Archive for the ‘Belajar Bahasa’ Category
You and I ato You and Me?
Dear friends,
Kalo denger lirik lagu, ada yang pake “You and I”… tapi kalo cocok-cocokan rasa, harusnya kan “You and me”… Apa beda keduanya ya, dan kapan menggunakan salah satunya?? Thanks. (Bram via Milis FEC)
Ini pertanyaan simpel sih, tapi ternyata orang juga sering salah menggunakan. Dan jawabannya bukan karena cocok-cocokan, Bang Bram. Yang kita akan bicarakan ini adalah kata ganti orang ato personal pronoun. Berikut ini tabel yang saya kutip dari Wikipedia.

Coba perhatikan kapan “I” digunakan dan “me” digunakan. I digunakan sebagai subyek. Me digunakan digunakan sebagai obyek kalimat. Contoh kalimatnya, “You and I are going to go the coffee shop. Just follow me”. Hal yang sama juga bisa kita terapkan dalam pronomina yang lain. Misalnya, “He and I will go to Europe next month. Whenever you need a place to stay, You can call Him or me”. Pada contoh diatas, karena “I ” digunakan sebagai subyek, tentu saja diikuti dengan verb ato to be. Jika “Me” belum tentu begitu.
Coba kita liat referensi dari BBC berikut ini.
Note that in colloquial informal British English, people often use you and me as subjects, even though it is known to be incorrect. This has led to an assumption that you and me can never be correct and people (even the Queen perhaps) then sometimes use you and I as objects instead of the correct form you and me.
Nah, yang punya bahasa aja juga sering keliru. hehehe. Tapi ga usah bingung lah. Ada tips khusus yang bisa diterapkan. Di-split saja pronomina itu. Contohnya begini: “You and Me should have lunch “. Dipecah menjadi:
- You should have lunch
- Me should have lunch.
Nah, kira2 menurut sampean kalimat kedua, cocok ga?
By the way vs Anyway
Friends, what is difference of anyway and by the way? what is condition should be used for each of them? thank you for your explanation. (Ferry)
Ini pertanyaan yang muncul di Milis FEC kemaren. Gw bukan ahli bahasa, tapi gw coba terangin dari pengalaman gw. Kalo tidak setuju, tinggal sampean komentarin di kolom komentar ya…
Anyway
Anyway ini kata keterangan. Fungsinya menegaskan kalimat si pengucap bahwa dia menafikan ato tidak mempertimbangkan saran dari orang lain. Contoh kalimatnya seperti ini, “I’ll accept it anyway, it doesn’t matter what your opinion is”. [Apapun pendapatmu, aku menerimanya apapun itu].
Bisa juga menjadi semacam kata sambung yang melanjutkan/menyimpulkan topik pembicaraan. Misalnya sampean sudah lama punya masalah dengan henpon anda. Sampean uda tanya sana-sini dan belum ketemu solusinya. Tau2 teman anda bertanya. Dengan nada pasrah sampean berucap, “Anyway, finally I bought new handphone last night and the problem is gone”.
Jika tulisannya dipisah, any way, maka maknanya berubah menjadi “dengan cara apapun”. Contoh kalimatnya adalah, “I don’t want to hear any complaints since now, solve it in any way you can“.
By the way
Ini kata keterangan juga. Adverb. Digunakan saat anda mengalihkan/berpindah topik pembicaraan. Untuk penggunaan “by the way”, biasanya digunakan untuk mengalihkan topik pembicaraan. Misalnya anda dan client berdiskusi tentang masalah pekerjaan selama 20-25 menit. Kemudian diskusi itu sudah selesai dan problem solved. Sebagai penutup, anda bertanya tentang keluarganya (yang mana ini topik baru dan sudah keluar dari masalah utamanya tadi). “By the way, John. How’s your son? I heard from Tom that he was sick last week”.
Bahasa bukanlah ilmu pasti. Kapan dan bagaimana menggunakannya tergantung rasa dan kondisi masing2 orang.
