila no. 9 katanya. Suka ketawa sendiri tapi ga bisa menceritakan apanya yang lucu. Maka demi membatalkan gelar itu, kutulis posting ini. Aku kan waras… :)

27
May

Dracula - Sebuah Blog Versi Jadul

Seminggu yang lalu, si bheno pindah kost. Disini, orang pindah (kost, rumah ato kerjaan) selalu ditanya pertanyaan yang sama. “Ada warisannya ga?”…hehehe. Saya dan bu Dina kebagian warisan 4 buku, salah satunya “Dracula” karya Bram Stoker. Karena bu Dina ga mau cerita horor, gw cuma ambil buku itu aja. Buku ini ditulis oleh penulis Irlandia, Abraham “Bram” Stoker. Bram adalah kritikus teater di Dublin Evening Mail dan menulis beberapa cerita fiksi. Adapun “Dracula” adalah masterpiecenya. RL Fisher melukiskan hubungan 2 karakter ini dengan menarik. “Jika Bram Stoker hidup lagi, dia akan frustasi karena karakter ciptaannya ternyata lebih terkenal dari penciptanya”.

Secara umum, ceritanya menarik. Count Dracula adalah seorang bangsawan udik Transylvania yang ingin menaklukkan London. Kenapa London yang dipilih, bukan Paris ato Milan? Ga dijelaskan secara tegas dalam buku itu. Kenapa pula dia pindah dari Transylvania ke London? Toh, sebagai penguasa kegelapan dia berkuasa penuh di daerahnya. Intinya, dia makan aja uda terjamin di ujung Eropa yang blum pernah dirambah peradaban. Kok mau-maunya pindah ke London dan akhirnya beresiko ketemu Prof. van Helsing. Ternyata si Count ini pengen gaul. Dugem di tengah kota London. Ketemu cewek2 cantik yang salah satunya adalah Lucy Westenra. Ketika si Lucy ini dideteksi punya penyakit aneh dan bahkan punya 2 lubang gigitan di leher, Dr. Seward mengirim email pesan ke Amsterdam. Datanglah (yang kemudian dikenal sebagai sang pemburu vampir terkenal) seorang dokter nyentrik bernama Prof. van Helsing. Malang tak dapat ditolak, upaya penyembuhan tersebut gagal. Lucy meninggal dan akhirnya menjadi vampir. Bersama Quincey Morris, Lord Godalming dan Dr. Seward, van Helsing memenggal kepala Lucy untuk menghentikan aksinya.

Di waktu yang sama, Jonathan Harker masih ketakutan oleh bayangan masa lalu. Dia ini yang mengawali kisah dracula dengan travelling blognya ke transylvania. Jonathan mendeskripsikan perjalanan itu sebagai “Perjalanan yang demi Tuhan tidak akan kuingat-ingat lagi”. Mengerikan dan aneh. Jonathan susah memisahkan antara realita atokah itu hanya mimpi buruk semata.Pengalaman2nya selama di puri dracula pun didokumentasi dengan rapi. Dokumentasi tersebut akan berguna dalam perburuan Dracula. Jonathan menikahi Wilhelmina Murray yang mana sahabat pena dari Lucy Westenra. Mrs Mina (demikian dia disebut), meminta bantuan dari prof. van Helsing, setelah membaca catatan perjalanan jonathan. Terjalinlah persahabatan antara keluarga Harker, fans pencinta lucy (morris, seward dan godalming) dan prof. van Helsing. Ketika Mrs. Mina terkena pengaruh buruk sang pangeran kegelapan, keenam orang tersebut saling membantu hingga akhir. Akhirnya… Continue reading ‘Dracula - Sebuah Blog Versi Jadul’

16
Apr

Harry Potter Terjemahan

Pertama kali baca novel ini, dulu pas waktu piala dunia di Jepang-Korea, 2002. Waktu itu, kalo ga salah inget, Gramedia barusan merilis Piala Api (Goblet of Fire). Teman gw, Nina, waktu itu lagi baca. Gw coba-coba baca dan tertarik. Akhirnya, setelah ngumpulin duit (maklum masi mahasiswa…), terbelilah seri pertama, Batu Bertuah (Sorceres Stone). Gw sendiri akhirnya sudah selesai baca semua seri. Great. Interesting Stories !!