Kamus Inggris Online
Beberapa kali, saya memposting dalam bahasa Inggris. Mengingat kemampuan yang agak kurang itu, maka alat bantu berupa kamus ini mutlak diperlukan supaya saya keliatan pinter (walaupun sebenarnya emang engga
). Di komputer kantor yang diperkuat Windows XP, ada beberapa software kamus yang saya pake. Diantaranya Oxford Concise Dictionary, dan kamus indonesia – inggris. Juga beberapa kamus inggris online.
Saya sendiri ga terlalu suka pake kamus Indonesia – Inggris (vice versa) saja. Kadang kamus2 ini kurang “menggigit” dalam mengalihbahasakan, nilai rasanya juga agak kurang. Disamping itu, beberapa kamus online malah tidak memberikan hasil yang memuaskan jika kita tidak memasukkan kata dasar. Makanya, gw pake kamus Inggris-Inggris juga. Jadi, setelah ketemu kata yang dicari di kamus Ind-Ingg, diliat lagi deskripsi, kelas kata, contoh dan thesaurusnya di kamus Ingg-Ingg. Tujuannya memverifikasi definisi, memperkaya tulisan dan menambah perbendaharaan kata.
Beberapa kamus online Indonesia-Inggris yang menjadi favorit saya adalah (diurutkan dari yang sering dipake):
- google translate: Fitur minimalis ala google, dengan hasil masih minimalis juga, tapi bisa mengalihbahasakan ke lebih dari 10 bahasa asing yang lain.
- sederet.com: Kamus lokal ini sudah mempunyai plugin di FireFox. Saya puas dengan kinerjanya jika dibandingkan google translate.
- kamus.itb.ac.id
- kamus.ugm.ac.id :
- kamus-online.com : Konon, kalau Anda adalah anggota (bayar Rp25000), Anda akan melihat lebih banyak hasil!
- kamus.net : Kosakatanya perlu ditambah lebih banyak lagi.
Sedangkan kamus online Inggris-Inggris yang menjadi favorit saya adalah:
- The Free Dictionary: ini kamus super lengkap dengan thesaurus, definisi, kelas kata dan contoh kalimatnya dalam satu halaman. Penjelasan dari setiap entri diberikan dari American Heritage Dictionary dan Harper Collins. Search plugin telah tersedia di FireFox.
- Merriam Webster: kamusnya juga bagus. Hanya saja pencarian thesaurus dipisah. Mendukung bahasa medis dan search plugin tersedia di FireFox.
- Cambridge Dictionary: Hasil yang diberikan tergantung dari referensi apa yang digunakan. Advance Learner’s akan memberikan hasil yang bervariasi daripada Learner’s. Belum ada pluginnya di firefox. Thesaurusnya entah dimana…
- Ask Oxford: Ini situs yang juga bagus dan lengkap, walaupun sering membingungkan saya juga. Kalo mencari suatu kata, pastikan anda mencari di bagian di dictionary. Jika mencari di “entire oxford site” untuk kata “concern” saja, memberikan 57 hasil termasuk diantaranya artikel sastra, pembelajaran bahasa asing dan lain-lain. Mungkin cocok buat mahasiswa sastra inggris, bukan engineer kayak saya.
Belajar Berbicara
Mo belajar bicara dalam bahasa Inggris, Indo ato apapun lah, enaknya dimulai dari struktur bahasa (grammar), ato pengucapan, ato keberanian dulu? Loh kok…keberanian?