Gw ga akan bahas tentang Harpot. Ini tentang terjemahannya. Entah kenapa selama gw baca, banyak istilah2 yang rada lucu kedengarannya. Penterjemahnya (yang gw yakin uda nyoba segenap hatinya) susah menemukan padanan katanya. Waktu Harpot ke-7 diterbitkan, dan edisi Indonesianya akan diterbitkan beberapa bulan kemudian, gw uda diwanti2 ama teman. “Jangan coba-coba beli yang edisi inggrisnya, cak. Pusing. Mesti meng-convert beberapa istilah yang kamu kenali sebelumnya.” Yo wis, gw nurut. Daripada uda ngeluarin duit banyak, tapi malah mumet. Hehehe. Jadi gw memilih membaca Harpot sampe abis 7 jilid, baru membaca 7 jilid edisi inggrisnya. Gw sekalian belajar bahasa Inggris, gitu… :)

Apa saja istilah2 yang ga pas? kebanyakan julukan Lord Voldemort

Kau-Tahu-Siapa = You-Know-Who
Dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut = He-Who-Must-Not-Be-Named

Oh, come on… Even Indonesian don’t name spooky thing like that. Lord Voldemort yang angker di seantero jagat sihir, dinamakan seperti tebakan. Orang jawa memberi nama, “Ingkang Mbahu Rekso” ato “Simbah” untuk sesuatu (ato seseorang) yang tak berwujud tapi aura kengeriannya terasa tajam.

Pangeran Kegelapan = Dark Lord

Pangeran = Prince. Kegelapan = Darkness. Gw pikir kata2 aslinya Princess of Darkness. Ternyata beda. Aura yang gw rasain beda. Dan jelas…. Lord bukan lah pangeran. Sekali lagi…susah nyari padanannya dalam bahasa Indonesia

Kutukan Tak Termaafkan = Unforgiveable Curses

Unforgivable (adj). = so bad as to be unable to be forgiven or excused. (Oxford Dictionary).
Ada 3 sihir yang dikategorikan seperti ini.

  1. Siapapun yang terkena salah satu dari sihir hitam ini akan mati seketika (Avada Kedavra).
  2. Kesakitan yang teramat sangat di persendian (Cruciatus).
  3. Korban akan nurut dan menjadi ‘boneka’ dari si penyihir (imperius)

Jadi memang bener2 tak termaafkan. Terjemahannya memang sudah mengatakan apa deskripsinya.

Horcrux = Horcrux ; Muggle = Muggle ; Squib = Squib dan masih banyak yang lainnya…
(gw yakin kata ini TIDAK dikenali dalam KBBI) and guess what…none of them cannot be found at the Oxford Online Dictionary

Horcrux adalah benda (fiksi) sihir hitam yang digunakan Lord Voldemort untuk menyimpan sebagian daripada jiwanya. Apakah Horcrux ada padanannya dalam ilmu perdukunan hitam di Indonesia? hanya para dukun yang bisa menjawabnya. Please, para dukun, give me your comments.
Muggle
adalah orang non penyihir dan bukan keturunan penyihir serta ga punya kemampuan dan bakat jadi penyihir. Squib adalah orang dari kaum penyihir dan keturunan penyihir tapi ga punya kemampuan dan bakat jadi penyihir. Karena istilah ini tidak dikenali dalam bahasa aslinya, jadi memang pas memperkenalkan dan mempopulerkan kata2 baru ini beserta deskripsinya. Contoh lain: Google (n) = Gugel. Kalo Google (v)= meng-gugel ato kegiatan yang berhubungan dengan gugel? ato gimana?

(Update kedua !! )

21
Mar

Biblioholisme

Biblioholisme adalah hasrat untuk membeli, membaca, menyimpan, dan mengagumi buku yang cenderung berlebihan. Pelakunya disebut Biblioholik. Singkatnya, kecanduan buku gitu lah dan ini berkonotasi negatip. Jadi bukan sekedar kutu buku nih, tapi kasus-kasus dibawah ini bener2 konyol dan sulit dipercaya. Istilah-istilah di bawah ini gw kutip dari buku “Elegi Gutenberg” oleh Putut Wijanarko yang menukil dari buku “Biblioholism, The Literary Addiction” by Tom Raabe.

Bibliomania (gila buku) membeli buku hanya untuk ditumpuk saja. Contoh dari kasus ini adalah Boulard, ahli hukum asal Prancis yang hidup pada abad ke-18. Begitu bernafsu membeli buku-buku, hingga rumahnya tak cukup untuk menyimpan buku2 tersebut. Dia sampai membeli 6 rumah lagi untuk menampung koleksi bukunya (luarr biasaaa…!!). Ketika meninggal Boulard memiliki 600 ribu hingga 800 ribu jilid buku yang baru habis diloakkan setelah lima tahun !!! Problem kegilaannya adalah Boulard tidak membaca buku2 tersebut.

Continue reading ‘Biblioholisme’




 

July 2008
S M T W T F S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Affiliations

Kamera Usil

BlueSkyUnderTheJacket

Me & My Family

My-Second-Calculator

Loadout_ID_Bearer

Sponge-Bob-Themed Melamine Glass

More Photos

Umpan


Add to Technorati Favorites

Bookmark and Share

Blog Stats

  • 11,219 hits

Stats