Ini lesson learned teman sih. Beliau ini menguasai grammar bahasa Inggris dengan baik dan benar. Pokoknya pengetahuan si Bapak ini top abis lah. Saya belajar banyak dari dia. Sayangnya, dia ini kalo bicara jadi gagap. Ga lancar gitu loh. Beda dengan ketika bicara bahasa ibunya, bahasa Jawa, Sunda dan Indonesia…wah…lancar banget. Saya tanya kenapa, dia jawab.”Entahlah… kayaknya dalam sepersekian detik otakku harus mikir dan trial & error penggunaan kata2 yang tepat dan cara nyusun kalimatnya secara bener”. Mungkin ini kelemahan masing2 orang dan ga bisa digeneralisir
Dari pengalaman diatas, dia nyaranin, “Belajar bicara itu harusnya kayak bayi kali. Kan ga perlu diajarin membedakan kata benda, kata kerja dan kata sifat. Juga ga terpaku pola kalimat SPOK (Subyek – Predikat – Obyek – Keterangan). Kalo mo ngomong, ya…ngomong aja. Ga usa takut salah. Ntar kan diajarin ngomong yang baik dan bener sama ortunya. Misalnya si anak bilang, “Ayah kerja berangkat itu”. Nanti maminya mengkoreksi dengan lemah lembut, “Ayah berangkat kerja”. Toh…akhirnya kita bisa nyusun kalimat yang bener dan dipahami, kan?”
Ada benernya juga sih. Saya yakin Maminya ga akan bilang, “Nak, salah struktur kalimatnya. Ayah adalah kata benda, Berangkat adalah kata kerja. Yang benar adalah bekerja bukan kerja yang mana adalah kata keterangan. Menurut aturan, harusnya Subyek duluan disusul Predikat yang kata kerja baru kemudian kata keterangan. Sehingga kalimat yang benar adalah Ayah berangkat bekerja”. Bisa anda bayangin reaksi seorang anak 3 tahun yang baru belajar bahasa ketika mendengar koreksi itu. Reaksinya sama aja dengan orang dewasa yang lagi belajar bahasa asing dan dikoreksi oleh temannya. Langsung diam dan ga ngerti apa maksudnya omongan barusan.
Apa yang dilakukan oleh 2 tipe orang ini kemudian …
Si anak tetap yang tetap cuek.
Dia tetap mengulangi kesalahan yang sama (dan ga bosen2nya si mami mengingatkan) sampe dia menyerap bahasa di sekitarnya dan belajar bahwa kalimat yang dia gunakan itu ga lumrah. Kemudian secara tidak sadar akan menggunakan kalimat2 yang lumrah digunakan. Tidak takut salah, dan tetap semangat untuk belajar kosakata baru.
Si orang dewasa yang takut salah.
Karena takut dikritik, dan takut salah, akhirnya tidak digunakan. Takut berbicara alias kurang praktek. Akibatnya, tidak bisa mengukur kemampuannya. Akhirnya skillnya tidak berkembang. Yang rugi dia sendiri dong.
Dari sisi komentator, ada sebuah ke-“tidakadil”-an disini, yang menjadi salah satu pangkal penyebab kejadian diatas.
Orang dewasa ngelihat anak yang baru belajar bicara, “Hahaha (saking lucunya) salah, Dik… Yang benar kayak gini…(diajarin sampe bener)”
Orang dewasa ngelihat orang dewasa yang belajar bicara, “Hahaha (dengan nada ga enak)…Salah tuh… Lu ga malu salah kayak gitu”
Moral storynya sih, selama anda pake bahasa asing itu buat komunikasi saja (dimana saling pengertian itu lebih menonjol daripada tata bahasa), sepertinya grammar itu ga penting. Gw suka heran aja, orang mo belajar percakapan itu malah belajar structure kalimat dulu. Bukan kalimat2 sederhana yang bisa dipraktekkan dalam daily activity.
Ungkapan Bahasa Inggris
Ini ungkapan2 dalam dalam bahasa inggris. Kadang kita butuh ungkapan2 hiperbolik untuk menegaskan suatu maksud. Walaupun kadang kita juga berpikir, “Apa ga berlebihan?” Hehehe…ga ada maksud untuk menjelekkan si subyek pembicaraan. Walaupun si obyek penderita adalah nama binatang ato malah nama benda. Coba ikutan kuis di sini yang diasuh BBC Indonesia.com. Setelah mencoba 3 kali, baru bener semuanya
. Ada penjelasannya kenapa kok salah dan jika bener pun, diberikan alasannya. Buat yang pengen nyoba, jangan liat kunci jawaban yah…
Read the rest of this entry »





.jpg)









